Tengku Muhammad Fakhry Petra
| Tengku Muhammad Fakhry Petra تڠكو محمد فخري ڤيترا | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Tengku Mahkota Kelantan | ||||||
| Masa jabatan | 4 Januari 2024 – sekarang | |||||
| Pendahulu | Tengku Muhammad Fa-iz Petra | |||||
| Kelahiran | Tengku Muhammad Fakhry Petra bin Tengku Ismail Petra 7 April 1978 Kota Bharu, Kelantan, Malaysia | |||||
| Pasangan | ||||||
| ||||||
| Wangsa | Long Yunus | |||||
| Ayah | Sultan Ismail Petra Ibni Almarhum Sultan Yahya Petra | |||||
| Ibu | Tengku Anis Binti Almarhum Tengku Abdul Hamid | |||||
| Agama | Islam Sunni | |||||
| ||||||
Tengku Muhammad Fakhry Petra ibni Almarhum Sultan Ismail Petra (Jawi: تڠكو محمد فخري ڤيترا ابن المرحوم سلطان إسماعيل ڤيترا; lahir 7 April 1978) adalah Tengku Mahkota (Putra Mahkota) Kelantan saat ini.[1] Ia merupakan adik laki-laki dari Sultan Kelantan saat ini, Sultan Muhammad V.
Kehidupan awal dan pendidikan
Tengku Fakhry lahir di Kota Bharu, Kelantan pada 7 April 1978 sebagai anak ketiga dari empat bersaudara dari Sultan Kelantan ke-28, Sultan Ismail Petra dan Raja Perempuan Tengku Anis. Dua kakak laki-lakinya adalah Sultan Muhammad V, Sultan Kelantan saat ini dan Yang di-Pertuan Agong Malaysia ke-15, serta Tengku Muhammad Fa-iz Petra, mantan Tengku Mahkota Kelantan. Adik perempuannya adalah Tengku Amalin A’ishah Putri, Tengku Maharani Putri.[2]
Tengku Fakhry memulai pendidikan awalnya di Sekolah Rendah Sultan Ismail (1) di Kota Bharu, Kelantan. Ia melanjutkan studinya di United World College di Singapura dan kemudian mengambil A-Level di Hurtwood House di Inggris. Ia lulus dengan gelar Sarjana di bidang Keuangan dari Universitas Westminster, London.[3]
Kehidupan pribadi
Tengku Fakhry menikah dengan Manohara Odelia Pinot, seorang model asal Indonesia, pada 26 Agustus 2008 di Kota Bharu, Kelantan. Pada saat pernikahan mereka, Tengku Fakhry berusia 30 tahun, sementara Manohara berusia 16 tahun. Mereka bertemu pada Desember 2006 dalam sebuah acara makan malam yang dihadiri oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia saat itu, Najib Razak, di Jakarta, Indonesia ketika Manohara baru berusia 14 tahun, yang berarti hanya setengah dari usia Tengku Fakhry. Manohara mengajukan gugatan cerai pada Mei 2009, dengan tuduhan bahwa ia telah mengalami kekerasan fisik dan mental dari suaminya. Tengku Fakhry membantah klaim tersebut dan pengacaranya menyatakan bahwa Manohara bertindak "karena dendam" dan "dimotivasi oleh keinginan untuk mendapatkan keuntungan finansial". Tahun berikutnya, pengadilan tinggi Malaysia memberikan ganti rugi sebesar RM6 juta kepada Tengku Fakhry setelah ia mengajukan gugatan fitnah atas tuduhan penganiayaan terhadap Manohara dan ibunya, Daisy Fajarina. Skandal ini mendapat perhatian luas dari media.[4][5][6]
Gelar kebangsawanan
Tengku Fakhry sebelumnya dianugerahi gelar Tengku Temenggong Kelantan pada bulan Maret 1997 oleh ayahnya, Sultan Ismail Petra; namun, gelar tersebut dicabut oleh kakaknya, Sultan Muhammad V, pada bulan September 2010.[7][8] Pada Maret 2022, Tengku Fakhry dianugerahi gelar Tengku Bendahara Kelantan oleh Sultan Muhammad V.[9] Pada Januari 2024, ia diproklamasikan sebagai Tengku Mahkota Kelantan oleh Majelis Perwalian Raja Kelantan (Kelantan Royal Succession Council).[10]
Tugas kerajaan
Pada 5 Mei 2025, Tengku Fakhry dimasyhurkan sebagai Pro-Kanselir Universiti Malaysia Kelantan (UMK) pada acara konvokasi ke-14 universitas tersebut di Dewan Tuanku Canselor, UMK Bachok, Kelantan.[11]
Gelar dan sapaan
| Gelar bangsawan untuk Tengku Muhammad Fakhry Petra | |
|---|---|
| Gaya referensi | Paduka |
| Gaya penyebutan | Yang Mulia |
| Gaya alternatif | Tuanku |
Gelar lengkap dan sapaan resmi Tengku Muhammad Fakhry Petra adalah:
Yang Mulia Tengku Muhammad Fakhry Petra ibni Almarhum Sultan Ismail Petra, D.K., S.P.M.K., Tengku Mahkota Kelantan
Penghargaan
Penghargaan Kelantan
Penerima Darjah Kerabat Kelantan (DK) (2003, dicabut pada 2010 dan dikembalikan pada 2019)[12][13]
Knight Grand Commander dari Darjah Mahkota Kelantan (SPMK) – Dato' (Dicabut pada 2010 dan dikembalikan pada 2025)[14]
Penerima Pingat Jubli Perak Sultan Ismail Petra (30 Maret 2004)
Penerima Pingat Pemasyhuran Sultan Muhammad V (13 September 2010)
Penghargaan Malaysia
Penerima Pingat Pertabalan Yang di-Pertuan Agong XVII (20 Juli 2024)
Catatan: * Kedua penghargaan sempat dicabut pada 2010. DK dan SPMK masing-masing dikembalikan pada tahun 2019 dan 2025.
Silsilah
| Silsilah dari Tengku Muhammad Fakhry Petra | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Referensi
- ^ Times, New Straits (2024-01-17). "Tengku Muhammad Fakhry Petra appointed Tengku Mahkota of Kelantan effective Jan 4 | New Straits Times". NST Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-01-18.
- ^ "Illustrious royal siblings". The Star (Malaysia). 9 September 2018. Diakses tanggal 16 June 2022.
- ^ Mengenai YANG AMAT MULIA TENGKU MUHAMMAD FAKHRY PETRA IBNI SULTAN ISMAIL PETRA
- ^ Kronologi hilangnya Manohara Diarsipkan 2009-04-27 di Wayback Machine., KapanLagi.com, diakses pada 23 April 2009
- ^ "Malaysian prince sues Indonesian teen wife for libel". Taipei Times. 22 Juli 2009. Diakses tanggal 16 Juni 2022.
- ^ "Kelantan prince's wife Manohara in the news again". The Star (Malaysia). 2 Juni 2009. Diakses tanggal 16 Juni 2022.
- ^ Megat Junid among 24 to be made 'Datuks'. New Straits Times. 30 Maret 1997.
- ^ "Kelantan Sultan strips his younger brother of royal title". The Star (Malaysia). 30 September 2010. Diakses tanggal 6 Juni 2022.
- ^ The Star (13 November 2022) [1]. The Star.
- ^ "Tengku Muhammad Fakhry Petra dilantik sebagai Tengku Mahkota Kelantan". Berita Harian. 18 Januari 2024. Diakses tanggal 18 Januari 2024.
- ^ "Tengku Mahkota Kelantan dimasyurkan sebagai Pro-Canselor UMK". Utusan. 2025-05-05.
- ^ "Kelantan Sultan's honours list". The Star. 31 Maret 2003. Diakses tanggal 3 Oktober 2025.
- ^ "Kelantan prince stripped of royal title by brother". AsiaOne. 1 Oktober 2010. Diakses tanggal 6 Juni 2022.
- ^ "Kelantan prince stripped of royal title". The Star (Malaysia). 1 Oktober 2010. Diakses tanggal 6 Juni 2022.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


