Kepanjen Sanggrahan Berbah

Kepanjen Sanggrahan Berbah

Kepanjen Sanggrahan Berbah (bahasa Jawa: ꦏꦥꦚ꧀ꦗꦺꦤ꧀ꦱꦁ​ꦒꦿꦃꦲꦤ꧀ꦧꦼꦂꦧꦃ) atau Eks Kantor Kapanewon Berbah merupakan salah satu bangunan peninggalan kolonial yang terletak di Dusun Sanggrahan, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis, gedung ini berada pada koordinat X -7.80511 dan Y 110.44307.[1] Kepanjen Sanggrahan Berbah merupakan salah satu bangunan yang ditetapkan sebagai Cagar Budaya tingkat Kabupaten. Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 5.9/Kep.KDH/A/2018 tentang Status Cagar Budaya Kabupaten Sleman Tahun 2017.[2] Saat ini, kompleks Bangunan Kepanjen digunakan sebagai Kantor Panewu Berbah. Sebelumnya, bangunan ini difungsikan sebagai Kantor Kapanewon Berbah, meneruskan peran administratifnya dalam pemerintahan daerah.[3]

Sejarah

Bangunan Kepanjen di Berbah memiliki sejarah pemanfaatan sebagai tempat istirahat bagi para pengantar jenazah raja-raja dari Kraton Kartasura dan Kraton Surakarta yang akan dimakamkan di Imogiri. Fungsi ini berlaku sebelum adanya sarana transportasi kereta api. Pada masa itu, jenazah diangkut menggunakan kereta yang ditarik oleh kuda serta bantuan tenaga manusia.

Karena jarak yang cukup jauh, perjalanan tersebut membutuhkan tempat istirahat, di antaranya di Bangsal Palereman di Prambanan dan Kepanjen di Berbah. Setelah hadirnya jalur kereta api, penggunaan tempat-tempat transit tersebut tidak lagi diperlukan. Berdasarkan catatan Pawarti Surakarta, pemakaman Pakubuwana X pada tahun 1938 menggunakan kereta api dari Stasiun Jebres, menandai berakhirnya peran Kepanjen sebagai tempat transit jenazah.[3]

Arsitektur

Bangunan ini mengusung gaya arsitektur Indis, yang merupakan perpaduan antara gaya Eropa dan tradisi arsitektur lokal. Ciri khas arsitektur Indis tampak pada tapak bangunan yang luas, langit-langit ruang yang tinggi, pintu dan jendela besar berpanil krepyak dengan ventilasi atas (bouvenlicht), serta dinding tebal. Beberapa bagian bangunan masih mempertahankan elemen aslinya, meskipun telah terdapat penambahan dan penggantian di beberapa bagian seperti jendela, kolom, atap, lantai, dan plafon.

Tata Ruang Bangunan

Bangunan utama Kepanjen Sanggrahan Berbah.

Kompleks Gedung Kepanjen terdiri atas dua bangunan lama, yaitu Bangunan Utama dan Pavilium.

1. Bangunan Utama

Bangunan utama memiliki atap limasan, dengan tambahan atap kampung pada kamar-kamar di sisi timur bagian belakang. Tata ruangnya terbagi atas beberapa bagian sebagai berikut:

  • Ruang Terbuka Ruang ini berada di bagian depan dan berfungsi sebagai ruang penerima tamu, berukuran 12,30 x 6,70 meter.
  • Kamar-Kamar Tengah Terdapat empat kamar tidur dan satu kamar keluarga di bagian tengah, mengikuti pola tata ruang rumah nDalem Jawa. Dua kamar berukuran 4,60 x 4,10 meter, dua kamar lainnya 4,50 x 4,10 meter, dan kamar keluarga berukuran 9,10 x 4,10 meter.
  • Bagian Belakang Terdapat tiga ruangan tambahan yang difungsikan sebagai gudang, kamar pembantu, dapur, dan dua kamar mandi. Gudang berukuran 3,50 x 2,825 meter, sedangkan ruangan lainnya berukuran 3,50 x 3,20 meter.
  • Teras Belakang Teras terletak di bagian belakang bangunan utama, tepat di depan kamar-kamar belakang.

Bangunan utama menggunakan kolom dari kayu, yang menunjukkan kemungkinan bentuk awal sebagai bangunan semi permanen. Saka atau kolom kayu juga ditemukan pada sudut-sudut kamar dan ruang terbuka bagian depan. Lantai gedung menggunakan tegel abu-abu, tetapi sebagian ruangan telah diganti menggunakan keramik. Pintu menggunakan panil krepyak dan terdapat ventilasi tambahan di atas pintu.

2. Pavilium

Pavilium terletak di sisi barat Bangunan Utama dan saat ini difungsikan sebagai ruang arsip. Bangunan ini memiliki atap kampung dan berukuran 3,80 x 8,50 meter.[1]

Referensi

  1. ^ a b "JOGJACAGAR | Sistem Informasi Cagar Budaya". jogjacagar.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2025-06-18.
  2. ^ "Bangunan Kepanjen di Sanggrahan Berbah". Dinas Kebudayaan Sleman. 2020-06-25. Diakses tanggal 2025-06-18.
  3. ^ a b "Bangunan Kepanjen". Budaya Kita. Diakses tanggal 2025-06-18.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement