Taman Sekartaji Kediri
| Taman Sekartaji Kediri | |
|---|---|
![]() | |
| Jenis | Ruang terbuka hijau, taman |
| Lokasi | Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Jawa Timur |
| Koordinat | 7°58′06″S 112°37′35″E / 7.9682449861384885°S 112.62651399527212°E |
| Area | 6.255 meter persegi |
| Dibuka | 26 September 2017 |
| Dimiliki oleh | Pemerintah Kota Kediri |
| Dioperasikan oleh | Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Kediri |
| Status | Buka sepanjang tahun |
Taman Sekartaji Kediri adalah taman dan ruang terbuka hijau bertema industrialis[1] yang berada di Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.[2] Taman yang diresmikan pada 2017 ini memiliki luas 6.225 meter persegi.[3] Berada di tengah Kota Kediri, Taman Sekartaji berperan menjadi paru-paru kota sekaligus menjadi tujuan wisata dan tempat bersosialisasi warga.[2] Taman Sekartaji saat ini relatif telah terawat dan banyak dimanfaatkan untuk beragam kegiatan warga dan komunitas, seperti diskusi terbuka, acara sekolah dan universitas, pertunjukan tari dan musik, penyelenggaran berbagai lomba, dan semacamnya.[1]
Sejarah
Sebelum menjadi sebuah taman yang terkelola dengan baik, Taman Sekartaji adalah taman biasa yang dipenuhi pepohonan rindang dengan sungai yang berada di sekitarnya.[4] Taman ini sempat terbengkalai dan beberapa oknum warga menggunakannya untuk kafe remang-remang.[1] Tempatnya pun terkesan tertutup dan kurang penerangan.[5] Upaya renovasi dimulai pada 2016 dan selesai pada 2017, perbaikan yang dilakukan adalah pembangunan dan penambahan fasilitas dengan mempertahankan lingkungan alaminya (tanpa modifikasi alam).[4] Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri menyatakan mereka tetap memperhatikan resapan air di taman ini saat proses renovasinya berjalan. Peresmiannya dilakukan pada 26 September 2017 oleh wali kota Kediri saat itu, Abdullah Abu Bakar.[6]
Vegetasi
Vegetasi pada Taman Sekartaji didominasi oleh tanaman peneduh, seperti pohon trembesi, glodogan tiang, bintaro, ketapang kencana, akasia, flamboyan, bunga kupu kupu (tayuman), beringin, kayu putih, dan kerai payung.[7] Berdasarkan studi yang dilakukan pada 2018, taman ini memiliki kontrol suhu terbaik dibandingkan dua taman di Kota Kediri lainnya, yaitu Taman Memorial Kediri dan Taman Ngronggo. Selisih tertinggi antara suhu di luar dan di dalam taman adalah sebesar 1,2° C.[8]
Fasilitas
Taman ini memiliki fasilitas internet Wi-Fi,[5] area parkir, kamera CCTV, stop kontak, balai pertemuan, kolam ikan hias, spot refleksi kaki, bangku taman berbahan semen melingkar, air mancur, zona taman bunga, area merokok, toilet, dan musala.[9][2][8]
Daftar rujukan
- ^ a b c Dwi, Andhika (2023-06-01). "Taman Sekartaji Kediri, Bekas Kafe Remang-remang yang Jadi Spot Asri". detikjatim. Diakses tanggal 2025-10-04.
- ^ a b c Sahila, Nail (2023-09-06). "Wisata Minggu Pagi di Tengah Kota Kediri, Taman Sekartaji". Dedikasi.id. Diakses tanggal 2025-10-04.
- ^ "Taman dan Hutan Kota". DLHKP Kota Kediri. 2025-07-21. Diakses tanggal 2025-10-04.
- ^ a b Putri, Challista Eka (2018-02-13). "Inovasi Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (Rth) Dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan (Studi Pada Taman Sekartaji Kota Kediri)". Universitas Brawijaya.
- ^ a b "Mas Abu Resmikan Taman Sekartaji". Website Resmi Pemerintah Kota Kediri. 2017-09-26. Diakses tanggal 2025-10-04.
- ^ "Walikota Kediri Resmikan Taman Sekartaji". Website Resmi Pemerintah Kota Kediri. 2017-09-27. Diakses tanggal 2025-10-04.
- ^ Indah, Tutut; Yuantika (2019-04-08). "Jenis-Jenis Pohon Peneduh Di Taman Kota Kediri". Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) (dalam bahasa Inggris). 6 (1): 13–17. doi:10.29407/jbp.v6i1.12895. ISSN 2746-0959.
- ^ a b Paulina, Paramita Dea (2018). "Kajian kesesuaian fungsi taman kota sebagai ruang terbuka hijau (studi multisitus pada tiga taman kota di Kediri)". Swara Bhumi. 5 (6): 1–8.
- ^ Ahsan, Muhammad Hizby Maulana (2025-07-05). "Sekartaji: Taman Kota yang Menjadi Simbol Identitas dan Keberlanjutan Kota Kediri". Setitik.id. Diakses tanggal 2025-10-04.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



