Smong (Nafi-Nafi)

Smong adalah istilah dalam bahasa Devayan, bahasa asli masyarakat Pulau Simeulue, Aceh, yang secara harfiah berarti hempasan gelombang air laut yang naik ke daratan atau tsunami. Namun, Smong bukan sekadar kata benda, melainkan sebuah konsep pengetahuan tradisional yang menggambarkan rangkaian peristiwa geofisika secara berurutan: diawali dengan gempa bumi kuat (linon), disusul dengan surutnya air laut secara drastis (suruik), dan diakhiri dengan datangnya gelombang raksasa (smong)..[1][2][3][4] Kearifan lokal ini lahir dari trauma kolektif akibat bencana tsunami dahsyat pada tahun 1907 yang menewaskan hingga 70% penduduk pulau saat itu, sehingga para tetua bersumpah untuk mewariskan pengetahuan ini agar generasi mendatang dapat selamat.[1][3][5][6][7]

Pengetahuan mengenai Smong tidak didokumentasikan dalam tulisan formal, melainkan ditransmisikan melalui Nafi-Nafi, yaitu budaya tutur atau cerita rakyat yang berisi nasihat dan sejarah masa lalu. Nafi-Nafi disampaikan dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari, seperti saat memanen cengkih, setelah pengajian di surau, atau sebagai cerita pengantar tidur (nanga-nanga) bagi anak-anak.[1][3][7][8] Melalui media syair (nandong) dan cerita lisan ini, masyarakat Simeulue menanamkan Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi mandiri, yaitu jika terjadi gempa kuat dan air laut surut, jangan menunggu peringatan resmi, tetapi segera lari ke tempat tinggi atau perbukitan (fano me singa tenggi).[1][2][3][9][10][11]

Efektivitas sistem peringatan dini berbasis budaya ini terbukti secara dramatis pada peristiwa gempa dan tsunami 26 Desember 2004. Meskipun Pulau Simeulue berada sangat dekat dengan pusat gempa (sekitar 40 km) dan gelombang tsunami tiba dalam waktu kurang dari 10 menit, jumlah korban jiwa sangat minim, yakni hanya 7 orang dari total populasi sekitar 78.000 jiwa.[12][5][7][13] Hal ini sangat kontras dengan wilayah daratan Aceh yang mengalami korban jiwa massal karena kurangnya pengetahuan serupa.[1][2][3][4][5] Saat gempa berhenti, warga Simeulue secara refleks berteriak "Smong! Smong!" dan segera mengevakuasi diri ke bukit, membuktikan bahwa memori kolektif tersebut berhasil menyelamatkan mereka.[4][12]

Kini, Smong (Nafi-Nafi) telah diakui secara nasional dan internasional sebagai model mitigasi bencana yang sukses. Pada tahun 2022, tradisi ini resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia.[14][15] Pemerintah daerah telah mengintegrasikan materi Smong ke dalam kurikulum pendidikan dari tingkat PAUD hingga SMA untuk menjaga keberlanjutannya.[4][12][16] Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengadopsi nama ini untuk superkomputer mereka, SMONG (Supercomputer for Multi-hazards Operations and Numerical Modelling), sebagai simbol penghormatan terhadap kearifan lokal yang dipadukan dengan teknologi canggih dalam sistem peringatan dini bencana nasional.[17][18][19]

