Faiza Mardzoeki
Siti Faizah Hidayati atau dikenal dengan nama Faiza Mardzoeki (lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, tanggal 7 Februari 1972) adalah seorang penulis naskah drama, sutradara, produser teater dan aktivis kesetaraan perempuan. Pendiri Institut Ungu sebuah lembaga yang bekerja untuk isu perempuan dan hak asasi manusia melalui seni dan kebudayaan.[1][2] Faiza pernah menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (Jakarta Arts Council) Komite Teater periode 2013-2016. Pada 2021 Faiza terpilih sebagai 'Artist of The Year' katagori seni pertunjukan oleh Majalah Tempo. Selain menulis naskah drama, ia juga menulis review film, artikel di berbagai media antara lain The Jakarta Post dan Magdalene. Sebelum fokus ke seni dan aktivisme budaya, ia pernah bekerja di Perserikatan Solidaritas Perempuan (Women Solidarity for Human Rights 1997-2003). Pada 2002, Faiza menikah dengan Dr Maxwell R. Lane, seorang pemikir, aktivis politik progresif, penulis, penerjemah karya-karya Pramoedya Ananta Toer, dan akademisi berkebangsaan Australia.
Karya Drama
Karya sendiri
- Naskah drama Monolog Perempuan Menuntut Malam (2008), ditulis bersama Rieke Diah Pitaloka.[3]
- Naskah drama Nyanyi Sunyi Kembang-Kembang Genjer (2014).[4]
Karya adaptasi
- Naskah drama Perempuan Dititik Nol (2002), diadaptasi dari novel Women At Point Zero karya Nawal El Sadawi.[5]
- Naskah drama Nyai Ontosoroh (2007), diadaptasi dari novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.[6]
- Naskah drama Mereka Memanggilku Nyai Ontosoroh (2010), versi lebih pendek dari naskah 'Nyai Ontosoroh'
- Naskah drama Panggil Saya Kartini (2010), diadaptasi dari kumpulan surat-surat Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang.
- Naskah drama Rumah Boneka (2010), diadaptasi dari naskah teater The Doll’s House karya Henrik Ibsen.[7]
- Naskah drama Mereka Memanggilku Nyai Ontosoroh (2010-2011), diadaptasi dari novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.[8]
- Naskah drama Subversif! (2014-2015), diadaptasi dari naskah drama An Enemy of the People karya Henrik Ibsen.[9]
- Naskah drama adaptasi 'Multatuli bertemu Saijah dan Adinda' dari novel Max Havelaar, karya Multatuli.
- Naskah terjemahan 'Waktu Tanpa Buku' (2020) dari naskah 'Time Without Books' dramawan feminis Norwegia, Lene Therese Tiegen
- Naskah terjemahan dan adaptasi 'Hedda Gabbler' dari drama 'Hedda Gabbler' karya Henrik Ibsen (2021)
Rujukan
- ^ Post, The Jakarta. "Faiza Mardzoeki: For the love of drama". The Jakarta Post. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-15. Diakses tanggal 2016-12-08.
- ^ "Faiza Mardzoeki, Sadarkan Hak Perempuan Lewat Teater". Langit Perempuan (dalam bahasa American English). 2016-11-18. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-12-06. Diakses tanggal 2016-12-08.
- ^ Liputan6.com, Pentas Menyambut Hari Perempuan Sedunia, diarsipkan dari asli tanggal 2016-12-20, diakses tanggal 2016-12-08 Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ Post, The Jakarta. "'The Silent Song of Genjer Flowers': Against despair through storytelling". The Jakarta Post. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-12-20. Diakses tanggal 2016-12-08.
- ^ ""Perempuan Menuntut Malam" untuk Hari Perempuan Sedunia". Kompas.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-21. Diakses tanggal 2016-12-08.
- ^ "'Buku Manusia' Karya Pramoedya Ananta Toer Akan Dipentaskan - KapanLagi.com". www.kapanlagi.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-16. Diakses tanggal 2016-12-08.
- ^ "The Tale of A Desperate Housewife | Jakarta Globe". Jakarta Globe (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2016-12-08.
- ^ "'Mereka Memanggilku Nyai Ontosoroh' Akan Lebih Sempurna". detikcom. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-12-20. Diakses tanggal 2016-12-08.
- ^ Suci, Rahmi. "Subversif!, Pergulatan Kebenaran dan Kekuasaan". CNN Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-12-20. Diakses tanggal 2016-12-08.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


