Suku Fang

Suku Fang adalah sebuah kelompok etnik dalam suku-suku Bantu yang menghuni negara Guinea Khatulistiwa, Gabon, dan Kamerun. Dalam keagamaan, sebagian besar suku Fang telah menganut Kekristenan tetapi mengalami sinkretisme. Suku Fang juga masih ada yang menganut keyakinan lokal terhadap di tuhan utama yaitu Nzame dan Mebeghe.

Persebaran

Suku Fang merupakan salah satu kelompok etnik dalam suku-suku Bantu.[1] Sebagian besar anggota suku Fang hidup tersebar di Guinea Khatulistiwa. Sementara sebagian kecil lainnya hidup di negara tetangga Guinea Khatulistiwa, yaitu Gabon dan Kamerun.[2] Di negara Guinea Khatulistiwa, suku Fang merupakan suku dengan jumlah mayoritas.[3] Persentase jumlah suku Fang atas populasi penduduk Guinea Khatulistiwa sebesar 57,2%.[4] Sementara itu, suku Fang di Gabon mencakup 41% dari total penduduknya.[5]

Keagamaan

Keyakinan lokal

Suku Fang meyakini adanya dua Tuhan lokal yang berperan sebagai pencipta yaitu Nzame dan Mebeghe. Kedua Tuhan dalam keyakinan suku Fang ini tidak disembah dengan ritual khusus.[6] Nzame diyakini sebagai pencipta kebudayaan, sedangkan Mebeghe diyakini sebagai pencipta alam bagi manusia.[7] Namun suku Fang pada masa kini mulai tidak menyembah Nzame karena tidak ada rupa maupun pendeta yang dapat mengadakan ritual penyembahannya. Penyembahan suku Fang telah beralih kepada tuhan-tuhan lain yang memiliki tampilan rupa.[8] Penampakan para tuhan di suku Fang diwujudkan dalam bentuk patung.[9]

Kekristenan

Suku Fang di Gabon sebagian besar telah menjadi pemeluk agama Kristen atau Katolik yang taat. Namun keyakinan mereka mengalami sinkretisme karena masih ada penyembahan terhadap roh leluhur.[5]

Referensi

  1. ^ Jatmika, Sidik (Januari 2016). Huda, Miftachul (ed.). Hubungan Internasional di Kawasan Afrika. Bantul: Samudra Biru. hlm. 86. ISBN 978-602-9276-81-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Vaye, Allya (Januari 2025). Ve, Avifah (ed.). Mitos-mitos Terajaib Sedunia Paling Menakjubkan & Berpengaruh. Yogyakarta: Diva Press. hlm. 22. ISBN 978-623-189-514-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Vahlevi, Teuku Redha (Maret 2019). Ekonomi dalam Kulit Kacang. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. hlm. 207. ISBN 978-602-04-9132-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Mandryk, Jason (Februari 2016). Berdoa bagi Dunia. Yayasan Gloria. hlm. 31. ISBN 978-602-9254-55-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ a b Mandryk, Jason (Desember 2013). Operation World: Panduan untuk Mendoakan Semua Bangsa di Dunia [Operation World]. Diterjemahkan oleh Sitorus, F. G., dkk. (Edisi 7). Yogyakarta: Yayasan Gloria. hlm. 521. ISBN 978-602-9254-12-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: translators list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ Dunn, Marilyn (2010). The Christianization of the Anglo-Saxons C.597-c.700: Discourses of Life, Death and Afterlife (dalam bahasa Inggris). London & Kota New York: Continuum. hlm. 67. ISBN 978-14411-1013-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ^ Boyer, Pascal (Desember 2008). Religion Explained (dalam bahasa Inggris). Random House. hlm. 183. ISBN 978-1-4070-2087-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ^ Prabowo, Wisnu Tanggap (Mei 2022). Artawijaya (ed.). Sejarah Berhala dan Jejak Risalah: Penyimpangan Agama dan Kepercayaan Kuno dari Monoteisme ke Politeisme. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 20. ISBN 978-979-592-982-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ^ Putro, Randi Catono (Juli 2024). Ahsan, Muhammad (ed.). Mengenal Seni Patung: Teknik, Gaya, dan Makna dalam Karya-karya Patung. Bantul: Hikam Media Utama. hlm. 53. ISBN 978-623-126-004-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement