Siantar Hotel Berdarah (film)

Siantar Hotel Berdarah
SutradaraOri Semloko
ProduserTim RKI Docs
SkenarioKusma Erizal Ginting
Berdasarkan
Peristiwa Siantar Hotel Berdarah
Perusahaan
produksi
RKI Docs
Tanggal rilis
7 Februari 2025
Durasi61 menit
NegaraIndonesia
BahasaIndonesia

Siantar Hotel Berdarah adalah sebuah film semi dokumenter Indonesia yang diproduksi pada tahun 2024. Film ini diadaptasi dari buku Siantar Hotel Berdarah karya Kusma Erizal Ginting, yang mendokumentasikan peristiwa bentrokan bersenjata pada 15 Oktober 1945 di depan Siantar Hotel, Pematangsiantar, Sumatera Utara.[1] Peristiwa tersebut melibatkan pemuda-pemuda lokal yang berusaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia melawan pasukan Belanda dan Tentara Kerjaan Hindia Belanda (KNIL).[2]

Latar belakang

Film ini bertujuan memperkenalkan kembali peristiwa bersejarah di Pematangsiantar kepada generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa. Selain menampilkan adegan dramatis, film ini juga memadukan elemen dokumenter berupa narasi sejarah dan kesaksian masyarakat setempat.[3]

Sinopsis

Film menggambarkan suasana Pematangsiantar pasca-proklamasi kemerdekaan, ketika pasukan Belanda berupaya kembali menguasai kota.[4] Pemuda-pemuda setempat menolak kehadiran pasukan tersebut dan bentrokan pun pecah di depan Siantar Hotel pada 15 Oktober 1945. Peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Siantar Hotel Berdarah itu menjadi salah satu momentum penting dalam mempertahankan kemerdekaan di wilayah Sumatera Utara.

Produksi

Syuting dimulai pada Mei 2024 dan ditandai dengan acara resmi yang dihadiri oleh mantan Wali Kota Pematangsiantar, Susanti Dewayani, bersama Ketua Dekranasda, H. Kusma Erizal Ginting.[5] Proses produksi dilakukan oleh tim RKI Docs dengan dukungan Pemerintah Kota Pematangsiantar.[6]

Penayangan

Film ini tayang perdana pada 17 Februari 2025 di Cinepolis, Kota Pematangsiantar. Setelah penayangan perdana, film tersebut juga diputar secara berkala di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Pematangsiantar, yang telah dilengkapi dengan mini audio visual berkapasitas sekitar 50 kursi.

Penerimaan

Film ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Pematangsiantar, terutama karena mengangkat kembali sejarah perjuangan lokal yang kurang dikenal secara nasional.[3] Pemerintah Kota menyatakan bahwa film ini akan menjadi bagian dari sarana edukasi di bidang sejarah. Media lokal menyoroti film ini sebagai upaya penting untuk melestarikan memori kolektif tentang perjuangan rakyat di masa revolusi kemerdekaan.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "dr Susanti dan Erizal Ginting Saksikan Gala Premiere Film Siantar Hotel Berdarah ". pematangsiantar.go.id. Diakses tanggal 2025-08-31.
  2. ^ Agency, ANTARA News. "Proses penggarapan film "Siantar Hotel Berdarah" dimatangkan - ANTARA News Sumatera Utara". Antara News. Diakses tanggal 2025-08-31.
  3. ^ a b Ismail, Mery. "Film Siantar Hotel Berdarah Tayang Perdana, Pencerahan Tentang Sejarah Kota Pematangsiantar - Realitas Online". Film Siantar Hotel Berdarah Tayang Perdana, Pencerahan Tentang Sejarah Kota Pematangsiantar - Realitas Online. Diakses tanggal 2025-08-31.
  4. ^ WASPADA (2024-04-30). "Wali Kota Harapkan Jajarannya Dukung Pembuatan Film Siantar Hotel Berdarah". WASPADA. Diakses tanggal 2025-08-31.
  5. ^ "Film Dokumenter Siantar Hotel Berdarah Tayang Perdana di Cinepolis Siantar". 2025-02-17. Diakses tanggal 2025-08-31.
  6. ^ Times, Redaksi Poros (2025-02-17). "Wali Kota Saksikan Penayangan Perdana Film Siantar Hotel Berdarah - Poros Times". Diakses tanggal 2025-08-31.
  7. ^ Satu, Editor. "Film 'Siantar Hotel Berdarah' Tayang Perdana - Metro Daily". Film 'Siantar Hotel Berdarah' Tayang Perdana - Metro Daily. Diakses tanggal 2025-08-31.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement