Suriname Asia
| Bahasa | |
|---|---|
| Belanda, Sranantongo, Hindustan Karibia, Jawa, Hakka, Kanton, Hokkien, Mandarin, Arab-Lebanon | |
| Agama | |
| Hindu, Islam, Kristen, Kejawen, Kepercayaan Tionghoa (termasuk Taoisme dan Konfusianisme), Buddha | |
| Kelompok etnik terkait | |
| Karibia Asia, Belanda Asia |
Orang Suriname Asia (bahasa Belanda: Aziatische Surinamers) atau orang-orang Suriname keturunan Asia adalah orang-orang Suriname yang memiliki leluhur atau nenek moyang yang berasal dari benua Asia. Para migran Asia yang datang ke Suriname sebagian besar berasal dari Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Asia Timur. Secara historis, keberadaan orang Asia di Suriname sudah ada sejak abad ke-19, yang sebagian besar merupakan keturunan buruh kontrak yang dibawa ke Suriname setelah penghapusan perbudakan untuk menggantikan budak Afrika.
Sejarah
Suriname dulunya adalah koloni perkebunan yang sangat bergantung pada budak untuk mengelola ladang-ladang pertanian. Perusahaan Hindia Barat Belanda (GWC) mendatangkan budak dari Afrika Barat sejak tahun 1667 hingga perbudakan dihapuskan pada 1 Juli 1863. Banyak orang Suriname keturunan Afrika adalah keturunan dari budak yang dibawa melalui jalur perdagangan budak Atlantik. Setelah itu, Belanda merekrut buruh kontrak dari Raj Britania Raya (anak benua India) melalui perjanjian dengan pihak Britania Raya, Hindia Belanda, dan Tiongkok. Tidak seperti kelompok keturunan Asia lainnya, para migran dari Timur Tengah—terutama kaum Maronit dari Lebanon, tetapi juga dari Suriah dan Palestina—tidak direkrut sebagai buruh kontrak, melainkan bermigrasi atas inisiatif sendiri untuk terlibat dalam perdagangan tekstil. Sebagian besar orang Suriname keturunan Asia memiliki leluhur dari wilayah-wilayah tersebut di benua Asia.
Hasil sensus Suriname tahun 2012 menunjukkan bahwa dari 541.638 penduduk,[1] 27% adalah orang India (Hindustani), 14% adalah orang Jawa, dan 13,4% adalah multirasial (mestizo).[1] Orang Tionghoa tidak dicatat sebagai kelompok etnis tersendiri. Sebaliknya, orang-orang keturunan Tionghoa digolongkan dalam kategori “Lainnya” bersama dengan penduduk Amerindian (pribumi) dan kulit putih.[2] Dalam sensus tahun 2004, 1,8% tercatat sebagai keturunan Tionghoa.[3] Antara tahun 2004 dan 2012, terdapat peningkatan besar dalam jumlah penduduk multirasial, dari 12,5% menjadi 17,6%.[1]
Keturunan
Menurut perkiraan Biro Statistik Umum Suriname, populasi Suriname terdiri dari kelompok-kelompok berikut (2004-2012):
| Kelompok etnis | 2004[1] | 2012[1] | Pertumbuhan | |||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Jumlah | % | Jumlah | % | Jumlah | % | |
| Maroon | 72.553 | 14,7 | 117.567 | 21,7 | 45.014 | 62,0 |
| Kreol | 87.202 | 17,7 | 84.933 | 15,7 | -2.269 | ‐2,6 |
| Hindustan | 135.117 | 27,4 | 148.443 | 27,4 | 13.326 | 9,9 |
| Jawa | 71.879 | 14,6 | 73.975 | 13,7 | 2.096 | 2,9 |
| Multirasial (campuran) | 61.524 | 12,5 | 72.340 | 13,4 | 10.816 | 17,6 |
| Lainnya (Tionghoa, Amerindian, Putih dll) | 31.975 (termasuk 8.775 Tionghoa[2]) | 6,5 | 40.985 | 7,6 | 9.010 | 28,2 |
| Tidak diketahui | 32.579 | 6,6 | 3.395 | 0,6 | -29.184 | ‐89,6 |
| Total | 492.829 | 100 | 541.638 | 100,0 | 48.809 | 9,9 |
Lihat pula
Referensi
- ^ a b c d e "Censusstatistieken 2012". Algemeen Bureau voor de Statistiek in Suriname (General Statistics Bureau of Suriname). Presentatie Definitieve Resultaten Census 8 Vol. 1, pages 19-20. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-13. Diakses tanggal 2015-04-19.
- ^ a b "Censusstatistieken 2012". Algemeen Bureau voor de Statistiek in Suriname (General Statistics Bureau of Suriname). Presentatie Definitieve Resultaten Census 8 Vol. 1, page 42. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-13. Diakses tanggal 2015-04-19.
- ^ "REPORT ON CENSUS 2004 COVERAGE EVALUATION" (PDF). CENSUS OFFICE GENERAL BUREAU OF STATISTICS. 2006. hlm. 28.
8,775 Chinese of total 492,829 residents
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


