Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
| Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan | |
|---|---|
Muhammadiyah University of Pekajangan Pekalongan | |
| Jenis | Perguruan Tinggi Swasta |
Lembaga induk | Persyarikatan Muhammadiyah |
| Afiliasi | Islam |
| Rektor | Dr. Nur Izzah, S.Kp., M.Kes. |
| Lokasi | , , |
| Situs web | umpp |
Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) merupakan salah satu Universitas Swasta di Pekalongan, yang tergabung dalam jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. UMPP berkomitmen menjadi universitas unggul berdaya saing internasional berbasis nilai-nilai Islam pada tahun 2044 melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. UMPP mengarahkan seluruh kegiatannya untuk mencetak lulusan berakhlakul karimah, kompeten, adaptif terhadap teknologi, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan masyarakat sebagai wujud pelaksanaan Catur Dharma perguruan tinggi.
Sejarah
Rencana penyatuan ketiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Kota dan Kabupaten Pekalongan sebenarnya sudah lama dimunculkan, tepatnya sekitar tahun 2010. Saat itu Pimpinan ketiga Perguruan Tinggi, yaitu STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (Mokhamad Arifin), STIE Muhammadiyah Pekalongan (Sobrotul Imtikhanah) dan Politeknik Muhammadiyah Pekalongan (Khoirul Anam), mencari informasi tentang persyaratan pendirian Universitas, diantaranya yang menyatakan bahwa Universitas harus memiliki jumlah Program Studi Sarjana sejumlah minimal 10 Program Studi. Karena kondisi saat itu STIKES Muhammadiyah Pekajangan baru memiliki satu Program Studi Sarjana, yaitu S-1 Keperawatan dan STIE Muhammadiyah Pekalongan juga baru memiliki satu Program Studi Sarjana, yaitu S-1 Akuntansi, maka ketiga Perguruan Tinggi tersebut sepakat untuk menunda penggabungan tersebut dan tiap instutusi dapat menambah Program Studi Sarjananya.
Beberapa tokoh yang turut andil dalam upaya penyatuan tiga perguruan tinggi menjadi universitas adalah sebagai berikut : Drs. H. Farid Achwan (PDM Kabupaten Pekalongan), Drs. H. Riyantho Chadiri (PCM Pekajangan), Drs. H. Edi Supardi (Penasehat PDM Kota Pekalongan), H. Hasan Bisri S.Ag (PDM Kota Pekalongan).
Di tahun 2017 rencana pembentukan Universitas Muhammadiyah Pekalongan mulai dihidupkan lagi, mengingat keadaan saat itu jumlah Program Studi Sarjana untuk STIKES Muhammadiyah Pekajangan dan STIE Muhammadiyah Pekalongan sudah bertambah masing-masing menjadi 3 (tiga) Program Studi Sarjana sehingga jumlahnya menjadi enam (6) Program Studi. Tanggal 10 Desember 2017 bertempat di hotel Horison Pekalongan dilakukan Deklarasi penyatuan ketiga Perguruan Tinggi tersebut oleh PCM Pekajangan, PDM Kota Pekalongan dan PDM Kabupaten Pekalongan, serta BPH (Badan Pembina Harian) masing-masing dari ketiga Perguruan Tinggi tersebut. Berdasarkan arahan dari KOPERTIS Wilayah VI dan Majelis Dikti dan Litbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, bahwa untuk mempermudah penyatuan, hendaknya Perguruan Tinggi yang akan bersatu agar bernaung dalam nama yayasan yang sama. Untuk itu pada bulan Januari 2018 diurus perubahan nama badan penyelenggara yang sama yaitu atas nama Persyarikatan Muhammadiyah, yang sebelumnya masing-masing Perguruan Tinggi bernaung di bawah PCM dan PDM masing-masing Perguruan Tinggi tersebut berada. Pada tanggal 4 April 2018 salinan Surat Keputusan Menristekdikti terkait penyamaan nama Badan Penyelenggara diberikan, sehingga ketiga Perguruan Tinggi tersebut sudah bernaung di bawah Persyarikatan Muhammadiyah.
Beberapa tokoh yang saat itu berperan aktif adalah : Drs. H. Farid Achwan (Penasehat PDM Kabupaten Pekalongan), Drs. H. Edi Supardi (Penasehat PDM Kota Pekalongan), dr. H. Achmad Dahlan, Sp.OG (PCM Pekajangan), Drs. H. Mulyno (PDM Kabupaten Pekalongan), Drs. H. Pasrum Efendi (PDM Kota Pekalongan), Ds. Chamdi Rochmat (Mantan kertin Wiayah VI Jawa Tengah).
Pertemuan selanjutnya dilakukan pada tanggal 3 Februari 2018 di hotel Namira di hadiri oleh para Pimpinan Daerah dan PCM serta BPH Masing-masing PTM di Pekalongan Raya dan di hadiri oleh PP Muhammadiyah Majelis Dikti Litbang di sepakati penyatuan 3 PTM yang telah di tanda tangani dalam berita acara resmi.
Pada tanggal 14 Februari 2018 bertempat Kampus 2 Stikes Muhammadiyah Pekajangan diadakan pertemuan antara PDM Kota dan Kabupaten Pekalongan serta PCM Pekajangan, Pengurus BPH dan Pimpinan masing–masing Perguruan Tinggi tersebut dengan Majlis Dikti dan Litbang PP Muhammadiyah untuk pengarahan dan konsolidasi terkait langkah-langkah yang harus dilakukan terutama Program Studi baru yang akan diusulkan untuk pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti.
Pembinaan PP Majeis Dikti dalam rangka pendirian UMPP.