Referensi

  1. ^ a b c d e "Client Challenge". id.scribd.com. Diakses tanggal 2026-02-05.
  2. ^ a b c Indrajaya, Dimas Wahyu. "Tradisi Lisan Smong yang Selamatkan Orang Simeulue dari Tsunami". Good News From Indonesia. Diakses tanggal 2026-02-05.
  3. ^ a b c d e "Tradisi Smong". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2026-01-20.
  4. ^ a b c d "Kearifan Lokal Simeulue sebagai Warisan Budaya Mitigasi Tsunami". Portal Literasi Sejarah Bencana (dalam bahasa Inggris). 2025-09-08. Diakses tanggal 2026-02-05.
  5. ^ a b c "Smong: Kearifan Lokal Simeulue Aceh yang Menyelamatkan Ribuan Nyawa – Lestari Foundation" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-05.
  6. ^ "SMONG, CERITA RAKYAT YANG MENYELAMATKAN". bpbd.purworejokab.go.id. Diakses tanggal 2026-02-05.
  7. ^ a b c (Macintosh; Intel Mac OS X 10_15_7) AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko) Chrome/110.0.0.0 Safari/537.36 Citoid/WMF (mailto:[email protected])&ssu=&ssv=&ssw=&ssx=eyJfX3V6bWYiOiI3ZjkwMDA0ZWRjZTgwNi01OWY5LTQ1YjAtYjAzYi1lZmU5ZmRlM2RkOTIxLTE3NzAzMDI2MjE1MDIwLTAwMmNkY2JmNGMwNTM4NzJlNGQxMCIsInV6bXgiOiI3ZjkwMDBlM2Q2ZTQyZS1iNTk4LTQ1OTUtOGQ5Mi1iNGU5YjAzZTU3MDQxLTE3NzAzMDI2MjE1MDIwLTY5MjVmMGYxMTk0MWUxYTMxMCIsInJkIjoiaW9wLm9yZyJ9 "Radware Bot Manager Captcha". doi:10.1088/1755-1315/145/1/012041?utm_source=researchgate.net&utm_medium=article. ;
  8. ^ Perhubungan, PPID (2020-02-07). "Smong, Kearifan Lokal untuk Mitigasi Bencana - Dishub". Dishub (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-05.
  9. ^ Kurniasih, Anis; Marin, Jenian; Setyawan, Reddy (2020-03-31). "Belajar dari Simeulue: Memahami Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia". Jurnal Geosains dan Teknologi. 3 (1): 21–30. doi:10.14710/ihis.v%vi%i.7142. ISSN 2620-634X.
  10. ^ Infomitigasi, bejo. "Mitigasi Berbasis Budaya Kearifan Lokal di Pulau Simeulue". Diakses tanggal 2026-02-05.
  11. ^ Lubis, Tasnim (2019-10-15). "Oral Tradition Nanga-Nanga in Simeulue Island". Journal of Oral Traditions (dalam bahasa Inggris). 1 (1): 17–21. ISSN 2686-2204.
  12. ^ a b c www.semanticscholar.org https://www.semanticscholar.org/paper/Smong-:-How-an-Oral-History-Saved-Thousands-on-the-McAdoo-Dengler/fe37d67a1f7a545628efd3fe92bf10baedbde0bf. Diakses tanggal 2026-02-05.
  13. ^ Rahman, Alfi; Sakurai, Aiko; Sutton, Stephen; Syahbandir, Mahdi; Nofriadi, Nofriadi (2022). "Smong means more than tsunami: The understanding of tsunami in the Indonesian context". E3S Web of Conferences (dalam bahasa Inggris). 340: 03010. doi:10.1051/e3sconf/202234003010. ISSN 2267-1242.
  14. ^ "Client Challenge". id.scribd.com. Diakses tanggal 2026-02-05.
  15. ^ "Daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2026-02-04.
  16. ^ Aminah, Afiqa Aulia; Apriliya, Seni; Setiadi, Pidi Mohammad (2025-07-31). "SMONG: SASTRA LOKAL SEBAGAI STRATEGI MITIGASI BENCANA BERBASIS BUDAYA". Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat (dalam bahasa Inggris). 4 (2): 208–217. doi:10.52266/taroa.v4i2.4362. ISSN 2828-3600.
  17. ^ "BMKG Luncurkan Superkomputer SMONG: Perkuat Sistem Peringatan Dini Multi-Hazards - Berita - BMKG". BMKG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Diakses tanggal 2026-02-05.
  18. ^ "Begini Cara Superkomputer SMONG BMKG Hasilkan Peringatan Dini Bencana". Tempo. 25 Juli 2025 | 09.55 WIB. Diakses tanggal 2026-02-05.
  19. ^ S, Muhamad Ridlo (2025-11-02). "Mengenal IDRIP, Sistem Peringatan Dini Tsunami Supercepat Hanya 3 Menit". Universitas Komputama (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-05.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement