Taman Bendera Pusaka
| Taman Bendera Pusaka | |
|---|---|
Jembatan penyeberangan orang (JPO) Merah Putih yang menghubungkan zona selatan dan timur taman | |
![]() | |
| Jenis | Taman kota |
| Lokasi | Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta |
| Koordinat | 6°14′46″S 106°47′35″E / 6.2460069°S 106.7931063°E |
| Area | 5,6 hektar |
| Dibuka | 14 Maret 2026 (sebagai Taman Bendera Pusaka) |
| Dimiliki oleh | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta |
| Akses angkutan umum | |
Taman Bendera Pusaka adalah sebuah taman kota yang berada di antara Jalan Langsat, Jalan Barito, dan Jalan Kyai Maja di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Berlokasi dekat kawasan Blok M, taman ini mempunyai luas lahan seluas 5,6 hektar dan membentuk huruf L, yang terbentuk dari penggabungan Taman Ayodya, Taman Langsat dan Taman Leuser yang saling bersebalahan, tetapi dipisahkan oleh jalan raya.[1][2]
Sejarah
Sebelumnya, Taman Bendera Pusaka merupakan tiga taman yang terpisah, yakni Ayodya, Langsat, dan Leuser.[2] Ketiganya terbentuk berkat desain wilayah Kebayoran Baru yang awalnya dibuat sebagai kota mandiri terencana yang terpisah dari Batavia. Kebayoran Baru dirancang sebagai "kota taman" yang didominasi oleh ruang terbuka hijau (RTH) sebagai kawasan resapan air. Kebayoran Baru sendiri baru mulai dikembangkan pasca-Perang Dunia II, tepatnya saat Jakarta dikuasai oleh Belanda pada masa perang kemerdekaan.[3]
Taman Ayodya sendiri, yang awalnya bernama Taman Barito, sempat digunakan sebagai pasar bunga dan ikan hias sejak diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta kala itu, Ali Sadikin pada tahun 1970. Lahan bagian depan taman digunakan sebagai kios pedagang, sehingga menutup pemandangan taman dari jalan.[4][5] Pada bulan Januari 2008, pasar ini dinonaktifkan dan dikembalikan kondisinya sebagai taman sejak era Gubernur Fauzi Bowo dengan merelokasi para pedagang ke pasar-pasar di sekitarnya, kemudian melakukan pembongkaran bangunan pasar yang terdiri dari 150 kios, meskipun sempat diwarnai kericuhan.[6] Sejatinya rencana pengembalian kondisi Taman Barito sudah ada sejak tahun 1998 dalam rangka meningkatkan ketersediaan RTH sesuai dengan amanat Undang-undang Penataan Ruang No.26/2007 tentang proporsi RTH Kota.[6][7] Sejak itu pula, sebagian pedagang Pasar Barito, yang kebanyakan menjual burung hias, diberikan fasilitas berupa kios baru yang dibangun sepanjang pagar sisi timur Taman Langsat di Jalan Barito.[5] Taman Barito sendiri baru diresmikan kembali sebagai taman kota pada 15 Maret 2009, sekaligus diubah namanya menjadi Taman Ayodya.[8]
Pada bulan Juli 2025, Gubernur DKI Pramono Anung mencanangkan proyek "Taman ASEAN" yang bertujuan untuk memperkuat posisi kawasan Blok M sebagai "ibukota ASEAN". Hal ini diwujudkan lewat revitalisasi dan penggabungan Taman Ayodya, Langsat, dan Leuser yang berada sekitar 400 meter sebelah barat kawasan Blok M.[9] Namun, rencana Taman ASEAN kemudian diubah namanya menjadi "Taman Bendera Pusaka".[10] Setelah rencana tersebut terdengar luas, pemerintah memberikan himbauan kepada para pedagang burung hias eks-Pasar Barito untuk segera pindah ke tempat lain, namun mereka sempat menolak.[5][11] Pada 8 Agustus 2025, upacara groundbreaking Taman Bendera Pusaka dilaksanakan secara tertutup guna menghindari protes dari para pedagang burung hias.[12][13] Kios para pedagang Pasar Burung Barito akhirnya dibongkar pada akhir Oktober 2025, dan telah dipindahkan ke tempat baru yang bersebalahan dengan Stasiun Lenteng Agung.[14][15]
Proses revitalisasi dan penggabungan Taman Ayodya, Langsat, dan Leuser telah memakan biaya sekitar Rp 100 miliar, yang berasal dari dana corporate social responsibility (CSR).[16] Pada tanggal 14 Maret 2026, Taman Bendera Pusaka diresmikan langsung oleh Gubernur Pramono Anung bersama mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri.[1]
Monumen
Terdapat satu monumen di Taman Bendera Pusaka, yakni "Patung Ibu Fatmawati" yang menggambarkan Ibu Negara Fatmawati sedang menjahit bendera pusaka dan hamil Guntur Soekarnoputra, karya Teguh Ostenrik. Bendera pusaka adalah bendera Indonesia pertama yang dikibarkan setelah proklamasi kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945.[2][17]
Fasilitas
Taman Bendera Pusaka memiliki luas 5,6 hektar yang terbagi menjadi tiga zona: zona timur (dahulu Taman Ayodya), zona selatan (Taman Langsat), dan zona utara (Taman Leuser). Zona selatan dan timur dihubungkan melalui jembatan penyeberangan orang (JPO) yang diberi nama "Jembatan Merah Putih", yang memiliki desain ikonik mirip bentangan bendera merah putih dan meniru konsep JPO "Infinity Link Bridge" di Tebet Eco Park. Zona selatan dan utara dihubungkan melalui sebuah jalur pejalan kaki di dalam terowongan sungai yang melewati bawah Jalan Kyai Maja. Fasilitas di Taman Bendera Pusaka meliputi:[1]
- Jogging track sepanjang 1,2 kilometer
- Lapangan bola basket dan padel gratis
- Aula terbuka serbaguna (Pavilun Merah dan Pavilun Putih)
- Perpustakaan (Ruang Baca)
- Mushala dan toilet
- Fasilitas kesehatan
- Kios makanan dan minuman
- Amfiteater
- Kolam teratai & aliran sungai
- Arena permainan anak
Transportasi
Taman Bendera Pusaka dapat dijangkau dengan layanan bus raya terpadu (BRT) dan bus pengumpan Transjakarta yang melewati jalanan di sekitar taman. Taman ini terletak dekat dengam Terminal Blok M di sebelah timur sebagai titik akhir Koridor 1 Transjakarta dan layanan bus lainnya ke wilayah Jabodetabek. Halte BRT Transjakarta yang terdekat adalah Halte Mayestik yang melayani Koridor 13. Selain itu, taman ini juga dapat dijangkau dengan MRT Jakarta dari Stasiun MRT Blok M BCA yang berjarak sekitar 400 meter.[18]
Kritik
Dua pekan pasca diresmikan, para pengunjung Taman Bendera Pusaka mengeluhkan kondisi sungai yang tercemar, sehingga warna airnya menjadi berwarna hitam dan mengeluarkan bau tak sedap. Pengelola taman menerangkan bahwa instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) sedang dibangun untuk mengatasi masalah tersebut. Setelah IPAL mulai beroperasi pada bulan Juni 2026 nanti, air sungai diharapkan menjadi lebih bersih dan jernih.[19][20]
Galeri
- Foto-foto Taman Ayodya, Langsat, dan Leuser sebelum revitalisasi
-
Kolam di Taman Ayodya, 2023 -
Air mancur di kolam Taman Ayodya, 2025 -
Salah satu kolam yang ada di Taman Langsat, 2016
- Foto-foto Taman Bendera Pusaka (2026-sekarang)
-
Tampak zona utara taman -
Terowongan penghubung zona selatan dan utara di bawah Jalan Kyai Maja -
Zona selatan taman dilihat dari Jalan Kyai Maja -
Salah satu kolam di zona selatan -
Sebuah patung yang menggambarkan Ibu Negara Fatmawati sedang menjahit bendera pusaka dan hamil Guntur Soekarnoputra -
Paviliun Merah, sebuah aula serbaguna terbuka yang berada di zona selatan -
Tampak JPO Merah Putih -
Kolam di zona timur, dilengkapi dengan amfiteater
Referensi
- ^ a b c Soedirman, Omarali Dharmakrisna (2026-03-15). "Taman Bendera Pusaka Blok M Resmi Dibuka, Ada Lapangan Padel Premium Gratis". kompas.com. Diakses tanggal 2026-03-16.
- ^ a b c Atnam, Aulli (2026-03-15). "Tiga Taman Jadi Satu, Jakarta Kini Punya Taman Bendera Pusaka". Good News From Indonesia. Diakses tanggal 2026-03-16.
- ^ Sudrajat (14 Agustus 2023). "Kota Satelit Kebayoran Baru, Rumah Jengki, dan Guruh Soekarnoputra". detikproperti. Diakses tanggal 17 Maret 2026.
- ^ "Pasar Barito, Riwayatmu Kini..." Kompas.com. 18 Januari 2008. Diakses tanggal 17 Maret 2026.
- ^ a b c Nugroho, Novali Panji (2025-08-07). "Pasar Hewan Barito Riwayatmu Dulu dan Kini". Tempo. Diakses tanggal 2026-03-17.
- ^ a b "Pasar Barito Tinggal Kenangan". Liputan6.com. 18 Januari 2008. Diakses tanggal 17 Maret 2026.
- ^ "Mewujudkan 30 Persen Ruang Terbuka Hijau". Kementerian Pekerjaan Umum RI. 29 Oktober 2009. Diakses tanggal 18 Maret 2026.
- ^ Pratama, Tusi (8 Maret 2015). "Taman Barito Berganti Nama Menjadi Taman Ayodya". Indopos. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Maret 2015. Diakses tanggal 17 Maret 2026.
- ^ akbar, Adrial (10 Juli 2025). "Tiga Taman di Jaksel Digabung, Pramono Bangun Jogging Track Terpanjang". detiknews. Diakses tanggal 17 Maret 2026.
- ^ Fadilah, Kurniawan (1 Agustus 2025). "Tak Jadi 'Taman ASEAN', 3 Taman Gabungan di Jaksel Dinamai Taman Bendera Pusaka". detiknews. Diakses tanggal 17 Maret 2026.
- ^ Putri, Luthfia Mirandra (2025-07-04). "Pedagang hewan di Pasar Barito tolak relokasi pembangunan Taman ASEAN". Antara News. Diakses tanggal 2026-03-17.
- ^ Rachmadina, Ruby (2025-08-08). "Pramono Diam‐diam Groundbreaking Taman Bendera Pusaka, Apa Alasannya?". kompas.com. Diakses tanggal 2026-03-17.
- ^ "Pramono Jelaskan Alasan Diam-diam Groundbreaking Taman Bendera Pusaka: Ada Orang yang Ingin Mengganggu". voi.id. 8 Agustus 2025. Diakses tanggal 17 Maret 2026.
- ^ "Pasar Barito Dibongkar, Pramono Sebut untuk Memperluas Ruang Terbuka Hijau". sindonews.com. 2025-10-27. Diakses tanggal 2026-03-16.
- ^ "Sentra Fauna Lenteng Agung Tempat Relokasi Pedagang Pasar Barito Rampung Akhir Bulan Ini". voi.id. 2025-09-26. Diakses tanggal 2026-03-16.
- ^ Rachmadina, Ruby (2026-02-26). "Dibangun Rp 100 Miliar, Taman Bendera Pusaka Diresmikan Maret 2026". kompas.com. Diakses tanggal 2026-03-17.
- ^ Sari, Brigitta Belia Permata (14 Maret 2026). "Patung Fatmawati Hamil Guntur Soekarnoputra Jadi Ikon Taman Bendera Pusaka". detiknews. Diakses tanggal 17 Maret 2026.
- ^ Wibawana, Widhia Arum (15 Maret 2026). "Cara ke Taman Bendera Pusaka Naik TransJ, KRL, dan MRT Jakarta". detiknews. Diakses tanggal 17 Maret 2026.
- ^ Salsabila, Hanifah (29 Maret 2026). "Taman Bendera Pusaka Baru Dibuka, tapi Danau Buatannya Bau dan Hitam". kompas.com. Diakses tanggal 30 Maret 2026.
- ^ Putri, Luthfia Miranda (2026-03-31). "Pembangunan IPAL di Taman Bendera Pusaka ditargetkan rampung Juni 2026". Antara News. Diakses tanggal 2026-04-02.
Pranala luar
Media terkait Taman Bendera Pusaka di Wikimedia Commons
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



