Situs Penampungan Benda Cagar Budaya Seyegan
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Agustus 2025) |
Deskripsi

Situs Penampungan Benda Cagar Budaya Seyegan (bahasa Jawa: ꦱꦶꦠꦸꦱ꧀ꦥꦔꦲꦸꦧ꧀ꦧꦤ꧀ꦧꦫꦁꦕꦒꦂꦧꦸꦢꦪꦱꦺꦪꦺꦒ꧀ꦒꦤ꧀) atau lebih dikenal sebagai BCB Seyegan adalah tempat untuk menampung benda-benda cagar budaya yang ditemukan di wilayah Kabupaten Sleman, khususnya dari Kecamatan Seyegan, Moyudan, Minggir, dan Godean. Penampungan BCB Seyegan merupakan salah satu dari tiga penampungan benda cagar budaya yang ada di Kabupaten Sleman. Dua penampungan lainnya berada di Mlati dan Turi. Ketiga penampungan tersebut dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPCB DIY).[1]
Cagar budaya sendiri mempunyai makna yaitu warisan budaya yang bersifat kebendaan berupa benda, bangunan, stuktur, situs dan kawasan cagar budaya di darat atau di air yang perlu dilestarikan karena memiliki nilai penting sejarah. berguna untuk menambah ilmu pengetahuan dan kebudayaan melalui proses penetapan.[2]
Lokasi
Penampungan Benda Cagar Budaya Seyegan terletak di Dusun Gondang, Margoagung, Seyegan, Kabupaten Sleman.[3]
Landasan Hukum
Landasan hukum utama mengenai cagar budaya termasuk yang ada di Seyegan adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya.[4] selain itu, terdapat Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman yang terkait dengan pengelolaan warisan budaya dan cagar budaya yaitu Perda Kabupaten Sleman Nomor 15 Tahun 2015 [5]
Cara Pelestarian
Ada tiga cara untuk melestarikan cagar budaya yaitu dengan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Perlindungan terhadap cagar budaya dilakukan dengan cara pengamanan agar tidak rusak, hilang, hancur atau musnah. Selanjutnya, pengembangan benda cagar budaya fokus pada peningkatan nilai dan potensi. Pemanfaatan bertujuan untuk mendayagunakan cagar budaya untuk kesejahteraan masyarakat.
Benda-Benda Cagar Budaya di Penampungan BCB Seyegan
Benda cagar budaya berupa benda alam dan/atau benda buatan manusia yang dimanfaatkan oleh manusia, serta sisa-sisa biota yang dihubungkan dengan kegiatan manusia atau dapat dihubungkan dengan sejarah manusia yang bersifat bergerak atau tidak bergerak dan merupakan kesatuan atau kelompok.[6]
Beberapa benda cagar budaya yang diamankan di Penampungan BCB Seyegan sebagai berikut:[7]
- Arca Durga Mahisasuramardini Durga merupakan istri Dewa Siwa yang digambarkan sedang menaklukkan raksasa berkepala kerbau. Arca ini memperlihatkan sosok Durga dengan delapan tangan yang masing-masing memegang cakra, pedang (khadga), busur dan anak panah, perisai, serta sangkha. Satu tangan menggenggam ekor kerbau, sementara tangan lainnya memegang rambut sang raksasa. Durga berdiri di atas punggung kerbau tersebut.
- Nomor inventaris: B.863
- Asal: Margoluwih, Seyegan, Sleman
- Keterangan: Bagian kepala arca sudah hilang
- Arca Ganesa Ganesa adalah putra Dewa Siwa yang dikenal sebagai dewa ilmu pengetahuan sekaligus penghalau rintangan. Ia digambarkan berbadan manusia dengan kepala gajah, memiliki dua atau empat tangan yang membawa tasbih, kapak, sangkha, dan jerat. Kepalanya dihiasi ardha candrakapala, dengan mata ketiga di dahinya. Ganesa mengenakan upawita dari ular serta rangkaian tengkorak. Tangan depannya memegang mangkuk dan gading patah, dengan belalai dimasukkan ke dalam mangkuk sebagai simbol ketidakpuasan dalam mencari ilmu dan kebijaksanaan. Dalam kitab Suaradhahana diceritakan gadingnya patah ketika bertempur melawan raksasa Nilarudraka, yang hanya bisa dibunuh oleh makhluk bukan manusia dan bukan hewan.
- Nomor inventaris: B.925
- Asal: Sumberrahayu, Moyudan, Sleman
- Keterangan: Kondisi arca aus dan kepala hilang
- Arca Nandi Nandi adalah lembu suci yang menjadi wahana Dewa Siwa.
- Nomor inventaris: B.848
- Asal: Krapyak, Margoagung, Seyegan, Sleman
- Keterangan: Kondisi arca aus, kepala hilang
- Arca Dhyani Buddha Aksobhya Aksobhya merupakan salah satu dari lima Dhyani Buddha, bersama dengan Wairocana, Ratnasambhava, Amithaba, dan Amoghasiddhi. Dhyani Buddha juga disebut Jina, yang berarti "pemenang", yaitu pancaran spiritual dari Adibuddha. Aksobhya dikenal sebagai Jina kedua yang berkaitan dengan kesadaran (vijnana) dan digambarkan berwarna emas atau biru. Ia juga disebut Ratnaketu, pelindung arah timur. Arca ini memperlihatkan Aksobhya duduk di atas padmasana dengan posisi yogasana, bermeditasi, mata setengah terpejam mengarah ke ujung hidung. Rambutnya ikal dengan tonjolan ushnisa di kepala, urna di dahi, serta telinga panjang. Tangan kanan diletakkan di lutut dengan mudra bhumisparsamudra, melambangkan pemanggilan bumi sebagai saksi.
