Tradisi Haul Jama'
Tradisi Haul Jama' atau Haul Jamak adalah tradisi budaya Melayu di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, yang dilakukan secara bersama-sama untuk mendoakan arwah leluhur dan menyambut bulan Ramadan. Tradisi ini meliputi rangkaian acara seperti tahlilan, pembacaan doa, dan makan bersama. Pelaksanaannya biasanya dilakukan pada bulan Sya'ban dengan acara bergantian di masjid, surau, atau rumah. Tradisi ini bertujuan sebagai pengingat kepada sang pencipta, menjalin silaturahmi, serta meneruskan tradisi budaya Melayu.[1]
Pelaksanaan Haul Jamak
Setiap orang Islam yang meninggal dunia, tidak begitu saja dilupakan oleh masyarakat, terutama kaum kerabat dan keluarganya. Orang meninggal akan terus diingat, yakni dengan cara mengirimkan doa untuk kebaikan dan keselamatan arwah di alam kubur. Inilah yang dinamakan tradisi Haul Jamak. Haul Jamak biasanya dilaksanakan tepat sebulan sebelum masuknya bulan Ramadan. Yakni di bulan Syaban hitungan Hijriah atau bulan Islam, selama satu bulan penuh pembacaan doa arwah berlangsung bergantian di tiap masjid ataupun surau.[2][3]
Jemaah masjid mengunjungi dari satu dusun, kampung hingga desa-desa. Mereka duduk bersama membacakan doa arwah untuk saudara, kerabat maupun orang-orang tua yang telah meninggal di masjid maupun surau. Jemputan jemaah-jemaah masjid disebar jauh-jauh hari. Pengurus masjid dan surau menyusun jadwal, agar tidak berbenturan pelaksanaan satu sama lain. Bulan Sya'ban juga disebut sebagai bulannya Rasulullah, Nabi Muhammad SAW, doa arwah, untuk sanak keluarga, kerabat, orang tua maupun guru yang sudah meninggal. Ada tiga rangkaian acara haul jama’ yaitu tahlilan, doa serta makan bersama sebagai acara penutup. Haul jama’ pesertanya adalah seluruh warga kampung yang laki-laki.[2]
Menurut keyakinan orang Melayu Lingga, mendoakan arwah bukan saja terbatas pada doa anak yang sholeh, tetapi boleh juga didoakan oleh seluruh kaum muslimin. Makna dari pelaksanaan haul jamak merupakan penyambung, pengingat akan sang Pencipta kepada yang dicipta, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati agar diberikan keselamatan. Terjalinnya tali silaturahim, bentuk terimakasih kepada yang telah mati dan kesyukuran kepada Allah SWT.[2]
Tradisi Kenduri Arwah dalam masyarakat Lingga
Dalam keyakinan masyarakat Melayu khususnya di Kabupaten Lingga, jika ada orang yang telah meninggal dunia maka dilaksanakanlah Tradisi Kenduri Arwah. Kenduri dilakukan tiga malam berturut-turut, dan selanjutnya pada hari ketujuh, dua puluh, empat puluh, enam puluh, delapan puluh dan seratus hari. Kenduri arwah di Lingga telah ada sejak lama, dan menjadi tradisi dalam lingkungan istana Lingga-Riau.[4]
Kenduri arwah dilakukan dengan pembacaan tahlil dan doa untuk kebaikan arwah di alam kubur. Kenduri arwah dimulai pada malam pertama setelah mayat dikebumikan. Keluarga yang melakukan kenduri arwah akan menjemput tetangga dekat sekitar rumah. Kenduri dilakukan selepas shalat Maghrib yang dipimpin seorang pembaca tahlil dan doa. Para jemputan dihidangkan makanan ringan dan air manis sebagai hadiah atau sedekah dan juga sebagai ungkapan terimakasih terhadap para jemputan karena telah mau datang dan berdoa bersama-sama, yang pahalanya dihadiahkan untuk arwah, Selain bertujuan untuk hadiah/sedekah, menyantap hidangan bersama-sama mengandung filosofi “ bahwa tidak ada manusia yang lebih tinggi maupun rendah derajatnya” Siapa pun tamu yang datang, apa pun kedudukannya, dipandang sama rata dan sama rasa sebagai hamba Allah.[4]
Referensi
- ^ "Kemenag Lingga Ikut Mendukung Pelestarian Tradisi Haul Jamak di Bunda Tanah Melayu". kepri.kemenag.go.id. 19-02-2025. Diakses tanggal 17-11-2025.
- ^ a b c MelayuPedia. "Tradisi Haul Jamak Melayu Lingga, Kenang Arwah Leluhur Dengan Doa - melayupedia.com". www.melayupedia.com (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2025-11-17. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ Batamtoday. "Tradisi 'Haul Jama' di Lingga Masih Terjaga dengan Baik". batamtoday.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-17.
- ^ a b admin (2020-01-08). "Haul Jama' Tradisi Masyarakat Lingga". Diakses tanggal 2025-11-17.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


