Trinil nordmann
| Trinil nordmann | |
|---|---|
| Trinil nordmann | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Domain: | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | Tringa guttifer
|
| Nama binomial | |
| Tringa guttifer (Nordmann, 1835)
| |
Trinil nordmann (Tringa guttifer), dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Nordmann’s greenshank, adalah burung pantai dari famili Scolopacidae. Spesies ini termasuk kelompok burung air yang bermigrasi jarak jauh dan sangat bergantung pada ekosistem lahan basah pesisir. Trinil nordmann berkembang biak di wilayah timur jauh Rusia dan bermigrasi melalui jalur terbang Asia Timur–Australasia menuju Asia Selatan dan Asia Tenggara.[1][2]
Spesies ini dikategorikan sebagai Terancam Punah (Endangered) oleh IUCN karena jumlah populasinya relatif kecil dan menunjukkan tren penurunan dalam beberapa dekade terakhir. Penurunan ini terutama disebabkan oleh hilangnya habitat lahan basah pesisir yang menjadi lokasi penting untuk beristirahat dan mencari makan selama migrasi.[1]
Taksonomi
Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Alexander von Nordmann pada tahun 1835. Trinil nordmann termasuk dalam genus Tringa, yang mencakup berbagai jenis trinil lainnya. Tidak ada subspesies yang diakui secara luas.[2]
Morfologi
Trinil nordmann berukuran sekitar 29–32 cm dengan bentang sayap sekitar 77–81 cm. Secara umum, tubuhnya tampak ramping dengan kaki yang relatif panjang seperti kebanyakan burung trinil. Pada musim berbiak, bagian atas tubuhnya berwarna lebih gelap dibandingkan musim tidak berbiak, dengan pola yang lebih kontras. Di bagian dada terlihat pola bercak atau garis gelap yang membentuk kesan seperti sabit. Paruhnya panjang dan sedikit melengkung ke atas dengan dua warna yang berbeda, sedangkan kakinya berwarna kekuningan hingga kehijauan.[1]
Pada musim tidak berbiak, warna bulunya berubah menjadi lebih pucat dan cenderung cokelat keabu-abuan. Pola tubuhnya tampak lebih sederhana dibandingkan saat musim berbiak. Ciri-ciri ini membantunya berkamuflase di lingkungan lumpur dan pesisir. Secara umum, spesies ini memiliki kemiripan dengan beberapa jenis trinil lain, namun kombinasi pola dada, bentuk paruh, dan ukuran tubuhnya dapat digunakan sebagai pembeda.[2][3]
Habitat dan sebaran
Spesies ini berbiak di hutan larch yang jarang di pesisir timur Rusia, terutama di sekitar Laut Okhotsk dan Selat Tatar.[2] Lokasi berbiaknya relatif terpencil dan sulit dijangkau, sehingga informasi mengenai perilaku reproduksinya masih terbatas. Habitat tersebut biasanya berada di dekat lahan basah atau perairan dangkal yang menyediakan sumber makanan yang cukup selama musim berbiak.[1]
Pada musim tidak berbiak, trinil nordmann bermigrasi mengikuti jalur Asia Timur–Australasia. Selama periode migrasi dan musim dingin, burung ini menghuni estuaria, dataran lumpur pasang surut, dan rawa dataran rendah di berbagai wilayah Asia, termasuk Bangladesh, Myanmar, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia.[1]
Pemodelan Distribusi
Studi pemodelan distribusi habitat menunjukkan bahwa kesesuaian habitat trinil nordmann pada musim dingin sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dataran lumpur pasang surut, kedekatan dengan lokasi bertengger, serta tingkat gangguan manusia.[4]
Model spasial tersebut mengidentifikasi bahwa kawasan lahan basah pesisir yang masih relatif alami atau dikelola secara tradisional memiliki probabilitas lebih tinggi untuk mendukung populasi spesies ini dibandingkan wilayah yang telah direklamasi secara intensif.[4]
Ekologi bertengger
Selama musim tidak berbiak, trinil nordmann menggunakan lokasi bertengger (roost) pada saat air pasang tinggi ketika dataran lumpur tempat mencari makan tergenang. Penelitian di Teluk Dalam Thailand menunjukkan bahwa spesies ini terutama memanfaatkan tambak garam tradisional dan lahan basah buatan lainnya sebagai lokasi bertengger.[5]
Lokasi bertengger yang digunakan umumnya memiliki kedalaman air dangkal sekitar 5–6 cm dan berjarak rata-rata sekitar 1 km dari lokasi mencari makan di dataran lumpur pasang surut. Spesies ini cenderung memilih lokasi yang dekat dengan area foraging serta relatif jauh dari gangguan manusia seperti jalan raya.[5]
Seluruh lokasi bertengger yang teramati dalam penelitian tersebut berada di lahan yang dimodifikasi manusia, terutama tambak garam, yang menunjukkan pentingnya habitat buatan dalam mendukung populasi musim dingin spesies ini.[5]
Ganti bulu
Pesisir selatan Jiangsu di Tiongkok diketahui sebagai lokasi penting untuk proses ganti bulu (moulting) bagi trinil nordmann selama periode non-berbiak.[6]
Kawasan ini berfungsi sebagai lokasi strategis dalam siklus hidup spesies, karena individu yang sedang mengalami pergantian bulu memerlukan habitat yang aman dan kaya sumber pakan. Hilangnya habitat pesisir di wilayah ini berpotensi berdampak signifikan terhadap keberhasilan migrasi dan kelangsungan hidup spesies.[6]
Populasi dan ancaman
Populasi globalnya diperkirakan berjumlah sekitar 1.500–2.000 individu, dengan sekitar 900–1.600 individu dewasa. Jumlah ini tergolong kecil dibandingkan banyak spesies burung pantai lainnya. Tren populasinya dinilai menurun akibat tekanan terhadap habitat pesisir, terutama di wilayah Asia Timur yang mengalami perkembangan pesat di kawasan pantai.[1]
Hilangnya habitat akibat reklamasi pesisir, pembangunan industri, serta perluasan akuakultur menjadi ancaman utama bagi spesies ini. Selain itu, gangguan manusia di lokasi persinggahan dan perubahan kualitas lingkungan pesisir juga dapat memengaruhi keberhasilan migrasi dan kelangsungan hidupnya.[1][2]
Referensi
- ^ a b c d e f g h "Tringa guttifer". IUCN Red List of Threatened Species. 2024. Diakses tanggal 20 Februari 2026.
- ^ a b c d e "Spotted Greenshank (Tringa guttifer) factsheet". BirdLife International. Diakses tanggal 19 Februari 2026.
- ^ "Nordmann's Greenshank – eBird". Cornell Lab of Ornithology. Diakses tanggal 18 Februari 2026.
- ^ a b "Distribution modelling of the endangered Spotted Greenshank (Tringa guttifer) in a key area within its winter range". Global Ecology and Conservation. 2020.
- ^ a b c Yu, Chenxing; Ngoprasert, Dusit; Round, Philip D. (2019). "Roost selection of the endangered Spotted Greenshank (Tringa guttifer) in critical habitat in the Inner Gulf of Thailand". Avian Research. 10: 9. doi:10.1186/s40657-019-0148-7. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ a b "The southern Jiangsu coast is a critical moulting site for Spoon-billed Sandpiper Calidris pygmaea and Nordmann's Greenshank Tringa guttifer". Bird Conservation International. 2021.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


