Sumberbening, Dongko, Trenggalek

Sumberbening
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenTrenggalek
KecamatanDongko
Kode pos
-
Kode Kemendagri35.03.04.2008 Suntingan nilai di Wikidata
Luas.... km²
Jumlah penduduk.... jiwa
Kepadatan.... jiwa/km²
Peta
PetaKoordinat: 8°9′28.15″S 111°34′52.68″E / 8.1578194°S 111.5813000°E / -8.1578194; 111.5813000

Sumberbening adalah sebuah desa yang terletak di Dongko, Trenggalek, Jawa Timur.[1][2] Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 1.211,116 hektare, dengan komposisi lahan berupa kawasan perhutani (58,8%) dan tanah pemajekan (41,2%).

Secara administratif, Sumberbening terdiri atas 4 dusun (Krajan, Pelem, Mloko, dan Crabak), 8 Rukun Warga (RW), dan 45 Rukun Tetangga (RT).

Desa ini berbatasan dengan Desa Puru (utara), Desa Pringapus (timur), Desa Dongko (selatan), dan Desa Pule (barat). Jarak tempuh ke pusat Kecamatan Dongko adalah sekitar 4 km, sedangkan ke ibu kota Kabupaten Trenggalek sekitar 27 km.

Sejarah

Asal-usul Desa Sumberbening bermula dari Padukuhan Kojur, yang sebelumnya merupakan bagian dari Desa Dongko. Pada tahun 1927, padukuhan ini memisahkan diri dan membentuk desa mandiri dengan kepala desa pertama bernama Dolesono. Nama "Sumberbening" diresmikan pada tahun 1928 oleh kepala desa kedua, Joyomono, merujuk pada keberadaan sumber air jernih di Gunung Sengunglung, khususnya Pancuran (disebut Plancuran oleh masyarakat setempat). Pancuran dipercaya sebagai petilasan salah satu Wali Sanga dan memiliki nilai spiritual tinggi. Masyarakat setempat kerap mengunjungi Pancuran untuk berdoa, memohon keberkahan, serta mengadakan ritual kenduri saat menghadapi musim kemarau atau masa pemilihan kepala desa.[butuh rujukan]

Kepemimpinan

Sejak berdirinya pada tahun 1927, Desa Sumberbening telah dipimpin oleh dua belas kepala desa yang silih berganti memegang amanah kepemimpinan. Kepala desa pertama adalah Dolesono, yang memimpin saat desa ini masih bernama Dukuh Kojur. Pada tahun berikutnya, kepemimpinan dilanjutkan oleh Joyomono yang juga menetapkan nama "Sumberbening" sebagai identitas baru desa. Kepemimpinan desa kemudian diteruskan oleh Kartodikromo dalam dua periode, diselingi oleh Atmodimono, dan dilanjutkan oleh Soemardi yang menjabat cukup lama hingga tahun 1959. Pada dekade berikutnya, kepemimpinan berganti dari Parmin, Saidi, Moekiran, hingga Sukadi yang menjabat selama sembilan tahun. Marni memimpin desa selama 16 tahun sejak 1990, dan sejak tahun 2007 hingga saat ini, jabatan kepala desa dipegang oleh Suyanto. Pergantian kepemimpinan ini mencerminkan dinamika dan kesinambungan pemerintahan desa dalam mengelola pembangunan dan menjaga nilai-nilai lokal masyarakat Sumberbening.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ^ "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.56-2015)". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Indonesia). Diarsipkan dari asli tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 2019-01-22. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-09-19. Diakses tanggal 22 Januari 2019.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement