Hutan Mangrove Wonorejo

Kawasan mangrove di Wonorejo, Kota Surabaya, salah satu titik pencegah abrasi di zona hilir DAS Brantas.
Kawasan mangrove di Wonorejo, Kota Surabaya, salah satu titik pencegah abrasi di zona hilir DAS Brantas.

Hutan Mangrove Wonorejo adalah kawasan ekosistem mangrove yang terletak di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Jawa Timur.[1] Kawasan ini memiliki luas sekitar 200 hektare dan merupakan bagian dari wilayah konservasi pesisir yang dikenal sebagai Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya).[2]

Sejarah dan Pengelolaan

Kawasan ini awalnya dikembangkan sebagai upaya mitigasi abrasi di pesisir timur Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya mulai membuka akses publik ke kawasan ini pada tahun 2010 sebagai bagian dari strategi pengembangan wilayah pesisir.[2] Pengelolaan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas lokal, dan berbagai lembaga swasta dalam bentuk kegiatan rehabilitasi dan edukasi lingkungan.[2][3]

Ekosistem dan Keanekaragaman Hayati

Hutan mangrove Wonorejo menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna pesisir. Jenis vegetasi utama yang ditemukan di kawasan ini meliputi Rhizophora spp., Avicennia spp., Nypa fruticans, dan Excoecaria agallocha. Fauna yang tercatat antara lain kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kepiting bakau, serta lebih dari 140 spesies burung, termasuk 12 spesies yang dilindungi dan 30 spesies langka.[2]

Fungsi Ekologis

Hutan Mangrove Wonorejo memiliki peran penting dalam:[2][3]

  • Menahan abrasi dan intrusi air laut
  • Menyerap karbon dan meningkatkan kualitas udara
  • Menyediakan habitat bagi biota pesisir
  • Menyaring limbah dan meningkatkan kualitas air tanah

Mangrove Wonorejo sebagai penyangga DAS Brantas

Kawasan Mangrove Wonorejo berada di wilayah pesisir timur Kota Surabaya, yang merupakan bagian dari zona hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.[1] Sungai Brantas, sebagai sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa, memiliki aliran yang bercabang menuju Surabaya dan Sidoarjo di bagian hilirnya. Kawasan Wonorejo termasuk dalam zona muara sungai yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan kualitas air dari DAS Brantas.[4]

Penelitian oleh LIPI (sekarang BRIN) menunjukkan bahwa vegetasi mangrove di Wonorejo merupakan bagian dari ekosistem hilir DAS Brantas yang mengalami tekanan ekologis akibat pencemaran dan alih fungsi lahan. Jenis mangrove seperti Acanthus ilicifolius (Jeruju) kini tumbuh dominan, menjadi indikator kerusakan vegetasi asli muara.[4][5]

Kawasan ini juga menjadi lokasi konservasi tumbuhan riparian dan wetland yang berpotensi memperbaiki kualitas lingkungan DAS Brantas secara alami, seperti menyerap logam berat dan polutan dari aliran sungai.[4]

Konservasi dan Edukasi

Penurunan luasan hutan mangrove Wonorejo akibat konversi lahan dan sedimentasi.
Penurunan luasan hutan mangrove Wonorejo akibat konversi lahan dan sedimentasi.

Kawasan ini juga difungsikan sebagai pusat edukasi lingkungan dan konservasi mangrove. Kegiatan yang dilakukan meliputi penanaman bibit mangrove, pelatihan masyarakat, dan kampanye pelestarian ekosistem pesisir. Hingga tahun 2023, lebih dari 350.000 bibit mangrove telah ditanam melalui berbagai program kolaboratif.[2][3]

Tantangan dan Isu Lingkungan

Meski memiliki potensi ekologis yang besar, kawasan ini menghadapi tantangan seperti:[2]

  • Penurunan luasan hutan akibat konversi lahan dan sedimentasi
  • Pembalakan liar dan penurunan kualitas habitat
  • Dampak negatif dari pengembangan wisata yang belum sepenuhnya berbasis prinsip konservasi

Akses dan Lokasi

Peta
Kawasan Mangrove Wonorejo

Mangrove Wonorejo berlokasi di Jalan Raya Wonorejo No.1, Surabaya, sekitar 30–40 menit dari Bandara Internasional Juanda. Kawasan ini dapat diakses melalui jalur darat dan sungai, dengan fasilitas seperti jembatan kayu, dermaga, dan jalur perahu.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK". geoportal.menlhk. Diakses tanggal 2025-07-20.
  2. ^ a b c d e f g Iqbal, Muhamad (2022-09-05). "Berkunjung ke Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya". Diakses tanggal 2025-07-20.
  3. ^ a b c "Mangrove Wonorejo". mangrovewonorejo.com. Diakses tanggal 2025-07-20.
  4. ^ a b c Arifin, Zainul (2021-04-27). "Mengkonservasi Tumbuhan Potensial Pemulih Lingkungan DAS Brantas -". Terakota. Diakses tanggal 2025-07-20.
  5. ^ Liputan6.com (2021-04-03). "Konservasi Tumbuhan Potensial Pemulih Ekosistem Sungai Brantas". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-07-20. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement