Asembagus, Situbondo
Asembagus | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Situbondo | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Andi Jaka Setiawan, S.STP, M,Si | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 48,003 jiwa (2.016) jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 35.12.13 | ||||
| Kode BPS | 3512160 | ||||
| Luas | 118,74 km² | ||||
| Kepadatan | 404 jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | 10 | ||||
| |||||

Kecamatan Asembagus adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 26 Km dari ibu kota Kabupaten Situbondo ke arah timur. Pusat pemerintahannya berada di Desa Asembagus. Kecamatan Asembagus merupakan kecamatan terbesar kedua (bahasa Inggris: The Second City) dari Kabupaten Situbondo. Kecamatan Asembagus dikenal dengan wilayah yang banyak menghasilkan buah asam, yang dapat dilihat dari samping kanan dan kiri jalan terdapat banyak pohon asam. Sehingga simbol dari Kecamatan Asembagus adalah Buah Asam yang bisa dilihat di Taman kota Asembagus. Selain itu, Makanan Khas dari Kecamatan Asembagus yaitu Nasi Sodu, makanan ini banyak di jual di pinggir jalan-jalan pantura sepanjang Jalan Raya Asembagus.
Geografi
Batas wilayah
Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
| Utara | Selat Madura |
| Timur | Kecamatan Banyuputih dan Kabupaten Banyuwangi |
| Selatan | Kabupaten Bondowoso |
| Barat | Kecamatan Jangkar dan Kecamatan Arjasa |
Pemerintahan
Desa/ kelurahan
Pariwisata
- Museum Balumbung terletak di Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus.[1] Lokasi Museum Balumbung di utara Taman Kota Asembagus.
- Arung Jeram Samir, Desa Bantal
- Gunung Panceng, Desa Bantal
- Wisata Alam Gunung Bunter, Desa Kedunglo
- Pantai Firdaus Banongan, Desa Wringinanom
- Air Terjun Setancak, Desa Mojosari
- Taman kota, Desa Asembagus
- Barokah Park, Jl. Raya Asembagus, Krajan, Wringinanom, Asembagus, Kabupaten Situbondo
- PG. Asembagus
Referensi
- ^ Syamsuri (3 December 2020). "Kunjungi Museum Balumbung Situbondo, Yoyok Mulyadi Berdialog dengan Pegiat Sejarah". Suara Indonesia. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



