Cakra (guwung)
| Cakra (guwung) | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| |||||
| Fonem | [r] | ||||
| Unicode | U+A9BF (Jawa) Private Use Area (Bali) | ||||
| Letak penulisan | Di bawah aksara yang dilekatinya. | ||||
Cakra atau guwung (lafal: /gʊwoŋ/) adalah sebuah sandangan dalam aksara Jawa, atau pangangge (lambang yang melekati suatu huruf) dalam Bali, yang melambangkan bunyi /r/. Cakra atau guwung juga merupakan pasangan (Jawa) atau gantungan (Bali) huruf Ra. Menurut sistem klasifikasi Panini, cakra atau guwung termasuk kelompok aksara ardhasuara, atau semivokal. Cakra atau guwung ditulis di bawah aksara yang dilekatinya, sama seperti gantungan aksara.
Penggunaan
Guwung digunakan pada kata yang berpola KKV (konsonan + konsonan + vokal) atau KKKV (konsonan + konsonan + konsonan + vokal). Contoh kata yang berpola KKV adalah: "dra", "pri", "tra", dan sebagainya. Contoh kata yang berpola KKKV adalah: "stra", "ntra", "ndra", dan sebagainya. Bila kata-kata tersebut disalin dari huruf Latin menjadi aksara Bali, maka huruf Latin R diganti dengan Guwung.
| Suku kata berpola KKV | |
|---|---|
| Aksara Bali | Ejaan dengan huruf Latin |
| t - ra | |
| p - ri | |
Guwung macelek

Dalam aksara Bali, guwung tidak boleh ditulis berdampingan dengan pepet. Contohnya pada kata "Krêsna" dan "Trêsna" (ê dibaca seperti huruf e pada kata "kemana", "kenapa"). Agar guwung dan pepet tidak ditulis berdampingan, maka digunakanlah guwung macelek (lafal: /guwʊŋ mət͡ʃələʔ/). Guwung macelek itu sendiri juga merupakan gantungan aksara Ra repa.
Lihat pula
Referensi
- Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha.
- Surada, I Made. 2007. Kamus Sanskerta-Indonesia. Surabaya: Penerbit Paramitha.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.






