Tanjungsiang, Tanjungsiang, Subang
Tanjungsiang | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Barat | ||||
| Kabupaten | Subang | ||||
| Kecamatan | Tanjungsiang | ||||
| Kode pos | 41284[1] | ||||
| Kode Kemendagri | 32.13.14.2002 | ||||
| Luas | 544,65 ha | ||||
| Jumlah penduduk | 6.829 orang | ||||
| Kepadatan | - | ||||
| |||||
Tanjungsiang adalah salah satu desa di kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Indonesia.
Desa Tanjungsiang memiliki wilayah terbesar kedua setelah Desa Buniara dengan luas 7,81 km²[2]. pada tahun 2025 penduduk Desa Tanjungsiang berjumlah 5.291 jiwa[3]. Wilayah Desa Tanjungsiang berada di dataran tinggi yang di kelilingi hutan, gunung dan hamparan sawah.
Karakteristik Desa Tanjungsiang
Berdasarkan data dalam buku Kecamatan Tanjungsiang Dalam Angka 2025, sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian wilayah kecamatan Tanjungsiang, termasuk Desa Tanjungsiang. Wilayah yang berada di dataran tinggi dengan suhu relatif sejuk dan curah hujan cukup, sehingga mendukung pertanian merupakan tulang punggung perekonomian wilayah Kecamatan Tanjungsiang[2] .
Sektor Pertanian, Tanaman Pangan menjadi sektor dominan, terutama padi dan sawah sebagai komoditas utama, yang ditanam dengan sistem pengairan tradisional dan setengah teknis.Dan tanaman Palawijaya seperti jagung dan ubi-ubian pada lahan kering. Holtikultura juga berkembang, khususnya sayuran dataran tinggi (cabai, bawang, dan sayuran kebun), yang biasanya dikelola oleh rumah tangga petani skala kecil. Mayoritas petani masih menggunakan pola pertanian tradisional, dengan tenaga kerja keluarga dan alat sederhana, meskipun perlahan mulai beradaptasi dengan teknologi pertanian modern.
Ciri Khas Desa Tanjungsiang dapat dilihat dari kombinasi antara kondisi geografis, aktivitas ekonomi, dan budaya lokal. kehidupan masyarakatnya masih kental dengan nilai gotong royong, terutama dalam kegiatan pertanian seperti tanam padi, panen, dan perbaikan saluran air. Desa Tanjungsiang dikenal sebagai bagian dari wilayah yang memiliki keterampilan kerajinan tradisional, khususnya pandai besi dan pembuatan alat pertanian tradisional, yang tumbuh seiring kebutuhan masyarakat tani (meskipun tidak tercatat rinci dalam angka statistik, ini menjadi ciri sosial-budaya lokal yang hidup berdampingan dengan sektor pertanian).
Adat dan Kebiasaan Masyarakat Desa Tanjungsiang mayoritas berlatar budaya Sunda, dengan adat istiadat yang masih dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh tercermin dalam hubungan sosial antarwarga. Salah satu tradisi lokal penting yang pernah dilakukan di Desa Tanjungsiang adalah Ngaruat Lembur [4] yaitu upacara ritual yang memiliki makna permohonan keselamatan dan perlindungan bagi kampung. Tradisi ini umumnya dilakukan dengan cara:Mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa bersama, Mengumpulkan seluruh warga desa untuk memohon keselamatan dari berbagai bencana atau marabahaya, Dilaksanakan secara komunal sebagai bentuk rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap kampungnya[5].Tradisi ini terkait erat dengan sejarah awal desa serta penyebaran Islam di wilayah tersebut, dan dijadikan sebagai ritus penting dalam menjaga keharmonisan antara manusia, lingkungan, dan Tuhan[4].
Wisata Alam yang paling dikenal di Desa Tanjungsiang sendiri adalah Bukit Pasir Jambu Kristal[6] yaitu terletak di Desa Tanjungsiang, tepatnya di kawasan CikaduDinamakan Pasir Jambu karena di kawasan bukit ini ditanami ribuan pohon jambu kristal, buah yang menjadi ikon lokal sekaligus menarik untuk foto atau piknik.Bukit ini memiliki pemandangan pegunungan dan lembah yang hijau, dengan udara yang sejuk khas dataran tinggi.Fasilitas yang tersedia mencakup gazebo, rumah adat, mushola, toilet, tempat camping, serta saung-saung untuk bersantai ketika menikmati pemandangan dari atas bukit. Pengunjung juga bisa petik buah jambu kristal dan belajar tentang tanaman buah tersebut jika musim panen tiba[6].
Satu lagi daya tarik alam yang disebut sebagai bagian dari destinasi wisata di Desa Tanjungsiang adalah Curug Ciung Wanara[7] Curug ini merupakan air terjun alami yang populer sebagai objek wisata alam di kawasan desa.Tempat ini umumnya memiliki jalur trekking ringan dan area bermain air di bawah curug (tergantung kondisi air saat musim tertentu).
Referensi
- ^ Kode Pos Kecamatan Tanjungsiang
- ^ a b Subang, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kecamatan Tanjungsiang Dalam Angka 2025". subangkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2026-02-10.
- ^ "SIPELDUK | Sistem Pelaporan Data Kependudukan". tanjungsiangdesa.id. Diakses tanggal 2026-02-10.
- ^ a b Wini, Widiastuti, (2014-02-24). "TRADISI NGARUAT LEMBUR DI DESA TANJUNGSIANG KECAMATAN TANJUNGSIANG KABUPATÉN SUBANG PIKEUN BAHAN PANGAJARAN MACA ARTIKEL BUDAYA DI SMA KELAS XII : Ulikan Sémiotik". repository.upi.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-10. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
- ^ "Desa Wisata TANJUNGSIANG". jadesta.kemenparekraf.go.id. Diakses tanggal 2026-02-10.
- ^ a b "Wisata Subang — Platform Informasi Pariwisata di Kabupaten Subang". wisata.subang.go.id. Diakses tanggal 2026-02-10.
- ^ Rajoendah, Muhammad Iqbal Katik; Wardhani, Annisa; Mubarak, Fauzi; Syah, Firman (2023-01-30). "Studi Motivasi Golfer pada Golf Course sebagai Destinasi Wisata di Bandung dan Sekitarnya". Bisnis Event. 4 (13): 25–34. doi:10.32722/bev.v4i13.5545. ISSN 2963-1971.
Pranala luar
- (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau tahun 2021
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



