Yesus Kawan yang Sejati
| "Yesus Kawan yang Sejati" | |
|---|---|
Partitur musik "Yesus Kawan yang Sejati" dari terjemahan aslinya "What a Friend We Have in Jesus" yang dinyanyikan oleh gereja-gereja di Indonesia | |
| Lagu | |
| Dipublikasi | Lirik lagu diterbitkan pada tahun 1865 oleh H. L. Hastings. Lirik beserta melodi diterbitkan tahun 1870 oleh Oliver Ditson & Co.[1] |
| Genre | Himne |
| Komponis musik | Charles C. Converse (1868) |
| Lirikus | Joseph M. Scriven (1855) |
Yesus Kawan yang Sejati (juga disebut "Yesus Kawan yang Setia", "Yesus Ada Sobat Kita", "Yesus Sahabat Sejati" atau "What a Friend We Have in Jesus") adalah sebuah himne Kristen yang awalnya ditulis oleh pendeta Joseph M. Scriven sebagai sebuah puisi pada tahun 1855 untuk menghibur ibunya, yang tinggal di Irlandia sementara ia berada di Kanada.[2] Scriven awalnya menerbitkan puisi itu secara anonim, dan baru menerima pengakuan penuh atas karyanya pada tahun 1880-an.[3] Melodi himne tersebut digubah oleh Charles Crozat Converse pada tahun 1868.
Himne ini juga memiliki banyak versi dengan lirik yang berbeda dalam berbagai bahasa. Handbook to the Lutheran Hymnal mencatat, "Meskipun himne ini, beserta melodinya, telah dikritik karena terlalu mirip dengan jenis gospel sentimental, popularitasnya tetap kuat, dan himne ini tetap memiliki tempat dalam himne modern."[4] Dalam beberapa latar, liriknya telah dicocokkan dengan lagu lain seperti Wales "Calon Lân" (yang aslinya dikaitkan dengan puisi Wales yang diterjemahkan sebagai "Hati yang Murni").
Di Indonesia, lagu nasional "Ibu Pertiwi" diadopsi dari instrumen musik himne tersebut dan identik.[5]
Rendisi
- Washington Phillips, sebagai "Jesus Is My Friend" (1928, Columbia Records)[6][7]
- Bing Crosby (1951, Beloved Hymns)
- Tennessee Ernie Ford (1958, Nearer the Cross, Capitol Records)
- Rosemary Clooney (1959, Hymns from the Heart, MGM Records)
- The Stanley Brothers (1960)
- Reno & Smiley and the Tennessee Cut-Ups (1963)
- Ella Fitzgerald with the Ralph Carmichael Choir (1967, Brighten the Corner)
- Thurl Ravenscroft (1970, Great Hymns In Story and Song)
- Aretha Franklin (1972, Amazing Grace)
- Ike & Tina Turner (1974, The Gospel According to Ike & Tina)
- Lester Flatt & and the Nashville Grass (1975), the LP Flatt Gospel. Also performed by Flatt & Scruggs while Flatt and Earl Scruggs played together.
- Bill Monroe (Bear Family (German) BCD-16639 My Last Days On Earth 1981-1994
- Wade and Julia Mainer with unknown musicians (1989)
- Glen Campbell (1989, Favorite Hymns)
- Driving Miss Daisy (1989) sung at Little Friendship Baptist Church in Atlanta, Georgia
- The John Tesh Project (2000, Pure Hymns)[8]
- Amy Grant recorded it as part of the medley "What a Friend We Have in Jesus/Old Rugged Cross/How Great Thou Art" on her 2002 studio album Legacy... Hymns and Faith, and later included on her 2015 compilation album Be Still and Know... Hymns & Faith.
- Alan Jackson (2006, Precious Memories)
- Brad Paisley (2008, Play)
- Ronnie Milsap (2009, Then Sings My Soul)
- Hugh Laurie (2013, Didn't It Rain as "Changes" by Alan Price)
- Monty Alexander (2013, Uplift 2)[9]
- Perkins Twins (2018)
- William Bolcom membuat pengaturan himne ini pada tahun 1979.[10]
Di Asia
Di Jepang, judul himne awalnya diterjemahkan sebagai "Itsukushimi Fukaki" (いつくしみ深き, lit. "Pemurah hati"),[11] dan judul ini yang paling dikenal pada umumnya. Pada tahun 1910, Daisui Sugitani menulis ulang lirik dalam Bahasa Jepang dan mengubah judulnya menjadi "Hoshi no Yo" (星の界, lit. "Dunia Bintang").Versi lain ditulis oleh Ryūkō Kawaji dengan judul "Hoshi no Sekai" (星の世界, lit. "Dunia Bintang"). Lagu tersebut juga dikenal dengan judul "Tsumitoga o Ninou" (つみとがをにのう, lit. "Menanggung Dosa"). Himne ini populer di upacara pernikahan di Jepang.[12] Kedua instrumen himne "Hoshi no Sekai" dan "Itsukushimi Fukaki" digunakan sebagai musik latar untuk visual novel Key tahun 2004 Planetarian: The Reverie of a Little Planet, dan dikomposisi ulang oleh Magome Togoshi. Lagu tema "Hoshi no Yo" juga digunakan dalam serial anime 2021 yang berjudul Taishō Otome Otogibanashi.
Di Indonesia, himne ini dikenal sebagai "Yesus Kawan yang Sejati" yang terdapat dalam buku Kidung Jemaat nomor 453. dan dinyanyikan dalam Indonesia atau Batak (bahasa asli Sumatera Utara ) di gereja-gereja Manado, Maluku, dan Protestan (sekitar 6% dari populasi). Secara statistik, sebagian besar penduduk Indonesia adalah Muslim (sekitar 76%), dan karena elemen agama mayoritas mendominasi hingga 90% dari total populasi, hal itu berakibat pada himne ini hanya dikenal luas di kalangan musisi, sarjana, dan komunitas Kristen Indonesia. Namun, sebelum Suharto merebut kekuasaan pada tahun 1967, musik yang sama diadopsi untuk lagu patriotik populer berjudul "Ibu Pertiwi".
Referensi
- ^ "What a friend we have in Jesus". Hymnology Archive. Diakses tanggal 2020-07-05.
- ^ Guillet, Edwin C., "Community Life: Religion", The Valley of the Trent, Chapter IX, page 301. The Champlain Society, 1957.
- ^ "What a Friend We Have in Jesus". www.hymntime.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-03. Diakses tanggal 2007-05-03.
- ^ Polack, W. G. (1941). Handbook to the Lutheran Hymnal. St. Louis: Concordia. hlm. 323.
- ^ http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=8&jd=Lagu+Ibu+Pertiwi+(Motherland)+%3D+Lagu+Bajakan+(Plagia)&dn=20160420043658
- ^ "Washington Phillips discography". wirz.de. Diakses tanggal August 24, 2015.
- ^ George Washington Phillips: Jesus Is My Friend di AllMusic
- ^ "Pure Hymns overview". Allmusic. Diakses tanggal July 4, 2010.
- ^ "Monty Alexander UPLIFT 2". Jazz Legacy Productions. Diakses tanggal January 11, 2014.
- ^ "Bolcom, W.: Gospel Preludes, Books 1-4 (Hand)". Naxos. Diakses tanggal November 11, 2021.[pranala nonaktif permanen]
- ^ "Itsukushimi Fukaki song sheet" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2007-01-04. Diakses tanggal 2007-07-16.
- ^ "312: What a Friend We Have in Jesus". Diakses tanggal 2008-03-19.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



