Jenangan, Ponorogo
Jenangan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Ponorogo | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Sugeng Prasetyo, S.Sos., M.M. | ||||
| Populasi (2023) | |||||
| • Total | 62.646 jiwa | ||||
| Kode pos | 63492 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.02.18 | ||||
| Kode BPS | 3502190 | ||||
| Luas | 68,08 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 17 | ||||
| |||||
Jenangan adalah kecamatan di Kabupaten Ponorogo yang terletak di utara dan berbatasan dengan Kabupaten Madiun. Jenangan dilewati jalur penghubung Madiun menuju kawasan Pasar Pon / Kota Lama yang berada di timur pusat kota Ponorogo. Kelurahan Setono dan Singosaren merupakan bagian dari Kota Lama atau Kutho Wetan yaitu bekas ibu kota Ponorogo sebelum tahun 1837. Bahkan di Setono terdapat makam tokoh pendiri Ponorogo sekaligus penyebar Agama Islam di wilayah ini yaitu Batoro Katong.[1][2] Pusat kecamatan Jenangan berada di Desa Jenangan yang dilalui jalan raya penghubung ibu kota kabupaten dengan objek wisata di Kecamatan Ngebel.
Geografi

Jenangan adalah kecamatan di Ponorogo di utara yang berbatasan dengan Madiun. Pintu masuk Ponorogo dari arah Madiun berada di Kecamatan Jenangan tepatnya di kawasan perempatan Ngepos Mlilir di Desa Ngrupit.[3] Di perempatan tersebut, jalur utama menuju pusat kota Ponorogo mengalami percabangan. Jalan yang satu melalui Kecamatan Babadan dan langsung mencapai ibu kota, sedangkan jalur lainnya (Jl. Puspita Jaya - Jl. Niken Gandini) melalui Kecamatan Jenangan dan berakhir di kawasan Kota Lama / Pasar Pon di timur kota.[4] Pusat kecamatan Jenangan berada agak ke timur, tepatnya di Desa Jenangan yang terdapat Pasar Jenangan. Jalan Raya Jenangan menjadi penghubung pusat kota Ponorogo dengan kawasan pariwsata Ngebel di lereng Gunung Wilis.[5]
Geografi Kecamatan Jenangan beraneka ragam. Bagian barat Jenangan berupa dataran rendah yang didominasi lahan persawahan kecuali daerah tertentu seperti Kota Lama / Pasar Pon yang mulai mengalami urbanisasi yang pesat. Bagian selatan Jenangan di perbatasan dengan Kecamatan Pulung merupakan kawasan hutan kayu putih yang dikelola Perhutani. Selanjutnya di bagian paling timur Jenangan seperti Desa Wates di perbatasan dengan Kecamatan Ngebel berada di kaki Gunung Wilis dengan geografi berbukit-bukit.[5]
Batas wilayah Jenangan adalah sebagai berikut:[5]
| Utara | |
| Timur | Kecamatan Pulung dan Kecamatan Ngebel |
| Selatan | Kecamatan Siman |
| Barat | Kecamatan Babadan |
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Jenangan terdiri dari 2 kelurahan dan 15 desa yang terbagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[5]
Daftar kelurahan
| No. | Nama Kelurahan | Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Setono | Krajan, Gondoloyo, Plampitan, Serut | [5] |
| 2 | Singosaren | Krajan, Jepuran, Jetak, Panjen, Segaran, Semampir, Tawangsari | [5] |
Daftar desa
| No. | Nama Desa | Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Jenangan | Krajan I, Krajan II, Bengkeluk, Dangean, Gandong, Gogokalang, Mbebek, Mberan, Pelemgurih, Simo | [5] |
