Pantai terangkat

Pantai terangkat (Raised beach) disebut juga dengan istilah teras pantai (coastal terrace), atau garis pantai menggantung (perched coastline) adalah permukaan datar hingga sedikit miring yang muncul akibat dari proses geomorfik pesisir, umumnya berupa abrasi yang telah terangkat dari jangkauan aktivitas gelombang.[1] Posisi bentuk lahan ini dapat berada di atas atau di bawah permukaan laut saat ini, bergantung pada waktu pembentukannya. Pada daerah bagian darat, pantai terangkat dibatasi oleh lereng naik, sementara pada bagian laut dibatasi oleh lereng turun. Permukaan yang relatif datar pada umumnya memungkinkan pemanfaatan untuk struktur antropogenik seperti permukiman dan jaringan infrastruktur.[2][3]

Pantai terangkat termasuk bentuk lahan pesisir emergen. Pantai terangkat dan pantai terangkat merupakan daerah Wave-cut platform yang berada di atas garis pantai modern akibat penurunan relatif muka laut.[4] Di beberapa wilayah, rangkaian pantai terangkat terbentuk akibat pengangkatan tektonik yang berlangsung bersamaan dengan fluktuasi muka laut pada periode Kuarter. Banyak teras terbentuk selama puncak interglasial dan dapat dikorelasikan dengan tahapan isotop laut (marine isotope stages).[5]

Morfologi

Platform pada pantai terangkat umumnya memiliki kemiringan antara 1°–5°, yang dipengaruhi oleh kisaran pasang surut masa lalu, dan memperlihatkan profil yang berkisar dari linear hingga cekung. Lebar platform bervariasi, dapat mencapai sekitar 1.000 meter, dan menunjukkan perbedaan antara belahan bumi utara dan selatan.[6] Tebing yang membatasi platform dapat menampilkan variasi kecuraman sebagai hasil interaksi antara proses marin dan proses subaerial. Pada zona peralihan antara platform abrasi dan tebing yang terangkat, umumnya terdapat sudut garis pantai atau tepi dalam (notch) yang merekam posisi garis pantai pada saat ingressi laut maksimum.[7] Platform yang bersifat subhorizontal biasanya berakhir pada tebing pasang rendah, dan keberadaannya berkaitan dengan dinamika pasang surut.[6] pantai terangkat dapat memanjang hingga beberapa puluh kilometer sejajar garis pantai.[2]

Teras yang lebih tua umumnya tertutupi oleh endapan serta material aluvial atau koluvial, sedangkan tingkat wilayah yang lebih tinggi umumnya telah mengalami lebih banyak perubahan sehingga tidak sama bentuk asli.[8] Di wilayah dengan laju pengangkatan tektonik yang relatif cepat (>1 mm per tahun), teras dikorelasikan dengan periode interglasial tunggal. Sebaliknya, pada wilayah dengan laju pengangkatan lebih lambat, teras dapat memiliki asal polisiklik (riwayat pembentukan berulang) yang mencerminkan tahapan naiknya kembali muka laut setelah mengalami periode ekspos dan pelapukan.[1]

Pantai terangkat dapat dapat diselimuti oleh berbagai jenis tanah yang mencerminkan riwayat pembentukan yang beragam. Pada area yang tidak langsung terpapar oleh energi laut yang kuat, material induk berpasir dari endapan tsunami dapat ditemukan. Jenis tanah yang sering dijumpai pada teras marin antara lain planosol dan solonetz.[9]

Referensi

  1. ^ a b Pirazzoli, Paolo A. (2019). Marine Terraces. Cham: Springer International Publishing. hlm. 1142–1144. ISBN 978-3-319-93805-9.
  2. ^ a b Physische Geographie. De Gruyter. 1923-12-31. hlm. 151–436.
  3. ^ Griesinger, Diana; Mattissek, Annika; Wiertz, Thilo (2012). "Leser, Hartmut (Hrsg.): Diercke-Wörterbuch Geographie". Geographische Zeitschrift. 100 (1): 51–52. doi:10.25162/gz-2012-0004. ISSN 0016-7479.
  4. ^ "The Nat |". www.sdnhm.org. Diakses tanggal 2025-11-20.
  5. ^ Johnson, Markes E.; Libbey, Laura K. (1997-04-05). "Global Review of Upper Pleistocene (Substage 5e) Rocky Shores: Tectonic Segregation, Substrate Variation, and Biological Diversity". Journal of Coastal Research (dalam bahasa Inggris). 13 (2). ISSN 0749-0208.
  6. ^ a b Carr, Alan (1985-03). "Book reviews : Pethick. J. 1984: An introduction to coastal geomorphology. London: Edward Arnold". Progress in Physical Geography: Earth and Environment. 9 (1): 150–152. doi:10.1177/030913338500900126. ISSN 0309-1333.
  7. ^ Cantalamessa, Gino; Di Celma, Claudio (2004-06-01). "Origin and chronology of Pleistocene marine terraces of Isla de la Plata and of flat, gently dipping surfaces of the southern coast of Cabo San Lorenzo (Manabı̀, Ecuador)". Journal of South American Earth Sciences. 16 (8): 633–648. doi:10.1016/j.jsames.2003.12.007. ISSN 0895-9811.
  8. ^ Ota, Yoko; Hull, Alan G.; Berryman, Kelvin R. (1991-05). "Coseismic Uplift of Holocene Marine Terraces in the Pakarae River Area, Eastern North Island, New Zealand". Quaternary Research. 35 (3-Part1): 331–346. doi:10.1016/0033-5894(91)90049-b. ISSN 0033-5894.
  9. ^ Finkl, Charles W. (2019). Coastal Soils. Cham: Springer International Publishing. hlm. 563–594. ISBN 978-3-319-93805-9.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement