Leang Sapiria
| Leang Sapiria | |||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Gua Sapiria | |||||||||||||||||||
| Lokasi | Kelurahan Bonto Kio, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Indonesia | ||||||||||||||||||
| Koordinat | 04°50'48.5" LS 119°35'42.2" BT[1] | ||||||||||||||||||
| Geologi | karst / batu kapur / batu gamping tipe Formasi Tonasa | ||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||
Leang Sapiria atau Gua Sapiria adalah situs arkeologi berupa gua prasejarah yang terletak di kawasan Karst Maros-Pangkep, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Secara administratif, gua ini terletak di wilayah Kelurahan Bonto Kio, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Indonesia.[1][2]
Gua ini merupakan bagian dari kompleks gua prasejarah di kawasan Maros-Pangkep yang dikenal memiliki berbagai tinggalan arkeologi, seperti lukisan dinding, alat batu, dan sisa aktivitas manusia purba.[3] Kawasan ini termasuk salah satu situs penting dalam kajian Arkeolog di Indonesia.
Selain nilai ilmiah, Leang Sapiria juga memiliki potensi sebagai objek wisata alam dan edukasi, mengingat kawasan karst Maros-Pangkep dikenal dengan bentang alam unik serta keanekaragaman hayatinya.[4]
Referensi
- ^ a b Tim Direktori Maros-Pangkep (2007). Direktori Potensi Wisata Budaya Di Kawasan Karst Maros-Pangkep Sulawesi Selatan Indonesia (PDF). Makassar: Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar. hlm. 27. ISBN 978-979-17021-0-2.
- ^ Ahmad, Amran; A. Siady Hamzah (2016). Database Karst Sulawesi Selatan 2016 (PDF). Makassar: Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. hlm. 46.
- ^ Balai Arkeologi Sulawesi Selatan, "Penelitian Gua Maros-Pangkep", 2020.
- ^ Antara News, "Kawasan Karst Maros sebagai destinasi wisata dan penelitian", diakses 2026.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


