Kedunggalar, Ngawi

Kedunggalar
ꦏꦺꦢꦸꦁꦒꦭꦂ
Museum Trinil
Museum Trinil
Kedunggalar di Kabupaten Ngawi
Kedunggalar
Kedunggalar
Peta lokasi Kecamatan Kedunggalar
Koordinat: 7°25′01″S 111°18′38″E / 7.416980°S 111.310457°E / -7.416980; 111.310457
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenNgawi
Pemerintahan
 • CamatDr. Arshad Ragandhi, S.IP., M.Si.
Populasi
 (2024)[1]
 • Total73.669 jiwa
Kode pos
63254
Kode Kemendagri35.21.11 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3521130 Suntingan nilai di Wikidata
Luas100,60 km²[2]
Kepadatan732 jiwa/km²
Desa/kelurahan12 desa[2]
Situs webkedunggalar.ngawikab.go.id
Peta
PetaKoordinat: 7°26′2″S 111°18′2″E / 7.43389°S 111.30056°E / -7.43389; 111.30056


Kedunggalar[3] (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦏꦺꦢꦸꦁꦒꦭꦂ) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini terletak 19 km dari Kecamatan Ngawi ke arah barat. Kecamatan Kedunggalar terletak di sebelah utara Gunung Lawu.

Geografis

Kecamatan Kedunggalar terletak di wilayah Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia dengan luas wilayah 100,60 km²[2]. Kecamatan Kedunggalar berada pada ketinggian 150-200 meter di atas permukaan laut.

Batas wilayah

Batas-batas wilayah Kecamatan Kedunggalar adalah sebagai berikut:[1]

Utara Kecamatan Pitu
Timur Kecamatan Paron
Selatan Kecamatan Jogorogo dan
Kecamatan Ngrambe
Barat Kecamatan Widodaren

Pembagian administratif

Kecamatan Kedunggalar terdiri dari 12 desa,[2] yaitu:

Transportasi

Kecamatan Kedunggalar dilintasi oleh jalan nasional yang menghubungan SurabayaNgawiYogyakartaJakarta dan terdapat terminal tipe C Sidowayah di Desa Jenggrik yang terletak 5 km utara dari ibu kota kecamatan Kedunggalar. Terminal Sidowayah merupakan perhentian bus AKAP (Antarkota Antarprovinsi), Angkutdes (Angkutan Pedesaan), dan Angkota (Angkutan Perkotaan). Di kecamatan Kedunggalar juga terdapat stasiun kereta api yaitu Stasiun Kedunggalar yang terletak di Desa Kedunggalar.

Ekonomi

Masyarakat Kecamatan Kedunggalar mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Pusat perekonomian kecamatan Kedunggalar terpusat di desa Kedunggalar di mana terdapat pasar tradisional Kedunggalar dan pasar ternak (kambing) Kedunggalar. Di kecamatan kedunggalar juga terkenal dengan usaha kerajinan bonggol jati (akar pohon jati) yang dibuat dalam berbagai bentuk produk mebel, patung dan kerajinan-kerajinan lainnya.

Museum dan monumen

Di Kecamatan Kedunggalar terdapat Museum Trinil,[4] Monumen Soerjo dan Arca Banteng.[butuh rujukan] Museum Trinil terletak di Desa Kawu.[5] Jaraknya sekitar 10 km dari ibu kota kecamatan.[butuh rujukan] Pada Museum Trinil terdapat fosil manusia dalam spesies Pithecantropus Erectus.[6] Selain itu, di Museum Trinil terdapat gading gajah purba,[7] dan beberapa peninggalan purbakala. Arca Banteng merupakan peninggalan kerajaan Majapahit yang ditemukan pada area persawahan warga desa Wonorejo. Kemudian terdapat pula monumen Soerjo, monumen Soerjo dibangun sebagai penghormatan kepada gubernur pertama Jawa Timur Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo bersama dua polisi perwira yang dibunuh oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) di hutan jati. Pada Monumen Soerjo, patung RM Soerjo menunjuk kearah makamnya.

Pendidikan

Kecamatan Kedunggalar yang memiliki 12 desa sedikitnya memiliki 80 sekolah mulai dari tingkat SD/MI hingga tingkat SMA/MA dan SMK. Data tersebut diperoleh dari Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Berikut Tabel selengkapnya.

Tingkat Pendidikan Negeri Swasta Jumlah
SD/MI 51 15 66
SMP/MTS 4 4 8
SMA/MA 1 2 3
SMK 0 3 3

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2025" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 24 Desember 2025.
  2. ^ a b c d Kecamatan Kedunggalar Dalam Angka 2025. Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi. 26 September 2025. Diakses tanggal 24 Desember 2025.
  3. ^ Kecamatan Kedunggalar - www.ngawikab.go.id
  4. ^ Pusdatin Kemendikdasmen (2025). "Daftar Museum Kebudayaan per Kec. Kedunggalar". Data Referensi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  5. ^ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid II (PDF). Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 182. ISBN 978-979-8250-67-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ Diskominfotiksan Ngawi (18 Januari 2018). "Museum Trinil". Pemerintah Kabupaten Ngawi. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  7. ^ Kun (28 Juni 2017). Kuncoro (ed.). "Gading Gajah Purba Di Museum Trinil Jadi Pusat Perhatian Pengunjung". Sinar Ngawi. Diakses tanggal 5 Juni 2025.

Pranala luar


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement