Tết Trung Thu

Tết Trung Thu (節中秋)
Mainan anak-anak yang dijual selama Tết Trung Thu
Nama resmiTết Trung Thu
Nama lainTết Trông Trăng, Tết Hoa Đăng, Tết Đoàn Viên, Tết Thiếu Nhi or Tết Trẻ Con[1]
Dirayakan olehVietnamese
JenisKebudayaan
Perayaanmembuat persembahan kepada leluhur, membuat dan berbagi kue bulan, melihat bulan, menggantung lentera, prosesi lentera, prosesi singa, prosesi ikan mas, menyanyikan trống quân, pemberian hadiah[1]
Tanggalmalam tanggal 14 hingga akhir tanggal 15 bulan lunar ke-8 (Rằm tháng Tám)
Tahun 202525 September
Tahun 202625 September
Tahun 202715 September
FrekuensiTahunan
Terkait denganFestival Pertengahan Musim Gugur (di Tiongkok)
Tsukimi (di Jepang)
Chuseok (di Korea)
Uposatha atas Ashvini/Krittika (festival serupa yang umumnya terjadi pada hari yang sama Kamboja, India, Sri Lanka, Myanmar, Laos, dan Thailand)

Tết Trung Thu (chữ Hán: 節中秋) merupakan festival tradisional Vietnam yang diselenggarakan dari malam tanggal 14 hingga berakhir pada tanggal 15 bulan lunar kedelapan (Rằm tháng Tám, chữ Nôm: 𠄻躺渗). Meskipun berakar dari tradisi Tiongkok, festival ini telah berkembang menjadi perayaan yang identik dengan anak-anak.[2] Festival ini kadang dikenal juga sebagai Tết Thiếu Nhi, Tết Trông Trăng, Tết Đoàn Viên, atau Tết Hoa Đăng. Pada hari ini, anak-anak menantikan berbagai hadiah dan mainan dari orang dewasa, seperti lampu berbentuk bintang, topeng, lampu berputar, serta tò he, yaitu mainan berbentuk patung kecil yang dapat dimakan.[3] Mereka juga menikmati bánh trung thu (kue bulan), yang terdiri dari bánh nướng dan bánh dẻo. Masyarakat mengadakan pesta untuk menikmati keindahan bulan purnama, sementara anak-anak bernyanyi dan menari di bawah cahaya bulan. Di beberapa daerah, perayaan ini semakin meriah dengan adanya pertunjukan tarian singa atau tarian naga yang diselenggarakan untuk hiburan anak-anak.

Asal-usul

Tết Trung Thu berakar dari budaya Tionghoa dan dikaitkan dengan tiga legenda utama, yaitu kisah Chang’e dan Hou Yi, perjalanan Kaisar Tang yang bernama Xuanzong ke bulan, serta cerita rakyat Vietnam tentang Paman Cuội. Orang Tionghoa telah merayakan musim panen di bawah bulan purnama musim gugur sejak masa dinasti Shang (sekitar 1600–1046 SM).[4][5] Istilah “pertengahan musim gugur” (中秋) pertama kali muncul dalam teks ritual kuno Ritus Zhou dari masa dinasti Zhou Barat (1046–771 SM). Perayaan ini mulai berkembang menjadi festival besar pada awal dinasti Tang (618–907 M), ketika menurut legenda, Kaisar Xuanzong dari Tang mulai mengadakan upacara resmi di istananya setelah dikisahkan mengunjungi Istana Bulan.[4]

Menurut Phan Kế Bính dalam kitab Việt Nam phong tục, tradisi menggantung lampu dan mengadakan pesta berakar dari kisah kuno tentang Kaisar Xuanzong. Diceritakan bahwa pada hari ulang tahunnya, sang kaisar memerintahkan rakyatnya untuk memasang lampu di berbagai tempat dan mengadakan perayaan besar, yang kemudian berkembang menjadi kebiasaan turun-temurun. Sementara itu, prosesi lentera diyakini berasal dari masa dinasti Song. Menurut cerita, pada masa pemerintahan Kaisar Song yang bernama Renzong, seekor ikan mas berubah menjadi monster yang setiap malam bulan purnama menjelma menjadi seorang gadis untuk mencelakai manusia. Untuk mengusir makhluk itu, pejabat Bao Gong memerintahkan rakyat membuat lentera berbentuk ikan mas dan membawanya berkeliling di jalan, agar monster tersebut ketakutan dan tidak lagi mengganggu penduduk.[6]

Phan Kế Bính juga menjelaskan bahwa tradisi bernyanyi trống quân berawal pada masa pemerintahan Kaisar Quang Trung. Saat itu, ketika sang kaisar memimpin pasukannya ke utara, banyak prajurit merasa rindu kampung halaman. Untuk menghibur dan membangkitkan semangat mereka, Sang Kaisar memperkenalkan sebuah kegiatan di mana dua kelompok berpura-pura menjadi laki-laki dan perempuan yang saling berbalas nyanyian. Irama lagu tersebut diiringi dengan pukulan drum, sehingga tradisi ini kemudian dikenal dengan sebutan trống quân, yang berarti “drum militer.”[6]

Tradisi

Mainan anak-anak pada perayaan Tết Trung Thu biasanya dibuat dari kertas dan dibentuk menyerupai berbagai hewan, seperti kupu-kupu, belalang, gajah, kuda, ekacula, singa, naga, rusa, udang, hingga ikan. Saat malam festival tiba, anak-anak bermain bersama dengan tarik-tangkapan serta mengadakan arak-arakan lentera yang diiringi bunyi drum, tabuhan Thanh la, dan tarian singa yang meriah.[6]

Menurut tradisi Vietnam, pada perayaan Tết Trung Thu, para orang dewasa biasanya menyiapkan pesta untuk anak-anak sebagai bentuk perayaan, serta membeli atau membuat berbagai jenis lentera bercahaya dari lilin untuk digantung di rumah. Anak-anak kemudian diajak berpartisipasi dalam arak-arakan lentera tersebut. Perayaan ini umumnya juga disertai dengan hidangan khas seperti kue bulan, permen, tebu, jeruk bali, dan berbagai buah lainnya.[7]

Referensi

  1. ^ a b Việt Nam phong tục, Phan Kế Bính
  2. ^ Cohen, Barbara (October 1, 1995). "Mid-Autumn Children's Festival". Diarsipkan dari asli tanggal January 21, 2013. Diakses tanggal November 10, 2012.
  3. ^ ONLINE, TUOI TRE (2018-12-03). "Hành trình khôi phục con giống tò he thất truyền" [To He Restoration Journey]. TUOI TRE ONLINE (dalam bahasa Vietnam). Diakses tanggal 2025-10-22.
  4. ^ a b Siu, Kin Wai Michael (September 1999). "Lanterns of the Mid-Autumn Festival: A Reflection of Hong Kong Cultural Change". The Journal of Popular Culture (dalam bahasa Inggris). 33 (2): 67–86. doi:10.1111/j.0022-3840.1999.3302_67.x.
  5. ^ Yu, Jose Vidamor B. (2000). Inculturation of Filipino-Chinese culture mentality. Roma: Pontificia università gregoriana. hlm. 111–112. ISBN 978-88-7652-848-4. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  6. ^ a b c Việt Nam phong tục, by Phan Kế Bính, Literature Publishing House, 2005 reprint, page 49
  7. ^ Jonathan H.X. Lee; Kathleen M. Nadeau (2010). Encyclopedia of Asian American Folklore and Folklife. Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. hlm. 1180. ISBN 978-0-313-35066-5.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement