Sungai Abang, VII Koto, Tebo

Sungai Abang
Negara Indonesia
ProvinsiJambi
KabupatenTebo
KecamatanVII Koto
Kode Kemendagri15.09.06.2004 Suntingan nilai di Wikidata
Luaskm²
Jumlah penduduk4.065 jiwa
Kepadatan... jiwa/km²
Peta
PetaKoordinat: 1°9′32.0″S 102°1′8.0″E / 1.158889°S 102.018889°E / -1.158889; 102.018889


Sungai Abang adalah suatu desa di kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, provinsi Jambi. Sungai Abang terletak di antara dua desa, yaitu Aur Cino dan Teluk Kayu Putih. Saat ini desa Sungai Abang berkedudukan sebagai ibu kota Kecamatan VII Koto.

Batas wilayah

Desa Sungai Abang adalah salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo. Secara administratif, wilayah Desa Sungai Abang memiliki batas-batas sebagai berikut:

Utara Berbatasan dengan Provinsi Riau
Timur Berbatasan dengan Desa Aur Cino Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo
Selatan Berbatasan dengan Desa Muaro Niro Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo
Barat Berbatasan dengan Desa Teluk Kayu Putih Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo

Wilayah

Luas wilayah Desa Sungai Abang mencapai 12.000 hektare, yang terdiri atas 30% area permukiman dan 15% daratan yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani kebun, dengan komoditas utama berupa karet dan kelapa sawit. Setiap tahunnya, desa ini mengalami dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan, dengan rata-rata durasi musim penghujan yang lebih panjang dibandingkan musim kemarau. Hal ini disebabkan oleh kondisi wilayah yang masih hijau dan memiliki tutupan vegetasi yang baik.

Sejarah

Desa Sungai Abang pertama kali berdiri pada awal tahun 1900-an, dengan jumlah penduduk saat itu kurang lebih 50 kepala keluarga (KK). Pemimpin pertama yang memegang jabatan sebagai Depati adalah Depati M. Gendah, yang menjabat dari tahun 1901 hingga 1912.

Setelah itu, kepemimpinan dilanjutkan secara berturut-turut oleh:

  • Depati Husni (1912–1917)
  • Depati Ali Bisah (1918–1925)
  • Depati M. Yusuf (1926–1933)
  • Depati Amel (1937–1942)
  • Depati Jazam (1943–1951)
  • Depati Muluk (1954–1960)
  • Depati Tabri Hu (1961–1968)
  • Depati H. Usman (1969–1974)
  • Depati Syukur (1968–1980)

Pada tahun 1980, sebutan “Depati” diganti menjadi “Kepala Desa”. Kepala desa pertama setelah perubahan ini adalah A. Rahman, yang kemudian dilanjutkan oleh:

  1. M. Syukur
  2. Masri B.
  3. Rabawi
  4. Kardono

Pada tahun 1986, Desa Sungai Abang digabungkan dengan Desa Aur Cino dan diberi nama Desa Malako Kecil, yang dipimpin oleh M. Rasyid hingga tahun 2000.

Kemudian pada tahun 2001, Desa Malako Kecil dimekarkan kembali, dan Desa Sungai Abang kembali berdiri sendiri dengan nama aslinya. Kepala desa pada periode ini adalah:

  • Edison (2001–2006)
  • Syargawi (sebagai Pjs, 2007)
  • Musmulyadi (2008–2014)
  • Baiki
  • M. Hafif (Pjs, 2015–2016)
  • M. Zoulfan (2016–2022)
  • M. Azwir (kepala desa saat ini)

Desa Sungai Abang merupakan desa asli (non-transmigrasi) yang terdiri atas 7 dusun dan 15 Rukun Tetangga (RT). Jumlah penduduk saat ini sekitar 1.700 kepala keluarga atau 4.065 jiwa.

Jumlah penduduk saat ini 1.700 KK atau 4.065 Jiwa.

Demografi

- Laki-laki Berjumlah 2.028 jiwa

                                   Jumlah 4.065 jiwa

- Perempuan Berjumlah 2.037 jiwa

Referensi



Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement