Suku Wayer

Wayer
Maybrat Tee
Ra ro Wayer
Kampung Waigo di Distrik Wayer yang terletak 25 kilometer di sebelah timur Teminabuan, 1958
Jumlah populasi
3.000 (2020)
Daerah dengan populasi signifikan
Indonesia (Papua Barat Daya)
Bahasa
Maybrat, Melayu Papua, dan Indonesia
Agama
Kekristenan
Kelompok etnik terkait
Maybrat • Tehit • Kais

Suku Wayer (Maybrat: Ra ro Wayer), dikenal juga sebagai Maybrat Tee, adalah sebuah kelompok etnis di Papua Barat Daya, Indonesia. Mereka adalah bagian dari suku Maybrat, yang mencakup beberapa kelompok sub-suku lainnya. Daerah penyebarannya terutama di distrik Wayer dan sebagian distrik Moswaren,[1] yang secara administratif berada di Kabupaten Sorong Selatan, dekat perbatasan Kabupaten Maybrat.[2]

Mereka memiliki hubungan kekerabatan dengan marga (keret atau fam) dengan suku Maybrat lainnya, serta dengan tetangga mereka suku Kais di selatan.[3] Mereka diketahui berbicara dalam dialek dari bahasa Maybrat, yang berbatasan dengan wilayah penutur bahasa bahasa Tehit di kampung Wersar di sebelah barat.[4] Pada masyarakat Wayer, kepala suku berfungsi sebagai pemimpin masyarakat dan pemilik tanah adat.[5]

Sub-suku

Suku Wayer terbagi menjadi tiga sub-suku yang diakui oleh Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan dalam peraturan daerah, yaitu:[6]

  • Wayer Bronarak
  • Wayer Ciu
  • Wayer Tee

Wilayah adat

Wilayah adat masyarakat suku Wayer terletak di perbatasan antara Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat di provinsi Papua Barat Daya, Indonesia. Secara administratif, wilayah adat mereka termasuk dalam wilayah Kabupaten Sorong Selatan, tepatnya di distrik Wayer dan sebagian distrik Moswaren.[1] Wilayah tempat tinggal mereka berbatasan dengan suku Kais dan suku Tehit. Mereka juga berkerabat dengan sub-suku Maybrat lainnya yang mendiami wilayah Wamoka (Wayer, Moswaren, Kais Darat).[7]

Wilayah adat mereka terdiri dari pemukiman desa, daerah berburu dan meramu, serta hutan adat yang tidak boleh dimanfaatkan secara sembarangan. Namun saat ini mereka sedang berkonflik dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah merambah lahan mereka dengan menghancurkan hutan dan menggantinya dengan perkebunan kelapa sawit dan bangunan pabrik.[1] Luas tanah adat masyarakat Wayer seluas 35.000 hektar, terdiri dari 12.101 hektar di distrik Wayer dan 23.000 hektar di distrik Moswaren, diklaim secara sepihak oleh dua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berbeda.[8]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ a b c Pratama, Sandy I. (20 Mei 2021). "Liputan Khusus: Suku Maybrat Tee dan Tehit Tolak Izin Sawit di Sorong Selatan". betahita.id. Betahita. Diakses tanggal 6 November 2025.
  2. ^ "Demografi Kabupaten Sorong Selatan: Potret Keberagaman dan Potensi Lokal". sorongselatankab.go.id. Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan. 5 Agustus 2024. Diakses tanggal 6 November 2025.
  3. ^ Semunya, Engel (1 November 2018). Belau, Arnold (ed.). "Marga Sub Suku Mare dan Aifat Didata". suarapapua.com. Suara Papua. Diakses tanggal 6 November 2025.
  4. ^ "Bahasa Tehit Dit (Tehit Tua)". petabahasa.kemdikbud.go.id. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diakses tanggal 6 November 2025 – via Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  5. ^ Hermawan, Nandang (8 Juli 2015). "Masyarakat Sorong Selatan Rindukan Pembangunan Kodim di Wilayahnya". tniad.mil.id. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Diakses tanggal 6 November 2025.
  6. ^ Anggiluli, Samsudin (2022). "Peraturan Daerah Kabupaten Sorong Selatan Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Pengakuan, Perlindungan, dan Penghormatan Hak Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Sorong Selatan" (PDF). brwa.or.id. Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan. Diakses tanggal 6 November 2025 – via Badan Registrasi Wilayah Adat.
  7. ^ Pulo, Paulus (23 Maret 2024). Supar, Evarianus (ed.). "LMA Wamoka deklarasi dukung Dance Nauw maju dalam Pilbup Sorsel". papuatengah.antaranews.com. Antara News. Diakses tanggal 6 November 2025.
  8. ^ "Masyarakat Adat Tehit & Maybrat Tuntut Pemkab Sorsel Cabut Ijin Perusahaan Sawit". gardapapua.com. Garda Papua. 20 Mei 2021. Diakses tanggal 6 November 2025.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement