Suhadi Reksowardojo


Suhadi Reksowardojo
Menteri Badan Riset Nasional ke-2
Masa jabatan
24 Februari 1966 – 25 Juli 1966
PresidenSukarno
Perdana MenteriSukarno
Informasi pribadi
Lahir(1923-07-29)29 Juli 1923
Salatiga, Hindia Belanda
Meninggal26 Juli 1990(1990-07-26) (umur 66)
Yogyakarta, Indonesia
AlmamaterBandung Kogyo Daigaku
Universitas Indonesia
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Suhadi Reksowardojo (29 Juli 1923 – 26 Juli 1990) adalah seorang akademisi Indonesia. Ia juga sempat menjabat sebagai Menteri Riset Nasional antara Februari dan Juli 1966.

Biografi

Suhadi lahir di Salatiga pada 29 Juli 1923, dan ia belajar teknik kimia pada masa pendudukan Hindia Belanda oleh Jepang di Bandung Kogyo Daigaku. Ia merampungkan diploma awalnya pada 1948, saat sekolah tersebut dipindah ke Yogyakarta karena Revolusi Nasional Indonesia. Pada masa revolusi itu sendiri, Suhadi menunda pembelajarannya, dan ikut serta dalam perjuangan kebangsaan, membantu merebut sejumlah pabrik produksi di Jawa Barat. Setelah perang, ia meneruskan pendidikannya di Universitas Indonesia, meraih gelar sarjana dalam bidang teknik kimia pada 1957. Ia kemudian mulai mengajar teknik kimia disana, sebelum ikut serta dalam pendirian Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1958.[1]

Ia merumuskan Tri Soko Guru paada 1962, serangkaian prinsip pendidikan yang kemudian diubah menjadi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang masih dipakai oleh universitas-universitas di Indonesia pada saat ini.[2] Dalam Kabinet Dwikora yang Disempurnakan, Suhadi diangkat menjadi Menteri Riset Nasional Negara, dan ia meneruskan jabatannya dalam kabinet berikutnya.[3] Ia kemudian mengepalai Lembaga Riset Nasional (Lemrenas).[4] Ia juga menjadi profesor teknik kimia di ITB.[5]

Ia meninggal pada 26 Juli 1990 di Yogyakarta.[5]

Catatan

  1. ^ Sebagai Menteri Riset Nasional
  2. ^ Sebagai Menteri Riset Negara

Referensi

  1. ^ Pramudita, Rita Ayu. "Lifetime Achievement Award: (Alm) Prof. Soehadi Reksowardojo". Institut Teknologi Bandung. Diakses tanggal 24 December 2021.
  2. ^ Gunawan, Hendra (25 January 2014). "Meninjau Ulang Tri Dharma PT". Kompas. Diakses tanggal 24 December 2021.
  3. ^ "Menilik Sejarah Kemenristek, Dibentuk Sukarno dan Dihapus Jokowi". liputan6.com. 14 April 2021. Diakses tanggal 24 December 2021.
  4. ^ "Modernisasi & Pengangguran Sardjana". Kompas. 24 January 1967. Diakses tanggal 24 December 2021.
  5. ^ a b "Meninggal, Pencetus Gagasan Tri Dharma Perguruan Tinggi". Kompas. 28 July 1990. Diakses tanggal 22 December 2021.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement