Taman Sari, Jakarta Barat

6°08′38″S 106°49′30″E / 6.144°S 106.825°E / -6.144; 106.825

Taman Sari
Peta lokasi Kecamatan Taman Sari
Taman Sari di Jakarta
Taman Sari
Taman Sari
Peta lokasi Kecamatan Taman Sari
Taman Sari di Jawa
Taman Sari
Taman Sari
Taman Sari (Jawa)
Taman Sari di Indonesia
Taman Sari
Taman Sari
Taman Sari (Indonesia)
Koordinat: 6°08′38″S 106°49′30″E / 6.144°S 106.825°E / -6.144; 106.825
Negara Indonesia
ProvinsiDKI Jakarta
Kota AdministrasiJakarta Barat
Pemerintahan
 • CamatTumpal Hasiholan Matondang[1]
Populasi
 • Total122.909 jiwa
 • Kepadatan15.900/km2 (41,000/sq mi)
Kode pos
11110 - 11180
Kode Kemendagri31.73.03 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3174060 Suntingan nilai di Wikidata
Luas7,73 km²
Desa/kelurahan8 kelurahan
Peta
PetaKoordinat: 6°8′57.12″S 106°49′6.24″E / 6.1492000°S 106.8184000°E / -6.1492000; 106.8184000


Taman Sari adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kota Administrasi Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia.[3][4] Kecamatan ini dihuni komunitas Tionghoa yang besar. Mereka terutama berada di Glodok dan sekitarnya.

Pemerintahan

Pembagian administratif

Kecamatan Taman Sari terdiri dari 8 kelurahan, yakni:

  1. Kelurahan Pinangsia, dengan kode pos 11110
  2. Kelurahan Glodok, dengan kode pos 11120
  3. Kelurahan Keagungan, dengan kode pos 11130
  4. Kelurahan Krukut, dengan kode pos 11140
  5. Kelurahan Taman Sari, dengan kode pos 11150
  6. Kelurahan Maphar, dengan kode pos 11160
  7. Kelurahan Tangki, dengan kode pos 11170
  8. Kelurahan Mangga Besar, dengan kode pos 11180

Demografi

Pada tahun 2020, penduduk kecamatan ini berjumlah 130.049 jiwa, di mana laki-laki sebanyak 65.136 jiwa dan perempuan sebanyak 64.913 jiwa, dengan kepadatan penduduk 14.514 jiwa/km².[5]

Kota Jakarta Barat, termasuk di kecamatan Cengkareng, warga berasal dari beragam Suku, Agama, Ras dan Adat istiadat (SARA). Berdasarkan data Sensus penduduk 2010, warga Jakarta Barat berasal dari beragam suku dan agama. Didominasi oleh suku Jawa, Betawi, Batak, Tionghoa, dan ada juga sebagian suku Sunda, Minangkabau, serta suku lainnya.[6]

Kemudian dalam hal keagamaan, penduduk kecamatan ini juga cukup beragam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kota Jakarta Barat tahun 2024 mencatat jumlah pemeluk agama, mayoritas penduduknya menganut agama Islam sebanyak 59,63%, kemudian Kekristenan sebanyak 24,46% (Protestan 16,31% dan Katolik 8,15%), kemudian Buddha sebanyak 15,81%, Hindu dan lainnya sebanyak 0,10%.[2] Untuk sarana rumah ibadah, kecamatan ini memiliki 51 unit masjid, 50 unit mushola, 42 unit gereja Protestan, 1 unit gereja Katolik, dan 19 unit vihara.[2]

Referensi

  1. ^ "Pejabat Kota Administrasi Jakarta Barat - Camat". www.barat.jakarta.go.id. Diakses tanggal 15 Oktober 2025.
  2. ^ a b c "Kota Jakarta Barat Dalam Angka 2025" (pdf). jakbarkota.bps.go.id. hlm. 10, 57, 155, 156. Diakses tanggal 15 Oktober 2025.
  3. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  4. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  5. ^ "Kota Administrasi Jakarta Barat Dalam Angka 2020". Badan Pusat Statistik Indonesia. 2020. Diakses tanggal 5 Oktober 2020.
  6. ^ "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 5 Oktober 2020.

Pranala luar



Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement