Sistem residu tereduksi

Dalam matematika, sistem residu tereduksi modulo [1] adalah suatu himpunan sedemikian sehingga:[2][3]

  1. , untuk setiap .
  2. tidak ada dua elemen pada yang saling kongruen modulo .
  3. memiliki elemen.

dengan adalah fungsi totien Euler.

Sistem residu tereduksi modulo dapat dibentuk dari sistem residu lengkap modulo dengan menghilangkan semua bilangan bulat yang tidak relatif prima dengan . Sebagai contoh, sistem residu lengkap modulo 10 ialah Perhatikan bahwa bilangan-bilangan yang relatif prima dengan pada himpunan tersebut hanyalah , , , dan , sehingga padanan sistem residu tereduksi modulo 10 nya ialah . Kardinalitas dari himpunan ini dapat dicari menggunakan fungsi totien Euler, yaitu . Beberapa sistem residu tereduksi modulo 10 lainnya ialah

Sifat

Sifat 1 — Untuk sembarang , setiap bilangan pada sistem residu tereduksi modulo merupakan generator dari , grup bilangan bulat modulo terhadap operasi penjumlahan.

Bukti —

Diambil sembarang bilangan asli dan sembarang bilangan pada sistem residu tereduksi modulo , misalnya . Berdasarkan definisi dari sistem residu tereduksi, maka . Berdasarkan identitas Bézout, maka terdapat suatu bilangan bulat dan sedemikian sehingga yang ekuivalen dengan

Perhatikan bahwa setiap elemen akan kongruen dengan . Akibatnya, Dengan kata lain, elemen dapat dinyatakan sebagai penjumlahan berulang dari bilangan sebanyak kali sehingga dapat disimpulkan bahwa merupakan generator dari .

Sifat 2 — Untuk sembarang , maka sistem residu tereduksi modulo merupakan grup terhadap operasi perkalian modulo .

Sifat 3 — Diberikan . Jika merupakan sistem residu tereduksi modulo dan merupakan sembarang bilangan yang relatif prima dengan , maka himpunan juga merupakan sistem residu tereduksi modulo .[4][5]

Bukti —

Diambil sembarang bilangan asli dan sembarang bilangan bulat yang relatif prima dengan . Didefinisikan fungsi dengan definisi

  1. Oleh karena dan untuk setiap , maka .
  2. Telah dibuktikan sebelumnya bahwa fungsi bersifat injektif. Dengan kata lain, setiap pasangan bilangan bulat dan yang memenuhi akan berlaku . Dengan menggunakan kontraposisi, maka setiap pasang elemen yang tidak kongruen dalam modulo tetap tidak akan kongruen meskipun keduanya dikalikan dengan . Oleh karena merupakan sistem residu tereduksi, maka setiap pasang elemen pada tidak akan kongruen satu sama lain. Akibatnya, setiap pasang elemen pada juga demikian.
  3. Untuk setiap elemen , terdapat sedemikian sehingga . Akibatnya, fungsi bersifat surjektif. Oleh karena merupakan bijeksi antara dengan , maka memiliki jumlah elemen yang sama dengan , yaitu elemen.

Sifat 4 — Diberikan bilangan asli . Jika merupakan sistem residu tereduksi modulo , maka

Bukti —

Diambil sembarang bilangan asli . Perhatikan bahwa untuk setiap , sehingga . Dengan kata lain, bukanlah himpunan kosong.

Berdasarkan sifat 3, maka himpunan juga merupakan sistem residu tereduksi modulo . Oleh karena setiap elemen pada kongruen dengan tepat satu elemen pada , maka

Perhatikan bahwa kekongruenan terakhir diperoleh sebab , yang mengakibatkan bahwa tidak habis membagi . Jika habis membagi , maka kekongruenan tetap berlaku, namun tidak dengan

Lihat juga

Catatan

  1. ^ (Handayani 2020, hlm. 43)
  2. ^ (Long 1972, hlm. 85)
  3. ^ (Pettofrezzo & Byrkit 1970, hlm. 104)
  4. ^ (Long 1972, hlm. 86)
  5. ^ (Pettofrezzo & Byrkit 1970, hlm. 108)

Referensi

  • Handayani, Ratih; Yulina (2020). Sumarno; Nugroho, Purna Bayu (ed.). TEORI BILANGAN Dilengkapi dengan Soal-Soal Non Rutin (PDF). Universitas Muhammadiyah Kotabumi. ISBN 9786239480134.
  • Long, Calvin T. (1972), Elementary Introduction to Number Theory [Pengantar Elementer dari Teori Bilangan] (dalam bahasa Inggris) (Edisi 2nd), Lexington: D. C. Heath and Company, LCCN 77171950
  • Pettofrezzo, Anthony J.; Byrkit, Donald R. (1970), Elements of Number Theory [Elemen Teori Bilangan] (dalam bahasa Inggris), Englewood Cliffs: Prentice Hall, LCCN 71081766

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement