Sungai Mapusa

Sungai Mapusa

Sungai Mapusa (Rio de Mapuça) adalah salah satu anak sungai utama Sungai Mandovi di Goa, India. Sungai ini berhulu di hutan Dumacem dan Amthane, berkelok-kelok ke timur lalu ke selatan sebelum bermuara di Sungai Mandovi di Penha de France.[1] Sungai Mapusa memisahkan Corjuem dari daratan Aldona. Sungai Assonora adalah anak sungai utama Sungai Mapusa. Sungai ini terletak 12 km dari kota Mapusa yang merupakan ibu kota taluka Bardez dan merupakan salah satu kota terbesar di Goa. Sungai ini mengalir sejauh 20 kilometer ke arah barat. Gereja Penha de Franca terletak di persimpangan Sungai Mapusa dan Sungai Mandovi. Mapusa adalah kota terbesar yang terletak di tepi sungai.[2]

Anak Sungai

Anak Sungai Barat

Sungai Surla mengalir dari ghat barat Maharashtra dan di Goa, sungai ini berhulu di hutan Surla. Sungai ini mengalir di wilayah Sattari, tempat Sungai Mandrichi dan Deuchi bertemu. Sungai Ragoda berhulu di dataran tinggi Ghats Barat.[3]

Anak Sungai Timur dan Selatan

Di dataran tinggi Guirim, Sungai Moide berhulu. Sungai ini menempuh perjalanan sejauh 17 kilometer hingga akhirnya bertemu dengan sungai utama. Kotrachi nadi bermula dari hutan Golali dan bergabung dengan sungai utama di wilayah Sattari.

Sungai-sungai kecil seperti Patwal, Zarme, Advoi, Kothodem, dan Kumbhtol juga bergabung dengan Sungai Mapusa.

Sejarah

Sungai ini sejak zaman dahulu telah digunakan sebagai jalur air populer untuk mengangkut hasil pertanian dan rempah-rempah yang kemudian mengembangkan Kota Mapusa. Sungai ini merupakan sungai pedalaman utama. Sungai ini merupakan jalur utama untuk mengimpor bahan-bahan pokok ke wilayah tersebut. Mapusa menjadi wilayah pasar perdagangan. Sungai ini tidak lagi menjadi sungai transpotasi utama karena tersumbatnya sampah perkotaan di sekitarnya. Sampah tersebut mempersulit kehidupan laut.[2]

Pencemaran Sungai

Sungai Mapusa, anak sungai dari Sungai Mandovi, dulunya merupakan jalur kehidupan bagi desa-desa tetangga untuk mengangkut hasil pertanian dan rempah-rempah mereka dengan kano melalui jalur air. Kapal patroli Kapten Pelabuhan (Capitao de Porto) dulu berlayar dari Panjim ke Jembatan Tar Mapusa, dan juga kapal-kapal wisata Portugis dulu berlabuh karena saat itu merupakan rute pelayaran bebas.

Saat ini, sungai tersebut sangat tercemar dan tertutup vegetasi lebat. Selain itu, berbagai jenis limbah dan puing konstruksi telah dibuang ke dalamnya, dan lebar sungai telah menyusut di banyak titik akibat aktivitas konstruksi. Hutan bakau di tepi sungai telah tumbuh liar, yang mengakibatkan penyumbatan air. Selama bertahun-tahun, bangunan perumahan dan komersial di sepanjang tepi sungai telah mencemari sungai dengan membuang limbah dan limbah ke dalamnya, yang menyebabkan daerah tersebut menjadi bau busuk.[4]

Referensi

  1. ^ "Mapusa River". Mapcarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.
  2. ^ a b "Mapusa River". oneboard.app (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.
  3. ^ "Mapusa River". Academic Dictionaries and Encyclopedias (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.
  4. ^ "Mapusa River dying a slow death - Herald Goa" (dalam bahasa American English). 2018-12-17. Diakses tanggal 2025-11-06.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement