Ummu Haritsah

Ummu Haritsah atau ar-Ruba'i binti al-Barra ialah sahabat Nabi Muhammad yang termasuk generasi awal masuk Islam. Anaknya, Haritsah bin Suraqah remaja yang menjadi orang kedua yang terbunuh (syahid) terkena panah pada lehernya dalam Pertempuran Badar[1] setelah Mihja (budak Umar bin Khathab).[2] Haritsah meminta doa agar terbunuh dalam pertempuran kepada Muhammad lalu didoakan sesuai keinginannya. Ummu Haritsah setelah mengetahui kematian anaknya meminta doa kebaikan kepada Muhammad, lalu Muhammad pun menghiburnya untuk menguatkan hatinya bahwa putranya berada di surga Firdaus.[3][4]

Suatu hari Ummu Haritsah berselisih dengan wanita Anshar sehingga tidak sengaja memecahkan gigi serinya, setelah menghadap Muhammad akhirnya dilakukan mediasi sehingga keluarga dari wanita Anshar memaafkan Ummu Haritsah.[2]

Referensi

  1. ^ Hashem, Fuad (1989). Diam, tertawa, menangis: kumpulan kisah unik dalam sejarah Islam. Mizan. hlm. 85. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b JAM’AH, AHMAD KHALIL (2019-10-14). 70 Tokoh Wanita dalam Kehidupan Rasulullah (dalam bahasa Melayu). Darul Falah. hlm. 187. ISBN 978-602-9208-27-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Maghfira, Bunda (2015-06-08). Putri-Putri Islam Inspiratif. Elex Media Komputindo. hlm. 133. ISBN 978-602-02-6673-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ an-Nawawi, Imam; S.S, Mida Latifatul Muzammirah (2018-06-29). Riyadhush Shalihin: Juz 2. DIVA PRESS. hlm. 227. ISBN 978-602-391-572-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement