Tjo Soe Kong Bio Tanjung Kait

Dan Rong Jia Yi Zu Shi Gong Miao
丹绒加逸祖師公廟
Klenteng Tjo Soe Kong Tempo Dulu
Agama
AfiliasiTridharma
WilayahBanten
DewaTjo Soe Kong
Lokasi
LokasiKabupaten Tangerang, Banten
NegaraIndonesia
Arsitektur
TipeKlenteng
GayaTionghoa
Didirikan1742

Dan Rong Jia Yi Zu Shi Gong Miao (Hanzi: 丹绒加逸祖師公廟) atau Tjo Soe Kong Bio/Klenteng Tanjung Kait adalah salah satu klenteng tua di provinsi Banten. Klenteng ini terletak di Tanjung Kait, Desa. Tanjung Anom, Kecamatan. Mauk, Kabupaten Tangerang.

Arti Nama

Klenteng ini dikenal dengan beberapa nama, yaitu Tjo Soe Kong Bio, Klenteng Tanjung Kait, serta nama resminya dalam bahasa Mandarin Dan Rong Jia Yi Zu Shi Gong Miao. Perbedaan penyebutan nama tersebut mencerminkan latar belakang budaya dan bahasa masyarakat yang menggunakan klenteng ini, baik dari kalangan Tionghoa peranakan maupun masyarakat lokal.

Nama Dan Rong Jia Yi Zu Shi Gong Miao ditulis dalam aksara Hanzi 丹绒加逸 祖師公廟, dengan pelafalan Hokkien Tan-jiong Ka-it Cho-su Kong Bio. Nama ini memiliki arti “Kelenteng Tjo Soe Kong di Tanjung Kait”. Sebutan 祖師公 (Cho-su Kong) merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada tokoh suci atau guru agung yang dihormati karena kebajikan dan jasanya dalam membimbing serta melindungi masyarakat.

Penggunaan nama ini menegaskan bahwa klenteng tersebut secara khusus didedikasikan untuk pemujaan Kongco Tjo Soe Kong, yang dipandang sebagai tokoh leluhur spiritual dan pelindung masyarakat pesisir Tanjung Kait. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, klenteng ini juga menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan, serta simbol akulturasi budaya Tionghoa dengan tradisi masyarakat setempat.

Dengan berbagai nama yang melekat padanya, Klenteng Tjo Soe Kong tidak hanya mencerminkan sejarah panjang keberadaan komunitas Tionghoa di wilayah Tanjung Kait, tetapi juga menunjukkan peran penting klenteng sebagai warisan budaya dan spiritual yang tetap lestari hingga saat ini.

Sejarah

Klenteng Tjo Soe Kong atau Dan Rong Jia Yi Zu Shi Gong Miao terletak di pesisir Tanjung Kait, Kabupaten Tangerang, dan dikenal sebagai salah satu klenteng tertua di Provinsi Banten. Menurut keterangan Ketua Yayasan, klenteng ini diperkirakan telah didirikan sekitar tahun 1724, meskipun tahun pendirian tersebut masih berupa perkiraan dan belum dapat dipastikan secara historis.

Secara tertulis, keberadaan klenteng ini dapat dipastikan melalui catatan Adries Teisseire, seorang pelaut Barat, yang mencatat bahwa pada tahun 1792 klenteng ini telah berdiri dan aktif digunakan oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa klenteng Tjo Soe Kong telah menjadi pusat ibadah dan kehidupan spiritual masyarakat pesisir Tanjung Kait sejak masa lampau.

Klenteng ini didedikasikan kepada Kongco Tjo Soe Kong, seorang tokoh suci yang dipercaya sebagai tabib dan penolong masyarakat. Tokoh ini memiliki nama lahir Tan Ciao Eng (陳昭應) dan hidup pada masa Dinasti Song. Berkat kebajikan, kepedulian, dan jasanya dalam menolong orang sakit tanpa pamrih, beliau kemudian dihormati sebagai pelindung dan pemberi kesembuhan oleh masyarakat Tionghoa peranakan maupun masyarakat lokal.

Pada awalnya, bangunan klenteng dibuat secara sederhana dari kayu dan bambu, menyesuaikan dengan kondisi masyarakat pesisir saat itu. Seiring waktu, klenteng mengalami beberapa kali renovasi, terutama pada tahun 1959 dan 2018, dengan penguatan struktur bangunan namun tetap mempertahankan nilai tradisional dan historisnya.

Hingga kini, Klenteng Tjo Soe Kong masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah, menjadi simbol keberlangsungan tradisi, kepercayaan, serta akulturasi budaya Tionghoa dan masyarakat pesisir Tanjung Kait.

Keajaiban

1. Klenteng Tjo Soe Kong Bio pernah menjadi tempat perlindungan masyarakat sekitar ketika terjadi letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883. Dalam peristiwa tsunami besar yang melanda wilayah pesisir, klenteng ini dipercaya tidak terendam air, sehingga dianggap sebagai tempat yang aman dan menjadi simbol perlindungan bagi masyarakat setempat.

2. Kongco Tjo Soe Kong dikenal luas oleh umat sebagai sosok yang mujarab, khususnya dalam hal ciamsi obat. Banyak masyarakat yang datang untuk memohon kesembuhan, dan kepercayaan terhadap kemujaraban beliau terus diwariskan secara turun-temurun hingga saat ini.

Daftar Altar

1. Thian Ti Kong

2. Kongco Tjo Soe Kong

3. Pek How Pek Tjoa Tjiang Koen

4. Kongco Obat (Tjo Soe Kong)

5. Hok Tek Tjeng Sin

6. Empe Dato (Biokong Pertama)

7. Embah Rachman (Tjenteng Klenteng)

8. Te Tjong Ong Po Sat

9. Tjing Sen (Sumur Dewa Naga)

10. Buddha Sakyamuni

11. Kwan Im Po Sat

12. Mi Lek Hud

13. Tju Sen Nio Nio (Dewi Kesuburan)

14. Toa Pek Kong

15. Thian Siang Seng Mu (Dewi Samudera)

16. Kwan Seng Tee Koen

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement