Walenrang, Luwu
Walenrang | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Selatan | ||||
| Kabupaten | Luwu | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Welberd Ekke | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 17.433 jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 73.17.06 | ||||
| Kode BPS | 7317080 | ||||
| Luas | 94 km² | ||||
| Kepadatan | 180 jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | 7 | ||||
| |||||
Walenrang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Indonesia.[1]
Geografi
Batas wilayah
Batas wilayah Kecamatan Walenrang antara lain;
| Utara | Walenrang Utara |
| Timur | Walenrang Timur |
| Selatan | Tellu Wanua (Palopo) |
| Barat | Walenrang Timur |
Perkembangan
Walenrang terletak di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Walenrang juga merupakan bakal calon pusat pemerintahan / ibu kota Kabupaten Luwu Tengah atau Walenrang Lamasi (Walmas) (tepatnya di Desa Walenrang) Walenrang adalah kecamatan yang unik (bersama dengan 5 kecamatan lainnya yaitu walenrang barat, walenrang timur, lamasi, dan lamasi timur) di karenakan induk ibu kota kabupatennya berada di antara kota/kabupaten yang lain, jarak antara ibu kota kabupaten dengan kecamatan ini cukup jauh yaitu sekitar 100 Km dan harus melewati 1 kota yang lain untuk menempuhnya. di tempuh dalam waktu 2 jam.
Sejarah
Kecamatan Walenrang adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu daerah tua di Luwu dan punya peran penting dalam sejarah administrasi serta perdagangan di Tana Luwu. Pada masa Hindia Belanda, Walenrang sudah menjadi salah satu distrik penting di wilayah Luwu, bersama distrik-distrik lain seperti Wara, Larompong, dan Suli. Status Walenrang sebagai kecamatan secara resmi ditetapkan lewat Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Tenggara No. 1100/1961, yang kemudian diperkuat dengan Surat Keputusan No. 2067/1961, sehingga Walenrang menjadi salah satu kecamatan di Daerah Tingkat II Luwu.
Selain dikenal sebagai pusat pemerintahan lokal, Walenrang juga pernah menjadi jalur penting perdagangan kopi dan hasil bumi lainnya, bahkan sempat menjadi lokasi persaingan dagang dan konflik antara kelompok pedagang dari Bone dan Sidenreng pada akhir abad ke-19.
Referensi
- ^ Dinata, A. V., Mukhtar, M. T., dan Pamuja, Y. K. (2024). Mizar (ed.). Kabupaten Luwu dalam Angka 2024. Luwu: Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu. hlm. 8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



