Situ Sukarame

Situ Sukarame atau Situ Parakansalak adalah sebuah situ yang terletak di lereng tenggara gunung Perbakti, tepatnya di kecamatan Parakansalak, kabupaten Sukabumi.[1] Air di situ tersebut jernih, dan dikelilingi hutan damar, hutan pinus, dan kebun teh.
Sukarame adalah tempat bertemunya 7 sungai, yakni sungai Cikahuripan, sungai Cisalada, sungai Citaman, sungai Cisarandi, sungai Cimaci, sungai Cipangelah, dan sungai Cisela. Tuan Hola, yaitu bangsa Belanda yang saat itu mempunyai ambisi untuk membendung sungai-sungai tersebut dimaksud dijadikan telaga untuk berlayar.[butuh rujukan]
Hidrologi DAS
Situ Parakansalak berada dalam lingkup sistem DAS Cimandiri. Airnya berasal dari kawasan antara lereng Gunung Perbakti dan lereng timur Gunung Endut. Aliran dari outlet situ bergabung dengan aliran utama Cimandiri melalui aliran anak sungai seperti Cipamatuhan dan Citatih di daerah Cibadak.[1]
Sejarah
Situ Sukarame merupakan situ buatan yang mulai dibangun pada masa Hindia Belanda. Sukarame juga merupakan nama sebuah kampung yang ada di dekat situ Sukarame tersebut. Pada awalnya wilayah tersebut hanya berupa hutan rimba tanpa penduduk. Pertama kali menempati daerah tersebut yaitu Ama Sadarina, seorang pimpinan tentara Kerajaan Mataram yang bersembunyi karena diburu oleh kolonial Belanda. Sejak kedatangan Amma Sadarina tersebut, maka tempat tersebut menjadi ramai, karena Ama Sadarina membuka perguruan ilmu Kadigjayaan, hingga pada akhirnya tempat tersebut dikenal dengan sebutan kampung Sukarame.[butuh rujukan]
Referensi
- ^ a b "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK". Geoportal MenLHK. Diakses tanggal 2025-08-21.
Pranala luar
- (Indonesia) Berita tentang Situ Sukarame di Radar Sukabumi
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


