Tawak-tawak
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
| Gamelan | |
|---|---|
| Negara | Indonesia |
| Domain | Kerajinan tradisional, tradisi lisan dan ekspresi, seni drama, pengetahuan dan praktik tentang alam dan alam semesta, praktik sosial, ritual dan acara pesta |
| Referensi | 01607 |
| Kawasan | Asia dan Pasifik |
| Sejarah Inskripsi | |
| Inskripsi | 2021 (sesi ke-16) |
| Daftar | Daftar Perwakilan |
Tawak-tawak[1][2] atau tetawak[3] adalah alat musik klasik tradisional Jawa yang berasal dari Jawa, khususnya digunakan dalam gamelan. Alat ini merupakan jenis gong berukuran kecil yang terbuat dari logam dan memiliki fungsi penting dalam struktur ritmis ensambel gamelan.
Etimologi
Secara etimologinya, kata ‘tawak-tawak’ diserap dari istilah (dalam bahasa Jawa) yang artinya "alat tabuhan kecil", hal ini merujuk kepada bentuk dari Tawak-tawak itu sendiri yang berupa gong berbentuk kecil.[4]
Sejarah
Tawak-tawak terbuat dengan bahan baku tembaga. Pemukul tawak-tawak yang biasa digunakan terbuat dari kayu yang dibentuk seperti gagang dan diberi kain tebal pada ujung kayu yang mengenai tawak-tawak ketika dipukul.[5] Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tawak-tawak berarti gong kecil untuk memberi alamat, mengerahkan orang supaya berkumpul.[2][6] Tawak-tawak pada zaman dahulu digunakan oleh masyarakat Brunei Darussalam untuk memanggil masyarakat agar berkumpul secara bersamaan untuk diberikan pengumuman atau sebuah arahan.[7] Suara khas yang ditimbulkan dari tawak-tawak memudahkan masyarakat ketika mendengar informasi pemberitahuan untuk berkumpul walaupun kini, umumnya pemberian informasi bagi masyarakat Brunei Darussalam melalui media elektronik seperti situs web lembaga-lembaga pemerintahan maupun melalui selembaran kertas informasi yang di tempel di papan informasi instansi terkait.
Tawak-tawak biasa digunakan sebagai alat musik pendukung pada orkestra gulintangan, sebuah kesenian tradisional Brunei Darussalam.[5] Kesenian ini dimainkan untuk menggambarkan suasana gembira, syukur dan kedukaan pada tradisi khas masyarakat Brunei Darussalam yang sedang diselenggarakan. Alat musik pada kesenian orkestra gulintangan terdiri dari kumpulan alat musik tradisional seperti gulintangan, canang, tawak-tawak, gong, dan gandang labik.
Referensi
- ^ "Cari "tawak-tawak" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)". Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
- ^ a b Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 56
- ^ "Cari "tetawak" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)". Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
- ^ Poerwadharminta, WJS. Bausastra.
- ^ a b https://dokumen.tips/documents/alat-musik-brunei-dan-arab.html
- ^ https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/tawak-tawak
- ^ http://www.michaelbackmanltd.com/1252.html
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


