Simplisia

Simplisia adalah bahan alam yang sudah dikeringkan yang akan digunakan untuk pengobatan dan belum mengalami pengolahan dari bentuk aslinya. Pengeringan dapat dilakukan dengan metode penjemuran di bawah sinar matahari, diangin-angin, atau menggunakan oven, kecuali dinyatakan lain suhu pengeringan dengan oven tidak lebih dari 60 Celcius.[1]

Penggolongan

Berdasarkan asal sumbernya, simplisia dibagi menjadi tiga kategori utama:[2]

  1. Simplisia Nabati: Simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian tanaman (seperti akar, batang, daun, bunga, buah, biji), atau eksudat tanaman (isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau dikeluarkan dengan cara tertentu).
  2. Simplisia Hewani: Simplisia yang berupa hewan utuh, bagian hewan, atau zat-zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni (contoh: madu, adeps lanae atau lemak bulu domba).
  3. Simplisia Pelikan (Mineral): Simplisia yang berupa bahan pelikan atau mineral yang belum atau telah diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni (contoh: belerang, serbuk seng).

Simplisia dalam Pengobatan Tradisional

Dalam praktik pengobatan tradisional, simplisia sering kali disajikan dalam bentuk Rajangan. Rajangan adalah sediaan obat tradisional berupa satu jenis simplisia atau campuran beberapa jenis simplisia, yang cara penggunaannya dilakukan dengan pendidihan atau penyeduhan dengan air panas[2].

Referensi

  1. ^ KEMENKES, R. I. Farmakope Herbal Indonesia. Edisi II, 2017, Hal 5.
  2. ^ a b PERATURAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 32 TAHUN 2019 TENTANG PERSYARATAN KEAMANAN DAN MUTU OBAT TRADISIONAL

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement