Welahan, Jepara
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. |
Welahan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Jepara | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Sapan, SE, MM | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 74,843 jiwa (2.016)[1] jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 33.20.03 | ||||
| Kode BPS | 3320030 | ||||
| Luas | 28,0 km² | ||||
| Kepadatan | 2.708 jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | 15 | ||||
| Situs web | http://www.welahan-kecamatan.blogspot.com/ | ||||
| |||||
Welahan (bahasa Jawa: ꦮꦼꦭꦲꦤ꧀) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.[2][3]
Geogafis
Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Kalinyamatan di sebelah utara, Wedung di sebelah barat, Kecamatan Mayong di sebelah timur, Kecamatan Mijen di sebelah selatan.[4] Akses Welahan berada di jalur utama masuk kabupaten Jepara melalui Demak.
Legenda lokal
Menurut cerita rakyat setempat, asal-usul nama Welahan dikaitkan dengan kisah Baru Klinting.Namun keterangan ini merupakan tradisi lisan masyarakat dan belum didukung oleh sumber sejarah tertulis yang dapat diverifikasi.
Asal mula nama desa Welahan berasal dari kata welah (dayung), yang pada era Jawa kuno orang sering menambahkan akhiran (-an) untuk mempertegas kalimat, hingga tercipta kata Welahan.
Kata Welahan berasal dari kisah Baru Klinting (ular besar yang bertapa di lereng gunung) dan perjalanan seorang janda dari rawa pening asal mula Baru Klinting berasal, janda itu menyelamatkan diri dari banjir besar dengan menggunakan lesung (tempat menumbuk padi) sebagai perahu alternatif dan mengayuh lesungnya dengan welah(dayung), sesampainya di demak si janda menemukan airnya sudah dangkal yang dalam bahasa jawa air yang dangkal disebut demek-demek hingga karena termakan waktu namanya tersingkat menjadi demak, dan Welahnya(dayungnya) terbawa arus sampai perbatasan Jepara.
Pemerintahan
Desa/kelurahan
Agama
Penduduk Kecamatan Welahan mayoritas beragama Islam, dengan keberadaan pemeluk agama lain seperti Kristen, Katolik, dan Konghucu.
Suku
Penduduk Kecamatan Welahan didominasi oleh suku Jawa, dengan keberadaan komunitas Tionghoa serta kelompok etnis lainnya.
Bahasa
Meskipun Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi, umumnya sebagian besar masyarakat Welahan menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa Jawa Dialek Jeporonan
Pariwisata
Wisata Sejarah
- Kelenteng Hian Thian Siang Tee, di Welahan (dinobatkan sebagai klenteng tertua di Indonesia,Berdasarkan publikasi daerah dan keberadaan situs budaya lokal.
Wisata Belanja
- Pasar Welahan, di Welahan
- Pasar Guwo, di Guwosobokerto
Makanan
Beberapa makanan tradisional yang dijumpai di wilayah Welahan antara lain kuluban, jangangan, kicak, carang madu, es dawet atau cendol, es gempol, bolu cuplik, getuk pisang, serta berbagai kuliner tradisional Jawa lainnya.
Potensi
Kerajinan dan industri rumahan yang berkembang di kecamatan Welahan
- Kerajinan mebel Rotan, Telukwetan
- Kerajinan Anyaman Bambu, Sidigede
- Kerajinan Payung Kertas, Brantaksekarjati
- Industri Mainan Anak, Karanganyar
- Industri Roti, di Bugo
- Industri Batu Bata, Kalipucang Kulon
- Perternakan Kerbau, di Guwosobokerto
- Industri Kerupuk, di Kalipucang Wetan
- Industri Konveksi, di Welahan, Welahan, Jepara
Kesehatan
Di kecamatan ini terdapat beberapa fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan klinik.
Olahraga
Warga Kecamatan welahan sebagian besar lebih menggemari olahraga Sepak Takraw, Sepak bola, Volly dan Catur
Referensi
- ^ "Sensus Penduduk 2016".
- ^ "Situs resmi Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-06-19. Diakses tanggal 2015-06-22.
- ^ BPS Kabupaten Jepara (26 September 2024). Kecamatan Welahan dalam Angka 2024. Jepara: BPS Kabupaten Jepara. hlm. 3.
- ^ BPS Kabupaten Jepara (26 September 2024). Kecamatan Welahan dalam Angka 2024. Jepara: BPS Kabupaten Jepara. hlm. 6.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



