Seni Rampak Bedug

Seni Rampak Bedug adalah kesenian tradisional khas Provinsi Banten yang menampilkan banyak bedug ditabuh secara serempak, menghasilkan irama yang khas dan indah. Seni ini memadukan tabuhan bedug dengan tarian yang terinspirasi dari gerakan pencak silat dan seringkali juga disertai vokal seperti salawatan.[1]
Makna Rampak Bedug
Kata rampak berarti serempak, sedangkan bedug atau beduk adalah gendang besar yang fungsinya sebagai media informasi. Rampak bedug berarti seni bedug menggunakan waditra (bentuk fisik musik tradisional) dalam jumlah banyak yang ditabuh secara serempak, sehingga menghasilkan irama yang khas. Kesenian tradisional tersebut memadukan musik tradisional, moderen, seni tari dan unsur religi. Rampak bedug adalah pengembangan dari seni bedug atau ngadulag. Jika ngadulag dapat dimainkan oleh siapa saja, maka rampak bedug harus dimainkan oleh para profesional.[2]
Pada kesenian ini, ada pelajaran-pelajaran yang bisa diaplikasikan dalam dunia nyata seperti salawatan yang jika diaplikasikan dalam dunia nyata adalah bagaimana umat Islam tetap mengingat dan bisa meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW.[3]
Perkembangan Rampak Bedug
Kesenian tradisional dari Banten yang memadukan musik tradisional, modern, seni tari, serta unsur religi ini, juga dikenal dengan tradisi adu bedug saat bulan Ramadan. Kesenian ini pertama kali digelar bertujuan untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan pada 1950. Bahkan saat itu, di Kabupaten Pandeglang, diadakan pula pertandingan rampak bedug antarkampung. Hingga pada 1960, rampak bedug masih menjadi hiburan rakyat dan menyebar ke daerah-daerah sekitarnya di Banten. Namun dalam perkembangannya, rampak bedug tidak hanya dimainkan saat Ramadan dan hari raya saja. Kini kesenian rampak bedug menjadi ajang rekreasi bagi masyarakat. Rampak Bedug sekarang ini menjadi ajang adu kreasi antar kelompok pemukul bedug.[4]
Awalnya hanya laki-laki saja yang bermain rampak bedug. Namun, sekarang ini para penari perempuan juga turut serta memeriahkan pertunjukkan rampak bedug. Biasanya, kesenian ini ditampilkan 10 orang yang terdiri dari 5 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Namun ada juga yang menampilkan lebih dari jumlah personil itu, tergantung dari penyajian pertunjukan yang akan mereka tampilkan. Dalam rampak bedug, terdapat satu bedug besar yang berfungsi sebagai bass, kemudian satu set bedug kecil berfungsi sebagai pengatur irama, tempo, dan dinamika musik yang dimainkan. Lalu ada tingtir, yang terbuat dari batang pohon kelapa berfungsi sebagai penyelaras irama lagu yang bernuansa spiritual, serta berfungsi sebagai melodi seperti takbiran. Ada juga anting caram dan anting karam yang terbuat dari pohon jambu dan dililit kulit kendang berfungsi sebagai pengiring lagu dan tari. Jika dahulu Rampak Bedug dimainkan pada saat Ramadhan saja, saat ini kesenian ini dimainkan juga pada saat perayaan-perayaan besar lainnya, seperti acara pernikahan, khitanan, pagelaran budaya, bahkan hari peringatan kedaerahan maupun nasional.[4]
Busana Rampak Bedug
Kostum yang digunakan para pemainnya merupakan busana muslim dan muslimah. Dengan ditambahi aksesoris tambahan, tetapi tanpa melanggar unsur religius yang ada. Para pelaku juga bisa memasukkan unsur budaya tradisional dan modern, dalam setiap penampilannya. Pemain laki-laki misalnya menggunakan pakian model pesilat lengkap dengan serban khas Banten. Namun warnanya lebih modern tidak warna hitam dan putih saja. Sedangkan perempuan menggunakan rok panjang bawah lutut dari bahan batik dan di dalamnya mengenakan celana panjang pesilat.[4]
Referensi
- ^ "RAMPAK BEDUG » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ^ Dini, Daniswari (13-03-2023). "Mengenal Rampak Bedug dari Banten: Pengertian, Sejarah, dan Fungsi Sumber: https://regional.kompas.com/read/2023/03/13/175201278/mengenal-rampak-bedug-dari-banten-pengertian-sejarah-dan-fungsi?page=all. Membership: https://kmp.im/plus6 Download aplikasi: https://kmp.im/app6". Kompas.com. Diakses tanggal 19-11-2025. ; ;
- ^ "Mengenal Kesenian Khas Banten yang Bernama Rampak Bedug". Unirta.ac.id. 24-06-2023. Diakses tanggal 19-11-2025.
- ^ a b c "Indonesia.go.id - Rampak Bedug, Musik dan Tari Religi dari Banten". indonesia.go.id. Diakses tanggal 2025-11-19.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


