Upacara Dalo
Upacara Dalo' adalah upacara adat dari masyarakat Suku Dayak Uud Danum di Kalimantan Barat yang merupakan rangkaian terakhir dan tertinggi dalam upacara kematian. Tujuannya adalah untuk mengantarkan arwah leluhur ke alam keabadian atau surga. Upacara ini dilakukan untuk menghormati dan memberikan penghargaan tertinggi kepada orang yang telah meninggal.[1][2]
Makna Upacara Dalo'
Terdapat tiga hal penting yang terkandung dalam upacara pesta Dalo, yaitu pertama merupakan perwujudan rasa hormat yang tinggi dari anggota keluarga yang masih hidup terhadap keluarga yang sudah meninggal. Kedua merupakan perwujudan doa kita kepada mereka yang sudah meninggal agar mereka berbahagia di alam sana, dan yang ketiga adalah ingin menunjukkan keanekaragaman budaya suku bangsa adat budaya suku Dayak.[1][3]
Suku Dayak Uud Danum
Masyarakat Dayak Uud Danum (atau sering pula disebut Dayak Ot Danum-Ngaju) adalah masyarakat adat yang hidup di bumi Kalimantan. Suku ini termasuk dalam 6 suku Dayak terbesar yang ada di Kalimantan. Suku Dayak Uud Danum terbagi atas 61 suku-suku kecil. Salah satu suku kecil ini bermukim di Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.[4]
Mitos dalam suku Dayak
Kematian merupakan tema sentral dari kehidupan masyarakat Uud Danum. Ada berbagai macam kekayaan mitos yang terkandung dalam tema ini. Dalam seluruh perjalanan kehidupan masyarakat ini, upacara kematian menjadi semacam upacara “puncak” pengembaraan manusia di dunia. Upacara kematian ini dinamakan Upacara Dalo’, yaitu upacara untuk mengantar arwah yang sudah mati menuju tempat kediaman abadi. Bagi masyarakat Dayak Uud Danum, tempat ini adalah tempat yang indah di mana Dia Yang Mahatinggi (Tahala’) berada. Upacara ini bisa dikatakan sebagai upacara pemakaman yang kedua. Upacara pemakaman yang pertama dilakukan ketika orang baru saja meninggal. Setelah beberapa waktu orang ini dikuburkan, kuburan ini akan digali lagi dan tulang-belulangnya akan dipindahkan ke suatu tempat yang baru. Inilah yang dimaksud dengan Upacara Dalo’ (Upacara Angkat Tulang).[4]
Pembagian Upacara Dalo'
Upacara Dalo’ dibagi menjadi dua tingkatan yaitu Dalo’ Nahpeng dan Dalo’ Kodiring. Dalo’ Nahpeng adalah Dalo’ yang tidak dibuat Kodiring (rumah tulang) dan tulang tidak diangkat dari kuburnya. Tetapi hanya kuku atau rambut saja yang di pahat pada Sopundu’. Jika hal ini dilakukan, maka diyakini sang arwah di alam baka hanya mempunyai sebuah Takun (kamar) di dalam rumah (betang) yang permanen. Dalo’ Ngodiring maksudnya adalah upacara adat Dalo’ dengan membuat Kodiring (rumah tulang). Jika hal itu dilakukan maka bagi arwah orang yang di Dalo’ di alam baka akan mempunyai sebuah Lovu (rumah yang sangat permanen). Pada upacara Dalo’ ini, jika penyelenggaraannya membunuh kerbau, maka selain Torasch dan Sopondu’, juga harus mendirikan Sokalan (semacam tiang dari kayu belian besar dan tinggi, pada puncaknya ditempatkan sebuah tempayan).[4]
Pelaksanaan Upacara Dalo'