Pada waktu itu juga di susun Tim pendiri Universitas Muhammadiyah Pekalongan dan disepakati melalui rapat bersama antara PDM Kota dan Kabupaten Pekalongan, PCM Pekajangan, Anggota BPH dan Pimpinan masing–masing Perguruan Tinggi tersebut mengenai nama, yaitu dengan nama Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), penyusunan Anggota BPH dan Pengelola UMPP, serta LOGO/LAMBANG yang selanjutnya diajukan ke PP Muhammadiyah lewat Majelis Dikti dan Litbang PP Muhammadiyah untuk mendapat persetujuan. Tanggal 3 Mei 2018, PP Muhammadiyah dan Majelis Dikti dan Litbang menerbitkan Surat Rekomendasi dan Surat Keputusan (SK) terkait Badan Pembina Harian (BPH), Rektor dan Wakil Rektor.
Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan memiliki lambang yang digambarkan dalam bentuk lingkaran dikelilingi canting yang didalamnya ada logo persyarikatan Muhammadiyah, padi dan kapas serta tulisan “UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN”.[1]
Lambang
A. Isi Lambang[2]
Lambang Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan memuat beberapa unsur utama, yaitu:[3]
- Canting, sebagai simbol identitas Kabupaten dan Kota Pekalongan yang dikenal sebagai daerah penghasil batik.
- Padi dan kapas, melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia.
- Matahari bersinar dua belas, dengan tulisan Muhammadiyah di bagian tengah dan dikelilingi kalimat syahadat “Asyhadu an la ilaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”. Unsur matahari dan tulisan Muhammadiyah menjadi lambang semangat pembaruan.
B. Makna Lambang
1. Universitas
Makna universitas digambarkan melalui unsur padi dan kapas, yang terdiri atas:
- Sembilan belas bulir padi
- Dua belas tangkai kapas yang telah masak
Kedua angka tersebut merujuk pada tahun berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah di Indonesia. Selain itu, padi dan kapas juga menjadi penanda kemakmuran dan kesejahteraan yang menjadi cita-cita bangsa.
2. Lambang Muhammadiyah
Lambang Muhammadiyah berupa matahari bersinar dua belas, dengan tulisan Muhammadiyah dalam huruf Arab pada bagian tengah, serta dilingkari oleh kalimat syahadat dalam tulisan Arab. Unsur ini mencerminkan ajaran Islam, pencerahan, dan semangat pembaruan.
C. Warna Lambang
Warna pada lambang terdiri dari empat warna bernuansa keislaman, masing-masing memiliki makna sebagai berikut:
- Hijau – digunakan pada daun kapas dan sebagai warna dasar lambang. Warna ini mencerminkan kepribadian, kesejukan, serta gambaran Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin), yang menjadi landasan bagi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.
- Kuning – digunakan pada padi dan canting, melambangkan keanggunan.
- Putih – digunakan pada kapas, bermakna kesucian.
Fakultas
Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan memiliki 3 Fakultas dan 17 Progam Studi
- Program Studi Akuntasi
- Program Studi Ekonomi Syariah
- Program Studi Manajemen
- Program Studi Farmasi
- Program Studi Fisioterapi
- Program Studi Kebidanan (D-III)
- Program Studi Kebidanan
- Program Studi Kebidanan
- Program Studi Keperawatan (D-III)
- Program Studi Keperawatan
- Program Studi Pendidikan Jasmani
- Program Studi Pendidikan Profesi Bidan
- Program Studi Pendidikan Profesi Ners
- Program Studi Manajemen Informatika (D-III)
- Program Studi Elektronika (D-III)
- Program Studi Informatika
- Program Studi Teknik Mesin (D-III)
- Program Studi Teknik Mesin
Transportasi
Perjalanan menuju Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), yang beralamat di Jl. Raya Pekajangan No. 1A, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, dapat ditempuh dengan mudah melalui berbagai moda transportasi dari arah Semarang.
Akses kereta api tersedia melalui Stasiun Pekalongan, yang merupakan stasiun operasional terdekat. Dari stasiun, perjalanan menuju kampus dapat dilanjutkan menggunakan angkutan kota, ojek, taksi, atau layanan transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 20–30 menit menuju kawasan Pekajangan–Kedungwuni.
Untuk jalur udara, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang merupakan bandara terdekat yang melayani penerbangan domestik dan internasional. Dari bandara, tersedia layanan bus antarmoda, travel, serta transportasi daring menuju Pekalongan dengan lama perjalanan sekitar 1,5–2 jam, kemudian dilanjutkan perjalanan ke kampus menggunakan moda transportasi lokal.
Pekalongan juga dilayani oleh bus antarkota dari berbagai daerah, dengan titik kedatangan utama di Terminal Pekalongan. Dari terminal, perjalanan ke UMPP dapat diteruskan menggunakan angkot, ojek, taksi, atau transportasi daring menuju Jl. Raya Pekajangan.
Referensi
- ^ "Adakan Seminar Nasional, Prodi Fisioterapi Datangkan Director NMT Institue Italy: Neuromuscular Taping UMPP - Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan". umpp.ac.id. Diakses tanggal 2021-11-16.
- ^ UMPP. "UMPP". Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ UMPP. "UMPP". Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ "Fakultas Ekonomika & Bisnis". feb.umpp.ac.id. Diakses tanggal 2021-11-16.
- ^ "Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan". fikes.umpp.ac.id. Diakses tanggal 2021-11-16.
- ^ "Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UMPP". fastikom.umpp.ac.id. Diakses tanggal 2021-11-16.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




