Garis pantai purba
Paleoshoreline atau garis pantai purba merupakan garis pantai yang terbentuk pada masa geologis lampau. Istilah paleo- berasal dari bahasa Yunani kuno yang berarti “tua” atau “purba”.[1] Garis pantai purba terbentuk akibat perubahan muka air laut sepanjang waktu geologis, yang sebagian besar disebabkan oleh proses pencairan dan pembekuan lapisan es.[2]
Fluktuasi muka laut terutama disebabkan oleh proses pencairan dan pembekuan lapisan es di kutub. Posisi paleoshoreline sangat berbeda dengan garis pantai modern, dan keberadaannya dapat digunakan untuk merekonstruksi tingkat muka laut purba, lingkungan masa lalu, serta komunitas ekologi kuno.Garis pantai purba terbentuk melalui proses pelestarian geologis yang unik dan memberikan wawasan tentang pembentukan serta pemahaman struktur laut.[3] Paleoshoreline juga dapat ditemukan di danau purba.[4] Rekonstruksi garis pantai purba membantu peneliti memahami migrasi spesies, susunan ekologi modern, dan kondisi iklim purba.
Rata-rata muka laut dapat mengalami kenaikan dan penurunan dalam rentang waktu yang sangat panjang (ribuan hingga jutaan tahun), menghasilkan garis pantai purba yang sulit diidentifikasi, tetapi sering ditemukan pada struktur pantai yang bertahan lama seperti pantai berpasir, gumuk pasir, dan terumbu karang.[3] Dalam skala waktu yang lebih pendek, pasang surut menyebabkan pergerakan laut maju dan mundur sekitar dua kali per hari, sedangkan kondisi cuaca dapat menimbulkan variasi tambahan. Garis pantai juga dapat berubah akibat erosi tanpa adanya perubahan muka laut. Sebuah perched coastline atau garis pantai menggantung merupakan contoh garis pantai fosil yang kini berada di atas garis pantai modern.
Di lepas pantai beberapa wilayah Amerika Utara, dalam 21.000 tahun terakhir, muka laut telah bervariasi dari lebih dari 130 meter di bawah hingga lebih dari 130 meter di atas permukaan laut saat ini.[5][6] Dalam kurun waktu tersebut, manusia telah tinggal wilayah Amerika Utara secara berkesinambungan.[7] Di daerah dengan landas benua yang datar, posisi paleoshoreline dapat berada lebih dari 160 kilometer dari garis pantai modern.[6]
Pembentukan
Paleoshoreline dapat direkonstruksi dan diidentifikasi melalui struktur geologis yang sebelumnya berada di daratan sebelum kenaikan muka laut. Selama waktu geologis, fluktuasi muka laut terutama disebabkan oleh pencairan dan pembekuan lapisan es serta pergerakan lempeng tektonik. Pencairan lapisan es meningkatkan volume air laut dan menyebabkan kenaikan muka laut, sedangkan ekspansi termal air laut turut berperan dalam peningkatan volume tersebut.[8] Pergerakan lempeng tektonik juga memengaruhi muka laut dengan mengubah bentuk cekungan samudra.[9]
Jenis sedimen dan waktu pembentukan menentukan kemampuan garis pantai purba untuk terawetkan dalam endapan laut. Faktor-faktor tersebut membantu menjelaskan bagaimana garis pantai purba dapat bertahan terhadap fluktuasi muka laut selama waktu geologis. Kalsium karbonat yang digunakan dalam cangkang invertebrata laut seperti karang, remis, dan kerang berperan penting dalam pelestarian paleoshoreline karena lebih tahan terhadap erosi dan mampu mempertahankan struktur melalui perubahan muka laut.[5] Fenomena serupa juga ditemukan pada lingkungan danau, di mana danau dapat memiliki garis pantai purba.[10][10] Paleoshoreline juga telah diidentifikasi pada planet Mars, misalnya pada formasi Burgsvik dan wilayah dikotomi Mars.[11][12]
Referensi
- ^ "Dictionary.com | Meanings & Definitions of English Words". Dictionary.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-09.
- ^ Poore, Richard Z.; Williams, Richard S.; Tracey, Christopher (2000). "Sea Level and Climate". Fact Sheet. doi:10.3133/fs00200. ISSN 2327-6932.
- ^ a b "Paleoshorelines: Time capsules of the ocean's ancient shorelines". oceanbites (dalam bahasa American English). 2017-06-07. Diakses tanggal 2025-11-09.
- ^ The Present as a Key to the Past: Paleoshoreline Correlation Insights from Great Salt Lake (dalam bahasa American English). Vol. 20. Elsevier. 2016-01-01. hlm. 1–27. doi:10.1016/b978-0-444-63590-7.00001-9.
- ^ a b "NOAA Ocean Explorer: Sanctuary Quest: Background". oceanexplorer.noaa.gov. Diakses tanggal 2025-11-09.
- ^ a b Joy, Shawn (2019-08-10). "The trouble with the curve: Reevaluating the Gulf of Mexico sea-level curve". Quaternary International. 525: 103–113. doi:10.1016/j.quaint.2019.07.023. ISSN 1040-6182.
- ^ Pigati, Jeffrey S.; Springer, Kathleen B.; Honke, Jeffrey S.; Wahl, David; Champagne, Marie R.; Zimmerman, Susan R. H.; Gray, Harrison J.; Santucci, Vincent L.; Odess, Daniel (2023-10-06). "Independent age estimates resolve the controversy of ancient human footprints at White Sands". Science. 382 (6666): 73–75. doi:10.1126/science.adh5007.
- ^ "Educator Guide: What's Causing Sea-Level Rise? Land Ice Vs. Sea Ice | NASA/JPL Edu". NASA/JPL Edu. Diakses tanggal 2025-11-09.
- ^ "Plate Tectonics and Sea Level Change | EARTH 107: Coastal Processes, Hazards and Society". courses.ems.psu.edu. Diakses tanggal 2025-11-09.
- ^ a b Komatsu, Goro; Brantingham, P. Jeffrey; Olsen, John W; Baker, Victor R (2001-08-01). "Paleoshoreline geomorphology of Böön Tsagaan Nuur, Tsagaan Nuur and Orog Nuur: the Valley of Lakes, Mongolia". Geomorphology. 39 (3): 83–98. doi:10.1016/S0169-555X(00)00095-7. ISSN 0169-555X.
- ^ Erkeling, Gino; Leone, Giovanni; Kereszturi, Ákos (2015). Paleoshoreline (dalam bahasa Inggris). Springer, New York, NY. hlm. 1501–1507. doi:10.1007/978-1-4614-3134-3_248. ISBN 978-1-4614-3134-3.
- ^ Ruiz, Javier; Fairn, Alberto G.; Dohm, James M.; Tejero, Rosa; Castilla, Gabriel; Álvarez-Gómez, Jose A.; Uceda, Esther R. (2004-03). "Should paleoshorelines of ancient Martian oceans be close to present-day equipotential surfaces?". Third European Workshop on Exo-Astrobiology (dalam bahasa Inggris). 545: 281–282. ISSN 1609-042X.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


