Sistem residu tereduksi modulo dapat dibentuk dari sistem residu lengkap modulo dengan menghilangkan semua bilangan bulat yang tidak relatif prima dengan . Sebagai contoh, sistem residu lengkap modulo 10 ialah
Perhatikan bahwa bilangan-bilangan yang relatif prima dengan pada himpunan tersebut hanyalah , , , dan , sehingga padanan sistem residu tereduksi modulo 10 nya ialah . Kardinalitas dari himpunan ini dapat dicari menggunakan fungsi totien Euler, yaitu . Beberapa sistem residu tereduksi modulo 10 lainnya ialah
Sifat
Sifat 1 — Untuk sembarang , setiap bilangan pada sistem residu tereduksi modulo merupakan generator dari , grupbilangan bulat modulo terhadap operasi penjumlahan.
Bukti —
Diambil sembarang bilangan asli dan sembarang bilangan pada sistem residu tereduksi modulo , misalnya . Berdasarkan definisi dari sistem residu tereduksi, maka . Berdasarkan identitas Bézout, maka terdapat suatu bilangan bulat dan sedemikian sehingga
yang ekuivalen dengan
Perhatikan bahwa setiap elemen akan kongruen dengan . Akibatnya,
Dengan kata lain, elemen dapat dinyatakan sebagai penjumlahan berulang dari bilangan sebanyak kali
sehingga dapat disimpulkan bahwa merupakan generator dari .
Sifat 2 — Untuk sembarang , maka sistem residu tereduksi modulo merupakan grup terhadap operasi perkalian modulo .
Sifat 3 — Diberikan . Jika
merupakan sistem residu tereduksi modulo dan merupakan sembarang bilangan yang relatif prima dengan , maka himpunan
juga merupakan sistem residu tereduksi modulo .[4][5]
Bukti —
Diambil sembarang bilangan asli dan sembarang bilangan bulat yang relatif prima dengan . Didefinisikan fungsi dengan definisi
Oleh karena dan untuk setiap , maka .
Telah dibuktikan sebelumnya bahwa fungsi bersifat injektif. Dengan kata lain, setiap pasangan bilangan bulat dan yang memenuhi akan berlaku . Dengan menggunakan kontraposisi, maka setiap pasang elemen yang tidak kongruen dalam modulo tetap tidak akan kongruen meskipun keduanya dikalikan dengan . Oleh karena merupakan sistem residu tereduksi, maka setiap pasang elemen pada tidak akan kongruen satu sama lain. Akibatnya, setiap pasang elemen pada juga demikian.
Untuk setiap elemen , terdapat sedemikian sehingga . Akibatnya, fungsi bersifat surjektif. Oleh karena merupakan bijeksi antara dengan , maka memiliki jumlah elemen yang sama dengan , yaitu elemen.
Sifat 4 — Diberikan bilangan asli . Jika
merupakan sistem residu tereduksi modulo , maka
Bukti —
Diambil sembarang bilangan asli . Perhatikan bahwa untuk setiap , sehingga . Dengan kata lain, bukanlah himpunan kosong.
Berdasarkan sifat 3, maka himpunan
juga merupakan sistem residu tereduksi modulo . Oleh karena setiap elemen pada kongruen dengan tepat satu elemen pada , maka
Perhatikan bahwa kekongruenan terakhir diperoleh sebab , yang mengakibatkan bahwa tidak habis membagi. Jika habis membagi , maka kekongruenan
tetap berlaku, namun tidak dengan
Long, Calvin T. (1972), Elementary Introduction to Number Theory [Pengantar Elementer dari Teori Bilangan] (dalam bahasa Inggris) (Edisi 2nd), Lexington: D. C. Heath and Company, LCCN77171950
Pettofrezzo, Anthony J.; Byrkit, Donald R. (1970), Elements of Number Theory [Elemen Teori Bilangan] (dalam bahasa Inggris), Englewood Cliffs: Prentice Hall, LCCN71081766