Telok Abang Palembang

Telok Abang adalah telur yang direbus, kemudian cangkang kulitnya diwarnai dengan pewarna makanan merah dan ditancapkan pada mainan anak. Tradisi Telok Abang hanya dijumpai di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan pada perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) setiap tahun.[1] Telok Abang umumnya identik dengan mainan perahu atau kapal yang terbuat dari kayu gabus. Telok Abang Palembang masuk ke dalam kerangka 10 Objek Pemajuan Kebudayaan kategori Pengetahuan Lokal Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.[2] Telok Abang menjadi karya yang mengandung nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme sekaligus cerminan kota Palembang sebagai ibu kota Kerajaan Maritim Sriwijaya.[3]

Makna

Kata Telok Abang diambil dari kata telok yang berarti telur dan abang yang bermakna merah. Jadi, arti nama Telok Abang adalah telur berwarna merah. Sementara itu, makna dari tradisi Telok Abang sendiri ialah warna merah pada cangkang telur dan putih dari isi telur mewakili bendera negara Indonesia, merah putih. Warna merah cangkang telur melambangkan sebuah keberanian dan semangat kemerdekaan, seperti halnya berani melawan penjajah. Kemudian, warna putih dari telur melambangkan kesucian. Mainan perahu atau kapal yang menjadi tempat telur menancap memiliki makna agar rakyat senantiasa mengingat bahwa Palembang pernah memiliki kerajaan maritim yang luas dan besar.[1]

Sejarah

Tradisi Telok Abang merupakan tradisi yang sudah ada dari sebelum masa kemerdekaan Indonesia. Dahulu, Telok Abang pada masa penjajahan negara Belanda digunakan untuk memperingati ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina II. Pada masa tersebut, terdapat perlombaan menghias perahu dengan telur merah. Awalnya, Telok Abang menggunakan telur bebek, tetapi kemudian berganti seiring waktu dengan menggunakan telur ayam.[1]

Kini, dalam setiap tahun menjelang peringatan 17 Agustus, ada banyak pedagang yang menjual mainan Telok Abang di pinggiran jalan Palembang. Pedagang menjual Telok Abang dengan berbagai macam mainan serta harga yang bervariasi, tergantung ukuran.[1]

Harga juga tergantung dari kerumitan bentuk Telok Abang. Terdapat pula mainan selain perahu atau kapal yang diperjualkan dengan Telok Abang, seperti pesawat, truk, dan becak. Hiasan yang terdapat pada mainan Telok Abang berupa kertas origami, kertas motif batik, atau songket dengan penambahan bendera merah putih.[4]

Referensi

  1. ^ a b c d Arieza, Ulfa (2023-07-27). "Telok Abang, Tradisi Asal Palembang yang Hanya Ada Saat 17 Agustus". kompas.com. Diakses tanggal 2025-11-18.
  2. ^ "Kapal Telok Abang". giwang.sumselprov.go.id. Diakses tanggal 2025-11-18.
  3. ^ "Makna Tradisi Telok Abang Hari Kemerdekaan di Palembang". rri.co.id. 2025-08-10. Diakses tanggal 2025-11-18.
  4. ^ Tanjung, Welly Jasrial. "Pedagang Telok Abang Mulai Muncul di Jalan Protokol Mendekati 17 Agustus". detiksumbagsel. Diakses tanggal 2025-11-18.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement