Witjaksono Adji
Witjaksono Adji | |
|---|---|
| Duta Besar Indonesia untuk Kenya, Uganda, Republik Demokratik Kongo, Somalia, UNEP, dan UN-HABITAT | |
| Mulai menjabat 24 Maret 2025 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 14 Oktober 1967 |
| Suami/istri | Utami Astar |
| Pendidikan | Universitas Gadjah Mada Universitas Tufts |
Tyas Baskoro Her Witjaksono Adji (lahir 14 Oktober 1967) adalah seorang diplomat Indonesia yang menjabat sebagai duta besar untuk Kenya, dengan akreditasi untuk Uganda, Republik Demokratik Kongo, Somalia, UNEP, dan UN-HABITAT. Sebelum diangkat pada jabatan tersebut, ia menjabat sebagai wakil ketua misi di kedubes Wina dan direktur untuk kerjasama intra-regional dan inter-regional Asia-Afrika.
Kehidupan awal dan pendidikan
Lahir pada 14 Oktober 1967, Witjaksono memulai perguruan tinggi di Universitas Gadjah Mada pada 1985, mengambil jurusan hubungan internasional, dan lulus pada 1990. Ia menjalani kajian magisternya dalam jurusan negosiasi dan resolusi konflik di Universitas Tufts dari 1995 sampai 1997.[1]
Kehidupan pribadi

Witjaksono menikahi Utami P. Basuki Astar, putri dari seorang diplomat.[2][3] Utami, bersama dengan enam pasangan diplomat lainnya, mengarang buku Di Balik Gerbang, yang menyoroti kehidupan pasangan diplomat Indonesia. Dalam buku tersebut, Utami membagikan pengalaman tugasnya untuk tamu VVIP dan tanggung jawab keluarga di New York.[4]
Referensi
- ^ Taufiq (16 June 2020). "Wakil Dubes KBRI Wina Jebolan UGM Ungkap Langkah Austria Tekan Penularan Covid-19" [Deputy Ambassador of Indonesian Embassy in Vienna, UGM Alumnus, Reveals Austria's Steps to Curb Covid-19 Transmission]. Kagama.co. Diakses tanggal 12 August 2025.
- ^ Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis. Obor Sarana Utama. 1993. hlm. 48.
- ^ Buku Di Balik Gerbang | Toko Buku Online - Bukukita.
- ^ ""Di Balik Gerbang" menghapus "figuran" pendamping diplomat" ["Behind the Gate" eliminates the 'extras' accompanying diplomats]. Antara News. 24 June 2016. Diakses tanggal 12 August 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.






