Superstratum Indo-Arya di Mitanni

Bahasa Indo-Arya Mitanni
Dituturkan diMitanni
WilayahMesopotamia Hulu
EtnisOrang-orang Indo-Arya di Mitanni
Kepunahansetelah 1300-an SM[1]
Aksara paku
Kode bahasa
ISO 639-3Tidak ada (tidak ada)
GlottologTidak ada
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam

CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman

NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Extinct

Indo-Arya Mitanni diklasifikasikan sebagai bahasa yang telah punah (EX) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [2][3]
 Portal Bahasa
L • B • PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat

Beberapa nama dewa, nama tempat, dan istilah di Mitanni yang berbahasa Hurri dianggap sebagai fenomena superstratum yang sangat dipengaruhi oleh bahasa Indo-Arya, yang menunjukkan bahwa para bangsawan Indo-Arya Kuno pernah menguasai bangsa Hurri selama ekspansi Indo-Arya.

Dalam perjanjian antara bangsa Het dan Mittani (oleh Suppiluliuma dan Sattiwaza, sekitar 1380 SM), dewa Mitra, Baruna, Indra, dan Nasatya (Aswin) diperkenalkan. Catatan pelatihan kuda Kikkuli (sekitar 1400 SM) mencakup istilah teknis seperti aika (eka, berarti "satu" dalam bahasa Sanskerta Weda), tera (tri, berarti "tiga"), panza (pañca, berarti "lima"), satta (sapta, berarti "tujuh"), na (nava, berarti "sembilan"), vartana (vartana, berarti "bundar"). Angka aika berarti "satu" merupakan contoh yang sangat penting karena bukti bahwa ada kontak bahasa dengan Indo-Arya (eka dalam bahasa Sanskerta, dengan kontraksi perubahan bunyi /ai/ menjadi [eː]) yang berlawanan dengan fitur bunyi pada bahasa Indo-Iran atau bahasa Iran awal (yaitu *aiva; bandingkan eva yang berarti "hanya" dalam bahasa Sanskerta) secara umum.[4]

Catatan-catatan kuno menyebut babru(-nnu) (babhru berarti "warna cokelat" dalam Sanskerta), parita(-nnu) (palita, "abu-abu"), dan pinkara(-nnu) (pingala, "merah"). Festival utama mereka adalah perayaan titik balik matahari (vishuva) ang umum di sebagian besar budaya di dunia kuno. Prajurit-prajurit Mitanni disebut marya (bahasa Hurri: maria-nnu), juga istilah untuk prajurit muda dalam bahasa Sanskerta;[5] Kata mišta-nnu (= miẓḍha,~ dalam Sanskerta disebut mīḍha) berarti "pembayaran (untuk menangkap buronan)" (Mayrhofer II 358).

Penafsiran melalui bahasa Sanskerta pada nama-nama Mitanni menjadikan Artashumara (artaššumara) sebagai Arta-smara, berarti "memikirkan Arta/Ṛta" (Mayrhofer II 780), Biridashva (biridašṷa, biriiašṷa) sebagai Prītāśva berarti "kuda yang tersayang" (Mayrhofer II 182), Priyamazda (priiamazda) sebagai Priyamedha berarti "kebijaksanaan yang terhormat" (Mayrhofer II 189, II378), Citrarata sebagai Citraratha berarti "kereta yang bersinar" (Mayrhofer I 553), Indaruda/Endaruta sebagai Indrota berarti "dibantu oleh Indra" (Mayrhofer I 134), Shativaza (šattiṷaza) sebagai Sātivāja berarti "memenangkan harga perlombaan" (Mayrhofer II 540, 696), Šubandu sebagai Subandhu berarti "memiliki kerabat baik" (sebuah nama di Palestina, Mayrhofer II 209, 735), Tushratta (tṷišeratta, tušratta, etc.) sebagai *tṷaišaratha, (Tveṣaratha dalam bahasa Sanskerta Weda) berarti "kereta yang kuat" (Mayrhofer I 686, I 736).

Perbandingan kosakata yang terbukti

Semua contoh berikut berasal dari Witzel (2001).[6] Untuk pengucapan bunyi yang ditranskripsi dari aksara paku sebagai š dan z.

Nama orang

Transkripsi aksara paku Penafsiran Padanan dalam Weda Catatan
bi-ir-ya-ma-aš-da Priyamazdha Priyamedha "kebijaksanaan yang terhormat"; /azd(ʰ)/ menjadi [eːd(ʰ)] adalah perkembangan reguler dalam bahasa Sanskerta Weda dan turunannya (bahasa Indo-Arya lainnya dalam cakupan sempit)
bi-ir-ya-aš-šu-wa, bi-ir-da-aš-šu-wa Priyāśva ~ Prītāśva Prītāśva "kuda yang tersayang"
ar-ta-aš-šu-ma-ra Artasmara Ṛtasmara "yang memikirkan Arta/Ṛta"
ar-ta-ta-a-ma Artadhāma(n?) Ṛtadhāman "yang tinggal di Ṛta"
tu-uš-rat-ta, tu-iš-e-rat-ta, tu-uš-e-rat-ta Tvaiša(?)ratha Tveṣáratha "kereta kuda yang kuat"
in-tar-ú-da, en-dar-ú-ta Indrauta Indrota "dibantu oleh Indra"; bunyi /au/ menjadi [oː] adalah perkembangan reguler dalam bahasa Sanskerta Weda; ú secara khusus menunjukkan [u] sebagai lawan bunyi [o]

Nama dewa

Dari perjanjian Mitanni.

Transkripsi aksara paku Penafsiran Padanan dalam Weda Catatan
a-ru-na, ú-ru-wa-na Varuna Waruṇa
mi-it-ra Mitra Mitra
in-tar, in-da-ra Indra Indra
na-ša-ti-ya-an-na Nasatya(-nna) Nāsatya -nna pada imbuhan akhir tata bahasa Hurri
a-ak-ni-iš Āgnis Agni bukti hanya ditemukan dalam bahasa Het, yang mempertahankan imbuhan akhir nominativus -/s/ dan memperpanjang suku kata yang ditekankan

Pelatihan kuda

Dari Kikkuli.

Transkripsi aksara paku Penafsiran Padanan dalam Weda Catatan
a-aš-šu-uš-ša-an-ni āśva-san-ni? aśva-sana- "pelatih kuda yang hebat" (Kikkuli sendiri)
-aš-šu-wa -aśva aśva "kuda"; dalam nama-nama orang
a-i-ka- aika- eka "satu"
ti-e-ra- tera- ? tri "tiga"
pa-an-za- pańća- ? pañca "lima"; c dalam Weda tidak afrikat, namun sepertinya afrikat dalam Mitanni
ša-at-ta satta sapta "tujuh"; /pt/ hingga /tː/ adalah inovasi dalam Mitanni atau salah tafsir oleh juru tulis yang merupakan orang Hurri asli (šinti berarti "tujuh" dalam bahasa Hurri)
na-a-[w]a- nāva- nava "sembilan"
wa-ar-ta-an-na vartan(n)a vartana bundar, belok

Leksikon lain

Tabel berikut memuat leksikon lainnya, yang dianggap membuktikan warna kuda.[7]

Transkripsi aksara paku Penafsiran Padanan dalam Weda Catatan
ba-ab-ru-un-nu[8] papru-nnu atau babru-nnu babhrú- 'cokelat' / 'pirang'
pi2-in-ka4-ra-an-nu[9] pinkara-nnu atau bingara-nnu piṅgalá- "cokelat kemerahan"
pa2-ri-it-ta-an-nu[10] paritta-nnu atau baritta-nnu palitá- 'abu-abu'

Lihat pula

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ Sigfried J. de Laet 1996, hlm. 196.
  2. ^ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ^ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. ^ Fournet, Arnaud (2010). "About the Mitanni Aryan gods". Journal of Indo-European Studies. 38 (1–2): 26–40.
  5. ^ Manfred Mayrhofer, Etymologisches Wörterbuch des Altindoarischen, Heidelberg 1986-2000, II 293
  6. ^ Witzel, Michael (2001). "Autochthonous Aryans? The evidence from Old Indian and Iranian texts". Electronic Journal of Vedic Studies. 7 (3): 1–115. doi:10.11588/ejvs.2001.3.830.
  7. ^ Deshpande, Madhav M. (1995). "Vedic Aryans, non-Vedic Aryans, and non-Aryans: Judging the linguistic evidence of the Veda". Dalam George Erdosy (ed.). The Indo-Aryans of Ancient South Asia: Language, Material Culture and Ethnicity. Berlin, Boston: De Gruyter. hlm. 67-84 [71]. doi:10.1515/9783110816433-008.
  8. ^ Kogan, Leonid; Krebernik, Manfred (2020). Etymological Dictionary of Akkadian. Vol. 1: Roots beginning with p and b. Berlin, Boston: De Gruyter. hlm. 392. doi:10.1515/9781614512394.
  9. ^ Kogan, Leonid; Krebernik, Manfred (2020). Etymological Dictionary of Akkadian. Vol. 1: Roots beginning with p and b. Berlin, Boston: De Gruyter. hlm. 372. doi:10.1515/9781614512394.
  10. ^ Kogan, Leonid; Krebernik, Manfred (2020). Etymological Dictionary of Akkadian. Vol. 1: Roots beginning with p and b. Berlin, Boston: De Gruyter. hlm. 348–349. doi:10.1515/9781614512394.

Daftar pustaka

  • James P. Mallory. "Kuro-Araxes Culture", Encyclopedia of Indo-European Culture. Chicago–London: Fitzroy Dearborn, 1997.
  • Manfred Mayrhofer. Etymologisches Wörterbuch des Altindoarischen, 3 vols. Heidelberg: Carl Winter, 1992-2001.
  • Manfred Mayrhofer. “Welches Material aus dem Indo-arischen von Mitanni verbleibt für eine selektive Darstellung?”, in Investigationes philologicae et comparativae: Gedenkschrift für Heinz Kronasser, ed. E. Neu. Wiesbaden: O. Harrassowitz, 1982, pp. 72-90.
  • Paul Thieme, The 'Aryan Gods' of the Mitanni Treaties, Journal of the American Oriental Society 80, 301-317 (1960)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement