Wabul Sawi Festival
Wabul Sawi Festival merupakan festival sastra tahunan di Provinsi Kalimantan Selatan. Festival ini menjadi salah satu program dari rangkaian kegiatan bulanan dan tahunan manajemen Wabul Sawi Festival. Nama Wabul Sawi berasal dari ungkapan Banjar Wani Baidabul, Sanggup Manggawi, yang berarti berani berniat, sanggup melaksanakan, mencerminkan semangat mewujudkan gagasan melalui aksi nyata. Festival ini bertujuan membangun ekosistem seni dan budaya lokal, dengan fokus pada kreativitas masyarakat dan respons terhadap isu sosial dan lingkungan seperti eksploitasi alam di Kalimantan.[1]
Sejarah dan Pelaksanaan
Wabul Sawi dirancang sebagai wadah sastra untuk memberi ruang pada gagasan yang berdampak, terutama di tengah permasalahan lingkungan seperti ancaman tambang batubara dan sawit terhadap akuifer dan Pegunungan Meratus.[2]
Festival ini pertama kali diadakan di Loksado, Hulu Sungai Selatan pada tahun 2024, saat itu kegiatan ini masih bernama Festival Puisi Wabul Sawi (FPWS), yang berfokus pada puisi dan perempuan.[3]
Pada 2025, festival ini berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan sebagai bagian dari Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, menandai peran nasionalnya yang lebih luas.[4]
Wabul Sawi Festival tahun 2025 digelar pada 26–27 September di Qin Hotel, Banjarbaru, dengan tema Tahan Apilan, Terus Bertahan, yang terinspirasi dari filosofi Tanah Apilan (tahan banting) dan ungkapan Banjar Wani Baidabul Sanggup Manggawi. Direktur festival, Hudan Nur, menekankan kolaborasi dengan 130 komunitas dari Kalimantan Selatan, Tengah, dan Timur. Kegiatan mencakup MTN Icon Inspirasi (untuk 1.000 peserta), MTN Asa Bakat dengan lomba puisi, cerpen, prosa, dan esai, serta Oru Eko Brick dan Upcycle untuk daur ulang sampah.[2] Agenda lain termasuk Oru Gastronomi Sagon, EduTour sejarah di Rumah Limbah BONGKLA Borneo, Malam Imaji di panggung bundar, ziarah ke makam pahlawan dan sastrawan Banjarbaru, Oru Tata Kelola Festival, pemutaran film Micky Tamrin, dan puncak Peristafest Skena.
Festival ini inklusif, melibatkan penyandang disabilitas, teman tuli, dan relawan dengan keterbatasan mental, serta upaya mengundang tahanan perempuan dari Lapas Kelas II Kalsel yang berbakat menulis. Talenta terbaik mendapat kesempatan residensi nasional dan internasional, didukung penerbit dan promotor sastra.[5]
Pengaruh
Wabul Sawi mendorong kreativitas warga Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi, dengan harapan talenta muda Banua mendunia sambil tetap berkontribusi lokal. Festival ini menjadi ruang dialog budaya, mengajak peserta menyumbang ide kreatif untuk isu lingkungan dan sosial.[1]
Referensi
- ^ a b "About - Wabul Sawi Festival". Wabul Sawi Festival. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ^ a b "Wabul Sawi Festival 2025 Ajak Puluhan Komunitas Terlibat". Poros Kalimantan. Diakses tanggal 2025-11-06.
- ^ "PEREMPUAN, LOKSADO, DAN FESTIVAL PUISI WABUL SAWI". asyikasyik.com. 2024-10-15. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ^ "MTN LOKUS BANJARBARU DAN WABUL SAWI FESTIVAL 2025 SEMARAKKAN SENI BUDAYA BANUA". asyikasyik.com. 2025-09-25. Diakses tanggal 2025-11-10.
- ^ "Wabul Sawi Festival 2025 Angkat Budaya Banua, Buka Jalan Talenta Muda ke Kancah Internasional". Habar Kalimantan. Diakses tanggal 2025-11-06.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