- Nomor inventaris: B.875
- Asal: Margomulyo, Seyegan, Sleman
- Keterangan: Kepala arca hilang
- Lingga Lingga adalah simbol Dewa Siwa berbentuk phallus (alat kelamin laki-laki), biasanya ditempatkan di atas yoni dalam ruang utama candi. Lingga terdiri dari tiga bagian:
- Brahmabhaga (alas berbentuk segi empat)
- Wisnubhaga (bagian tengah berbentuk segi delapan)
- Siwabhaga (bagian atas berbentuk silinder memanjang) Umumnya dibuat dari batu.
- Nomor inventaris: B.938b
- Asal: Rewulu Kulon, Moyudan, Sleman
- Yoni Yoni adalah landasan bagi lingga, melambangkan organ kewanitaan (vagina). Pada permukaannya terdapat lubang segi empat untuk meletakkan lingga yang dihubungkan dengan cerat, yaitu saluran air pada salah satu sisinya sebagai pancuran. Yoni dan lingga biasanya ditemukan dalam bangunan candi.
- Nomor inventaris: B.890
- Asal: Sendangrejo, Minggir, Sleman
- Lingga Semu Lingga jenis ini hanya memiliki dua bagian, yaitu wisnubhaga dan siwabhaga, tanpa disertai yoni. Lingga semu tidak ditemukan bersama yoni, melainkan lebih sering digunakan sebagai tanda batas atau simbol kawasan suci.
- Nomor inventaris: B.895a
- Asal: Sendangrejo, Minggir, Sleman
- Kemuncak Kemuncak merupakan bagian atap candi berupa menara-menara kecil yang mengelilingi puncak. Unsur ini bersifat dekoratif tanpa fungsi struktural tertentu, dan biasanya ditemukan di puncak atap bangunan candi.
- Kemuncak B.889
- Nomor inventaris: B.889
- Asal: Sendangrejo, Minggir, Sleman
- Kemuncak B.958c
- Nomor inventaris: B.958c
- Asal: Mandungan, Margoluwih, Seyegan, Sleman
- Kemuncak B.843
- Nomor inventaris: B.843
- Asal: Margokaton, Seyegan, Sleman
- Kemuncak B.895e
- Nomor inventaris: B.895e
- Asal: Sendangrejo, Minggir, Sleman
- Kemuncak B.94
- Nomor inventaris: B.94
- Asal: Prenggan, Sidokerto, Godean, Sleman
- Kemuncak B.847
- Nomor inventaris: B.847
- Asal: Krapyak, Margoagung, Seyegan, Sleman
- Keterangan: Berbentuk bunga, kemungkinan merupakan bagian kemuncak
- Kemuncak B.889
- Antefiks Antefiks adalah elemen hias pada sisi luar bangunan candi, biasanya berbentuk segitiga meruncing. Unsur ini bersifat struktural sehingga menyatu dengan bangunan induknya, bukan berdiri sendiri.
- Antefiks B.841
- Nomor inventaris: B.841
- Asal: Prenggan, Sidokerto, Godean, Sleman
- Keterangan: Dihiasi motif kala dan tumbuhan bergaya stilir
- Antefiks B.841
- Jaladwara Jaladwara adalah bagian bangunan yang berfungsi sebagai saluran pembuangan air. Unsur ini umumnya terdapat pada candi atau kolam peninggalan Hindu-Buddha, dengan bentuk menyerupai makara.
- Jaladwara B.846
- Nomor inventaris: B.846
- Asal: Margoagung, Seyegan, Sleman
- Jaladwara B.846
- Peripih Peripih adalah wadah batu atau keramik yang ditempatkan di dasar sumuran candi Hindu-Buddha. Bentuknya bisa berupa kotak atau bejana, berisi benda-benda persembahan seperti permata, logam mulia, abu, cermin, inskripsi, atau biji-bijian sebagai sarana pemujaan dewa. Umumnya memiliki jumlah lubang ganjil (1–9 atau lebih). Peripih dengan sembilan lubang disebut peripih nawansanga.
- Peripih B.954c
- Nomor inventaris: B.954c
- Asal: Sidomoyo, Godean, Sleman
- Peripih B.954c
- Batu Candi[8] Batu candi adalah bagian konstruksi candi yang kadang dihiasi ukiran atau relief.
- Batu Candi B.894
- Nomor inventaris: B.894
- Asal: Sendangrejo, Minggir, Sleman
- Keterangan: Dihiasi relief dua ekor tupai dan sulur-suluran
- Batu Candi B.895c
- Nomor inventaris: B.895c
- Asal: Sendangrejo, Minggir, Sleman
- Keterangan: Dihiasi relief burung
- Batu Candi B.894
Referensi
- ^ "Penampungan Benda Cagar Budaya (BCB) Seyegan (Bagian I) – Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-18.
- ^ bpcbbanten (2019-06-27). "Pengertian Cagar Budaya berdasarkan Undang-Undang Cagar Budaya – Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-21.
- ^ Kabupaten Sleman, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (2020-07-20). "Penampungan BCB Seyegan". Diakses tanggal 2025-08-18.
- ^ "Penampungan Benda Cagar Budaya (BCB) Seyegan". budaya.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2025-08-21.
- ^ "PERDA Kab. Sleman No. 15 Tahun 2015". Database Peraturan | JDIH BPK. Diakses tanggal 2025-08-21.
- ^ Kabupaten Sleman, Dinas Kebudayaan Sleman (2020-07-20). "Penampungan BCB Seyegan". Diakses tanggal 2025-07-21.
- ^ "Penampungan Benda Cagar Budaya (BCB) Seyegan (Bagian I) – Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-21.
- ^ "Penampungan Benda Cagar Budaya (BCB) Seyegan (Bagian II) – Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-18.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


