Arifin St. Saidi Maharadja

dr. Arifin St. Saidi Maharadja (1890-1944) adalah seorang dokter Indonesia pada masa Hindia Belanda. Ia banyak bertugas di Sumatera Barat, sebelum menetap di Jakarta sejak tahun 1935. Ia aktif dalam mengampanyekan program kesehatan ibu dan anak, di antaranya dengan mengadakan rumah bersalin di Bukittinggi dan sekolah dukun beranak (vroedvrouwen) di Jakarta.[1][1]

Dikenal sebagai dokter yang berdedikasi, ia dipercaya menjadi anggota Volksraad (1931–1935) mewakili golongan pribumi. Setelah itu, ia terus fokus pada kampanye kesehatan. Ia memimpin Divisi Medisch Hygiënische Propaganda di bawah Dienst van de Volksgezondheid (DVG). Terakhir, sebelum meninggal pada masa pendudukan Jepang, ia bertugas sebagai dokter kabupaten (dokabu) Jatinegara.[1]

Kehidupan awal dan pendidikan

Arifin lahir di Nagari Sungai Pua, Sumatera Barat pada 23 Oktober 1890 dari pasangan Soelaiman Dt Toemanggoeng dan Siti Djariah. Ia merupakan adik dari Abdul Muis. Tamat dari Europeesche Lagere School (ELS) pada 1903, ia melanjutkan studi kedokteran di School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) dan lulus dengan gelar Indisch Arts pada 1912.[1]

Kiprah

Sebagai dokter pemerintah, ia pernah ditugaskan di Sumatra dan Jawa. Dari 1912 hingga 1917, ia bertugas di Medan, Deli, Labuhan Deli, Cirebon, dan Bandung. Di Sumatra Barat, ia bertugas setahun di perusahaan tambang Sawahlunto (1917–1918) dan dua tahun di Batusangkar (1918–1920). Sesudah itu, ia berpraktik di Payakumbuh di luar pelayanan pemerintah (1920–1930), merangkap sebagai dokter perusahaan kina Halaban dan dokter perusahaan tambang Manggani (1928–1929).[1] Ia berada di Bukittinggi sebelum pindah ke Jakarta pada tahun 1935.

Di Sumatera Barat, keberadaan Arifin telah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap dokter. Sosoknya digambarkan oleh Jahja Datoek Kajo: "kalau orang sakit datang kepada dokter itu minta pertolongan, maka kalau ia sudah berbicara saja dengan dokter itu, ia pun telah merasa badannya sembuh."[2] Ia pernah sebentar mengadakan rumah bersalin di Bukittinggi (yang nantinya dilanjutkan oleh dokter Goelam).[1]

Sekotar tahun 1935, ia pindah ke Jakarta dan bergabung dengan DVG. Ia memimpin Divisi Medisch Hygiënische Propaganda (1935–1942) yang didirikan John L. Hydrick. Dalam kapasitasnya ini, ia menjalankan proyek demonstrasi kesehatan masyarakat di beberapa desa sekitar Purwokerto (1938–1942).[3][1]

Di bidang sosial dan masyarakat, Arifin merupakan anggota Boedi Kemoeliaan (1935–1941), perkumpulan yang mempromosikan keperawatan pribumi. Perkumpulan ini mengoperasikan klinik rawat jalan di Jalan Abdul Rahman Saleh serta mengelola sekolah pelatihan untuk dukun beranak (vroedvrouwen).[1]

Anggota Volksraad

Sebagai anggota Volksraad, isu-isu yang disuarakan Arifin terutama berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Dalam sidang tahun 1934, ia menentang kebijakan desentralisasi pengelolaan rumah sakit. Ia menyebut contoh kegagalan rumah sakit kota di Bandung dan Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ) di Semarang karena masalah finansial. Sebagai alternatif, ia mengusulkan rumah sakit tetap dikelola oleh pemerintah dengan kewajiban kontribusi keuangan dari daerah yang disesuaikan.[4]

Kehidupan pribadi

Arifin St. Saidi Maharadja menikah dengan Zaidar. Pasangan ini dikaruniai tujuh orang anak. Salah seorang dari mereka, yakni Irsan Arifin. Arifin meninggal dunia di RSCM, Jakarta pada masa pendudukan Jepang.

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h Orang Indonesia jang terkemoeka di Djawa. Gunseikanbu. 1944. hlm. 138. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ B.R, Azizah Etek, Mursyid A. M. , dan Arfan (2008-01-01). Kelah Sang Demang Jahja Datoek Kajo ; Pidato Otokritik di Volksraad 1927-1939. Lkis Pelangi Aksara. ISBN 978-979-1283-58-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  3. ^ Pols, Hans (2018-08-09). Nurturing Indonesia: Medicine and Decolonisation in the Dutch East Indies (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 978-1-108-42457-8.
  4. ^ Handelingen van den Volksraad Zittingsjaar 1934. Batavia: Landsdrukkerij.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement