Sirkulasi meridional Atlantik
Sirkulasi perputaran meridional Atlantik atau Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC) merupakan sistem arus laut utama di Samudra Atlantik yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim global.[1] AMOC merupakan komponen dari sistem sirkulasi laut global yang berfungsi mengatur distribusi panas, garam, dan karbon dioksida di antara lautan serta antara lautan dan atmosfer Bumi. Sistem ini terdiri atas arus permukaan yang mengalir ke utara dan arus dalam yang mengalir ke selatan, digerakkan oleh variasi suhu, salinitas, dan kondisi cuaca. Bersama dengan sirkulasi laut di Samudra Selatan, AMOC membentuk separuh dari sirkulasi termohalin global yang menjadi "mesin" utama dalam pertukaran energi dan materi di planet ini.[2]
Aliran
AMOC tersusun atas aliran air hangat yang lebih asin di lapisan atas Samudra Atlantik menuju wilayah utara, serta aliran balik berupa air dingin yang kurang asin di kedalaman laut menuju selatan. Air hangat dari wilayah tropis memiliki salinitas tinggi akibat penguapan yang besar, membentuk lapisan termoklin di permukaan laut. Ketika air ini mendingin di lintang tinggi, kepadatannya meningkat karena kandungan garamnya yang tinggi, menyebabkan air tersebut tenggelam ke lapisan laut dalam. Proses tenggelamnya massa air ini merupakan bagian penting dari mekanisme penggerak utama AMOC. Daerah-daerah tempat air laut tenggelam—seperti Laut Nordik dan Samudra Selatan—berfungsi sebagai pusat pertukaran panas, oksigen terlarut, karbon, serta berbagai nutrien yang esensial bagi ekosistem laut dan bagi kemampuan laut dalam menyerap karbon atmosfer.[3][4]
Perubahan kekuatan AMOC memiliki dampak luas terhadap sistem iklim global. Pemanasan global berpotensi memperlemah AMOC melalui peningkatan suhu laut dan bertambahnya aliran air tawar dari pencairan lapisan es di Greenland dan Antarktika.[5] Berdasarkan rekonstruksi oseanografi, penelitian menunjukkan bahwa sejak sekitar tahun 2015, AMOC berada pada kondisi yang lebih lemah dibandingkan masa pra-Revolusi Industri.[6] Meskipun demikian, masih terdapat perdebatan mengenai seberapa besar peran perubahan iklim antropogenik dibandingkan variasi alami jangka panjang dalam pelemahan ini.[8][9] Model-model iklim memprediksi bahwa AMOC akan terus mengalami pelemahan sepanjang abad ke-21. 19 Dampak dari pelemahan ini dapat berupa penurunan suhu rata-rata di Eropa Utara—khususnya di Skandinavia, Britania Raya, dan Irlandia—karena wilayah tersebut banyak menerima panas dari Arus Atlantik Utara. Selain itu, pelemahan AMOC juga dapat mempercepat kenaikan permukaan laut di pesisir Amerika Utara dan mengurangi produktivitas primer di Samudra Atlantik Utara.[7]
Pelemahan ekstrem AMOC bahkan dapat menyebabkan kolaps total sistem sirkulasi ini, suatu kondisi yang sulit dipulihkan dan dikategorikan sebagai salah satu tipping point atau titik kritis dalam sistem iklim Bumi. Kolaps tersebut diperkirakan akan menurunkan suhu rata-rata serta mengurangi curah hujan dan salju di Eropa secara signifikan.Dampak lanjutannya meliputi peningkatan frekuensi peristiwa cuaca ekstrem, gangguan pada pola sirkulasi atmosfer global, serta perubahan besar terhadap ekosistem laut dan darat.[8]
Referensi
- ^ Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) (2023-07-06). Climate Change 2021 – The Physical Science Basis: Working Group I Contribution to the Sixth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change (Edisi 1). Cambridge University Press. doi:10.1017/9781009157896.022.. ISBN 978-1-009-15789-6.
- ^ Communications, AOML (2023-03-29). "Scientists Detect a Reshaping of the MOC in the Southern Ocean". NOAA's Atlantic Oceanographic and Meteorological Laboratory (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-13.
- ^ Buckley, Martha W.; Marshall, John (2016). "Observations, inferences, and mechanisms of the Atlantic Meridional Overturning Circulation: A review". Reviews of Geophysics (dalam bahasa Inggris). 54 (1): 5–63. doi:10.1002/2015RG000493. ISSN 1944-9208.
- ^ Lozier, M. S.; Li, F.; Bacon, S.; Bahr, F.; Bower, A. S.; Cunningham, S. A.; de Jong, M. F.; de Steur, L.; deYoung, B. (2019-02). "A sea change in our view of overturning in the subpolar North Atlantic". Science. 363 (6426): 516–521. doi:10.1126/science.aau6592.
- ^ Tasoff, Harrison (2024-05-30). "Historic iceberg surges offer insights on modern climate change". The Current (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-13.
- ^ https://mural.maynoothuniversity.ie/16046/1/LS_current.pdf
- ^ Schmittner, Andreas (2005-03). "Decline of the marine ecosystem caused by a reduction in the Atlantic overturning circulation". Nature (dalam bahasa Inggris). 434 (7033): 628–633. doi:10.1038/nature03476. ISSN 1476-4687.
- ^ https://acp.copernicus.org/preprints/15/20059/2015/acpd-15-20059-2015.pdf
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


