Irsan Arifin
Mochamad Irsan Arifin, M.A. adalah seorang guru olahraga dan pelatih pemain bulu tangkis asal Indonesia yang aktif pada dekade 1960-an. Ia mengajar sekaligus memimpin Lembaga Akademi Pendidikan Jasmani (LAPD) hingga berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Olahraga (STO) Bandung. Ia penisun sebagai pegawai Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) dengan jabatan terakhir Kepala Pusat Penyegaran Jasmani.[1]
Masa muda dan pendidikan
Mochamad Irsan Arifin dilahirkan di Payakumbuh, Sumatera Barat pada tangal 14 November 1923. Ia merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara dalam keluarga Minangkabau, yakni pasangan Arifin dan Zaidar.[2] Sang ayah adalah dokter lulusan STOVIA. Adik dari ayahnya bernama Abdoel Moeis.[3][4]
Irsan Arifin menamatkan pendidikan di HIS di Jakarta, SGPD di Bandung, dan Koning Willem III School di Batavia. Lalu, ia menyelesaikan pendidikan tinggi di Lembaga Akademi Pendidikan Jasmani (LAPD) di Bandung pada 1953 dan memperoleh gelar M.A. dari Universitas Michigan, Amerika Serikat pada 1962.[2]
Karier
Sebelum menjadi pelatih bulu tangkis, Irsan menekuni karier sebagai pengajar di LAPD di Bandung begitu tamat dari lembaga trsebut pada akhir 1953. Sebelumnya, saat masih menjadi siswa LAPD, ia sudah bekerja sebagi guru honoer yang mengajarkan olahraga di Sekolah Teknik Pertama di Bandung.
Dalam perjalanannya,LAPD berubah menjadi Sekolah Tinggi Olahraga (STO) sebelum menjadi fakultas di bawah naungan Universitas Padjadjaran pada tahun 1962. Di sini, ia mengajar sampai 1969 hingga mencapai pangkat lektor lepala. Setelah itu, ia pindah ke Direktorat Jenderal Olahraga dan Pemuda Depdikbud dan pensiun sebagai Kepala Pusat Penyegaran Jasmani .[2]
Sebagai pelatih bulu tangkis, beberapa atlet yang pernah dibina oleh Irsan yakni Christian Hadinata, Rudy Hartono, Minarni Soedaryanto, Ade Chandra, dan Tjun-Tjun.[1] Christian Hadinata mengenang Irsan sebagai pelatih yang "cermat menganalisis titik kemampuan pemain".[5][6]
Pernikahan
Irsan menikah dengan Siti Hanidah (Ida) Datuk Tumangguang pada 23 November 1950 di Bandung. Istrinya merupakan cucu dari adik ayahnya yang bernama Zubahdah. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak bernama Dhyan Istiqlal Irsan dan Moh. Luthfty. Sang istri ikut membantu perekonomian keluarga dengan berdagang.[2]
Kematian
Sejak tahun 1968, Irsan mengidap sakit jantung sehingga tingkat kesehatannya menurun. Ia meninggal dunia pada 8 Desember 1970 di Bangkok, Thailand saat bersiap mengikuti pembukaan Pesta Olahraga Asia ke-6. Usai disemayamkan di KBRI di Bangkok, jenazahnya diterbangkan ke Indonesia untuk dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung. Pasca-kematiannya, PBSI menunjuk pelatih Stanley Gouw.[1]
Referensi
- ^ a b c Apa & siapa sejumlah orang Indonesia. Grafiti Pers. 1981.
- ^ a b c d Maulwi Saelan (1981). Irsan, M.A.: hasil karya dan pengabdiannya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ LP3ES. Lembaga Penelitian, Pendidikan & Penerangan Ekonomi dan Sosial. 1977.
- ^ Hatta, Mohammad (2002). Mohammad Hatta: memoir : terbitan khusus satu abad Bung Hatta. Yayasan Hatta. ISBN 978-979-97081-0-6.
- ^ Ekspres. PT Aksi Press. 1970.
- ^ Satiadarma, Dr Monty P. (2013-09-02). Rahasia Ketangguhan Mental Juara Christian Hadinata. Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-979-9106-13-1.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