| 2 | Jimbe | Krajan I, Krajan II, Dongeng, Sekopek, Selembu, Setutup, Yanggong | [5] |
| 3 | Kemiri | Krajan, Bandil, Godean, Ngasem, Plosorejo, Slendro, Tumpuk | [5] |
| 4 | Mrican | Krajan, Jali, Klego, Nguluk, Pondok, Trenceng | [5] |
| 5 | Nglayang | Krajan I, Krajan II, Bulusari, Mojoraden, Ndetengan, Sebanjar, Swanti, Tumpangrejo | [5] |
| 6 | Ngrupit | Krajan, Gentan, Jebegan, Gunung Gae, Karanganyar, Ledokan, Ngepos, Tenggang | [6] |
| 7 | Panjeng | Krajan, Ngembes, Ngrandu, Tangar | [5] |
| 8 | Paringan | Krajan, Bagusan, Gondangan, Krangkungan, Plintir, Semambu | [5] |
| 9 | Pintu | Krajan, Desan, Ngadiro | [5] |
| 10 | Plalangan | Krajan I, Krajan II, Bakayen, Klampisan, Nglegok, Puyut, Selorejo, Setanjung, Sewelut, Sumbulan[a], Wonoasri | [5] |
| 11 | Sedah | Krajan, Gundi, Jasem, Sidorejo | [5] |
| 12 | Semanding | Krajan, Bulusulur, Jatisari, Nglogung | [5] |
| 13 | Sraten | Krajan, Gading, Sonokembang | [5] |
| 14 | Tanjungsari | Krajan I, Krajan II, Malang Kidul, Pakem, Sekekep | [5] |
| 15 | Wates | Krajan, Banggle, Galih, Ngromo, Pathuk, Poh Poh, Thuk Gedangan, Thuk Tengah | [5] |
Catatan
Tempat terkenal

Sektor Wisata dan Sejarah
- Komplek Makam Bathoro Katong di Kelurahan Setono [8]
- Taman Kreasi Alam Jatimori di Kelurahan Setono
- Mata Air Sendang Lanang Gondoloyo di Kelurahan Setono
- Makam Gondoloyo - makam dari Bupati Ponorogo ke-13 yaitu Surodiningrat II yang juga sekaligus bupati terakhir sebelum pemindahan ibu kota dari Kota Lama / Kutho Wetan[9]
- Wisata Bollu Ledok Dingkil (WBLD Jenangan) di desa Jenangan
- Situs Watu Wayang Pandawa di dukuh Pelemgurih, Jenangan[10]
- Surau Tua Musholla Angkringan 1905 di desa Plalangan
- Mata Air Sendang Lanang di desa Plalangan
- Wisata kampung Mati Sumbulan di desa Plalangan[7]
- Padepokan Pusat Pencak Silat Pagar Nusa Satria Perkasa Sejati (SAPERTI) di desa Plalangan [11]
- Tugu Reog Ponorogo perbatasan kota di desa Nguprit [12]
- Taman Wonodadi Gunung Sari di desa Nguprit
- Eduwisata Ndalem Kerto di desa Nguprit
- Situs batu Lingga-Yoni di Desa Pintu[13]
- Puncak Gunung Dangean di desa Sraten [14]
Sektor Pendidikan Favorit
- SMKN 1 Jenangan Ponorogo atau dikenal STM JENPO di kelurahan Setono
- SMK Pemkab Ponorogo di kelurahan Setono [15]
- UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo - Kampus 2 di desa Pintu
- LPK Jepang Bina Nusantara Sejahtera di desa Plalangan [16]
- LPK Korea BMC di desa Plalangan [17]
Sektor Fasum
- Pasar Jenangan
- Pasar Pon / Kota Lama
- Dam Sedah
- Puskesmas Jenangan
- Puskesmas Setono
- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Mrican[18]
Sektor Kerajinan dan Produk
- Kerajinan Batu Bata di desa Plalangan
- Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) di desa Plalangan
- Kerajinan Reog Ponorogo di desa Sraten
- Pabrik Rokok Candra Surya Abadi di desa Nguprit
Sektor Seni Budaya
Di Jenangan setidaknya terdapat lebih 40 Grup Reog Ponorogo. Selain itu terdapat Kesenian Gajah-Gajahan, Campursari, Gamelan dan Kompang.
Wacana pemekaran kecamatan
Salah satu wacana pemekaran kecamatan yang telah dibahas pemerintah kabupaten adalah Kecamatan Kota Lama yang wilayahnya mencakup daerah-daerah yang dulunya merupakan bagian dari Kota Lama yang merupakan bekas ibu kota Ponorogo sebelum tahun 1837. Kota Lama juga disebut dengan Kutho Wetan yang berarti "Kota Timur", sedangkan ibu kota Ponorogo sekarang disebut Kutho Tengah. Sekarang Kota Lama menjadi kawasan Pasar Pon yang cukup ramai dan wilayahnya terpecah di antara Kecamatan Ponorogo, Babadan, Siman, dan Jenangan. Wilayah Jenangan yang diwacanakan menjadi bagian dari kecamatan baru ini mencakup Kelurahan Setono (terdapat makam pendiri Ponorogo yaitu Batoro Katong) dan Singosaren, serta Desa Mrican dan Plalangan.[1]
Referensi
- ^ a b "Dua Kecamatan Baru Segera Berdiri di Ponorogo". teropongnusa.com. 2020-09-12.
- ^ Alfina (2024-09-04). "Makam Batoro Katong: Pusaka Spiritual Ponorogo". ASWAJA NEWS - aswajanews.isnuponorogo.org.
- ^ Wilda Fajriah (2021-07-12). "Mengenal Tugu Reog Ngepos Mlilir, Orang Luar Jangan Berani Lewat jika Tak Ingin Menangis". iNEWS.id.
- ^ Ahmad Fauzani (2024-11-25). Yanuar D (ed.). "Banjir Tutup Akses Jalan Niken Gandini Ponorogo". jatimnow.com.
- ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t Kecamatan Jenangan Dalam Angka 2017. BPS Kabupaten Ponorogo. 2017-09-26.
- ^ PROFIL DESA NGRUPIT 2024 (PDF). Pemerintah Desa Ngrupit.
- ^ a b "Sumbulan Sebuah Dusun di Ponorogo yang Hilang". RADAR MADIUN. 2021-03-03.
- ^ "Punya 10 Pelataran, Seluas 4 Hektare, Ada Makam Batoro Katong, Patih Seloaji, Ki Ageng Mirah". Pemerintah Kabupaten Ponorogo (dalam bahasa American English). 2025-06-26. Diakses tanggal 2026-03-26.
- ^ Shandy A A Miraza, Damar Sasongko, Purwanto PW (2016-05-12). "Makam Surodiningrat II Gondoloyo Setono Jenangan". asliponorogo.com. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Mizan Ahsani (2019-04-15). "Di Balik Eksplorasi Situs Watu Wayang di Pelemgurih, Jenangan". RADAR MADIUN.
- ^ Jawara, Warta (2022-10-12). "Sejarah Pagar Nusa Satria Perkasa Sejati". Wartajawara.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-03-26.
- ^ Dimyati, Vien (2021-07-12). "Mengenal Tugu Reog Ngepos Mlilir, Orang Luar Jangan Berani Lewat jika Tak Ingin Menangis". iNews.ID. Diakses tanggal 2026-03-26.
- ^ Charolin Pebrianti (2022-02-13). "Batu Lingga Yoni di Ponorogo dan Mitosnya". DETIK.
- ^ Sofyan, Ahmad. "Berada di Puncak Gunung Dangean Ponorogo, Petilasan Putra Kanjeng Sunan Giri Jadi Jejak Sejarah Syekh Amongrogo - Malang Network". Berada di Puncak Gunung Dangean Ponorogo, Petilasan Putra Kanjeng Sunan Giri Jadi Jejak Sejarah Syekh Amongrogo - Malang Network. Diakses tanggal 2026-03-26.
- ^ FM, Gema Surya (2020-09-10). "SMK Pemkab Ponorogo, Sekolah Pertama yang Dikukuhkan Sebagai SMK Tangguh Semeru 2020". Gema Surya FM. Diakses tanggal 2026-03-26.
- ^ Bhirawa, Redaksi (2026-02-02). "Rayakan HUT Ke-15, LPK BNS Ponorogo Didorong Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja". Harian Bhirawa (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-03-26.
- ^ humas, admin (2025-06-13). "Ketua LPK BMC Korea Kabupaten Ponorogo Apresiasi Kinerja Polri Atas Terciptanya Kamtibmas Aman dan Kondusif". Tribratanews Polres Ponorogo (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-03-26.
- ^ "Setiap Hari, Pemkab Ponorogo Olah 100 Ton Sampah di TPA Mrican". kominfo.jatimprov.go.id. Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 2024-05-30.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