Pesta Dalo’ dibuka dengan upacara Nohkak Ucak (menumbuk padi). Upacara ini dilakukan pertama-tama untuk memberitahu Tahala’ bahwa tuan rumah akan mengadakan pesta mengantarkan arwah keluarganya yang telah meninggal sehingga Tahala’ berkenan mengizinkan dan memberkati pesta ini.[4]
Dalam upacara Dalo’ ini, Sopundu’ termasuk benda sentral dalam upacara. Sopundu’ tidak langsung dipasang/ditancap di halaman rumah. Ada upacara awal yang dilaksanakan untuk memasang Sopundu’. Upacara ini disebut Ngitot Sopundu’ (mengantar Sopundu’). Setelah upacara ini selesai, barulah Sopundu’ bisa didirikan. Pada jaman dahulu, tuan rumah akan meletakkan kepala manusia di bawah Sopundu’ untuk menjadi kurban/tumbal bagi Sopundu’ tersebut. Kepala manusia ini diperoleh dari mengayau. Namun kebiasaan ini telah dihentikan sejak disepakatinya perjanjian Tumbang Anoi di bumi Kalimantan. Pada tiang Sopundu’ ini biasanya digantung kepala hewan kurban. Kepala ini dimaksudkan sebagai ucapan syukur kepada Tahala’.[4]
Orang Uud Danum percaya bahwa roh Sopundu’ inilah yang akan menjadi budak bagi arwah yang dihantarkan itu. Budaknya ini akan melayani arwah yang dihantarkan itu saat telah berada di Betang abadi. Budaknya inilah yang akan mencuci pakaian, memasak, berburu, ataupun mencari kayu bakar untuk tuannya. Segala macam peralatan yang akan dipakai oleh budak ini nanti dipersiapkan dalam upacara Puhkung.[4]
Upacara terakhir yang sangat penting adalah mengantarkan tulang ke Kodiring/Sandung. Kodiring adalah sebuah rumah kecil berbentuk betang. Rumah ini berfungsi untuk menampung tulang-belulang sanak keluarga yang telah menjalani pesta Dalo’. Kodiring ini adalah miniatur surga bagi arwah yang telah meninggal. Pada jaman dahulu, ada kebiasaan untuk mengabukan tulang-tulang tersebut sehingga yang dibawa masuk ke Kodiring adalah abu dalam guci kecil. Pengabuan ini dimaksudkan sebagai penghapusan dosa dan salah dari arwah yang telah meninggal. Namun kebiasaan ini telah lama ditinggalkan. Tulang belulang orang yang dipestakan ini dibawa oleh suami, istri, ataupun anak-anaknya.[4]
Untuk membawa tulang ini, mereka harus mengenakan Takui Dalo’, mandau, dan kain penggendong. Tulang belulang ini diletakkan di dalam kain tersebut. Upacara pengantaran terakhir ini disebut Naloh. Dengan dihantarkannya tulang-belulang ini ke Kodiring, masyarakat Uud Danum meyakini bahwa arwah yang dihantarkan telah sampai ke Betang abadinya. Untuk mengusir segenap roh jahat ataupun Otu’ (hantu) yang mengikuti masyarakat selama pesta Dalo’, diadakanlah Hopohau’.[4]
Referensi
- ^ a b "Tiga Makna di Balik Upacara Pesta Dalo' Suku Dayak U'ud Danum". Tribunpontianak.co.id. Diakses tanggal 2025-11-21.
- ^ "Kapolsek Serawai : Upacara Dalo', Tunjukkan Serawai Nan Harmonis". Radar Kalbar. 2019-07-04. Diakses tanggal 2025-11-21.
- ^ "Pesta Dalo', Ritual Mengangkat Tulang Jenazah Kerabat - eQuator.co.id" (dalam bahasa American English). 2019-07-08. Diakses tanggal 2025-11-21.
- ^ a b c d e f g h Kompasiana.com (2012-11-29). "Mitos Dalam Upacara Dalo' Suku Dayak Uud Danum Serawai (Membedah Immortalitas Jiwa dan Tubuh dalam Pandangan Plato)". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-11-21.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


