Tari Srikandi Mustakaweni

Srikandi Meguru Manah

Tari Srikandi Mustakaweni merupakan salah satu bentuk tari klasik bergaya Surakarta yang mengisahkan pertempuran antara dua tokoh perempuan, yakni Srikandi dan Mustakaweni, dalam memperebutkan pusaka Jamus Kalimasada. Tari ini diklasifikasikan sebagai tari perang putri, yaitu jenis tarian yang menggambarkan sosok perempuan dengan karakter kuat, tangguh, dan berani. Pada tahun 2024, Tari Srikandi Mustakaweni ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

Cerita

Cerita Pertama

Cerita diawali dengan seorang tokoh pewayangan perempuan bernama Mustakaweni yang berniat mendukung tekad kakaknya untuk membalas kematian ayah mereka, Prabu Niwatakawaca, raja dari Kerajaan Imaimantaka. Prabu Niwatakawaca tewas di tangan Arjuna setelah usahanya mengguncang Kahyangan demi meminang Batari Supraba. Dengan semboyan “utang pati nyaur pati” yang berarti "kematian harus dibalas dengan kematian", Mustakaweni bertekad menuntut balas. Keinginan serupa juga dimiliki oleh kakaknya, Prabu Bumiloka.[1]

Dalam upayanya melaksanakan niat tersebut, Dewi Mustakaweni memanfaatkan kesaktiannya untuk menyamar sebagai Dewi Srikandi. Dengan menyandang identitas palsu tersebut, ia berhasil memperoleh pusaka Jamus Kalimasada dari Dewi Drupadi, dengan mengaku sebagai utusan Prabu Puntadewa. Namun, Dewi Srikandi yang asli mencurigai adanya penyusup. Ia kemudian mengejar Mustakaweni hingga akhirnya terjadi pertemuan antara keduanya. Pertarungan tak terelakkan pun terjadi. Dalam pertempuran tersebut, Mustakaweni memilih melarikan diri ke angkasa, sementara Dewi Srikandi dibuat kebingungan karena lawannya menghilang dari pandangan.[2]

Bambang Priyambada, putra Arjuna dari permaisuri Dewi Maheswara. Sejak kecil, ia dibesarkan di Pertapaan Glagaharum bersama ibunya dan kakeknya, Begawan Sidik Waspada. Pada suatu waktu, Bambang Priyambada datang ke Taman Madukara bersama para punakawan dengan maksud ingin bertemu dengan ayahnya, Arjuna. Namun, sebelum diperkenankan bertemu, Srikandi memberikan syarat agar Bambang Priyambada terlebih dahulu membuktikan darma baktinya. Ia diminta untuk menangkap Dewi Mustakaweni, yang saat itu membawa pusaka keramat Jamus Kalimusada.[1]

Untuk melaksanakan tugas tersebut, Bambang Priyambada menyusun siasat dengan menyamar sebagai Prabu Bumiloka, kakak Dewi Mustakaweni. Dalam penyamarannya, Dewi Mustakaweni menyerahkan pusaka tersebut tanpa curiga. Namun, setelah mengetahui bahwa sosok yang dikiranya Prabu Bumiloka adalah Bambang Priyambada, ia merasa dikhianati dan kecewa. Pertemuan antara Prabu Bumiloka, seorang ksatria berparas tampan, dan Dewi Mustakaweni, yang dikenal akan kecantikannya bak bidadari, menimbulkan ketertarikan satu sama lain. Kesan mendalam yang ditimbulkan dari pertemuan tersebut mengawali tumbuhnya rasa cinta di antara keduanya.[1]

Cerita Kedua

Dalam upaya menjalankan misinya, Mustakaweni melakukan penyamaran sebagai Gatotkaca dengan tujuan mencuri pusaka sakti milik Pandawa, yaitu Jamus Kalimasada. Pusaka tersebut pada saat itu berada dalam pengawasan Dewi Drupadi.[3]

Upaya merebut kembali Jamus Kalimasada dipimpin oleh Srikandi atas perintah Dewi Kunti. Namun, Srikandi tidak mampu menandingi kekuatan Mustakaweni. Dalam situasi genting tersebut, muncul sosok satria muda, Bambang Priyambada, salah satu putra Arjuna yang sedang dalam pencarian terhadap ayahnya. Dengan bantuan dua senjata andalannya yaitu kaca paesan, yang memiliki kemampuan mengungkap identitas pencuri Jamus Kalimasada, dan panah Hardo Asmara, yang mampu menumbuhkan rasa cinta. Bambang Priyambada berhasil mengalahkan Mustakaweni dan merebut kembali Kalimasada serta memenangkan hati sang putri sakti.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c capitalsix (2020-11-12). "Pertunjukan Wayang Orang Berjudul "Srikandi Kembar"". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2025-06-17.
  2. ^ a b Leksono, Ninok (2019-03-31). "Srikandi-Mustakaweni Selalu Memesona". kompas.id. Diakses tanggal 2025-06-17.
  3. ^ "Perpustakaan ISBI Bandung". perpustakaan.isbi.ac.id. Diakses tanggal 2025-06-17.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement