Semaka, Tanggamus
Semaka | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Lampung | ||||
| Kabupaten | Tanggamus | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | -Wiwin Triyani | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | −580,383 jiwa (tahun 2.017 jiwa | ||||
| Kode pos | 35386 | ||||
| Kode Kemendagri | 18.06.12 | ||||
| Kode BPS | 1802011 | ||||
| Luas | 4.654,98 Km² km² | ||||
| Kepadatan | -124 jiwa/km². | ||||
| Desa/kelurahan | 22.
1.sedayu, 2.sukaraja, 3.kacapura, 4.pardawaras, 5.sudimoro, 6.bangun rejo, 7.margomulyo, 8.karang rejo, 9.sripurnomo, 10.karang anyar, 11.kanoman, 12.sidodadi, 13.srikuncoro, 14.srikaton, 15.garut, 16.karang agung, 17.way kerap, 18.tulung asahan, 19.sidodadi, 20.sukajaya, 21.tugu papak, 22.sudimoro bangun | ||||
| |||||
Semaka adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tanggamus, Lampung, Indonesia.
Wilayah administratif
Wilayah Kecamatan Semaka terbagi menjadi 22 pekon yaitu:
- Bangun Rejo
- Garut
- Kacapura (Kaca Pura)
- Kanoman
- Karang Agung
- Karang Rejo
- Margomulyo
- Pardawaras
- Sedayu
- Sidodadi
- Sidomulyo
- Sri Katon
- Sri Kuncoro
- Sri Purnomo
- Sudimoro
- Sudimoro Bangun
- Sukajaya
- Sukaraja
- Tugu Papak
- Tugu Rejo
- Tulung Asahan
- Way Kerap
Ekonomi
Sejak dasawarsa 1780-an, masyarakat lokal pada kawasan pantai di wilayah Kecamatan Semaka memulai hubungan perdagangan dengan para pedagang Tionghoa dari Bengkulu. Produk yang diperdagangkan oleh masyarakat lokal ialah gading gajah, lada dan sarang burung. Masyarakat lokal menukarkan produknya dengan opium dan tekstil dari pedagang Tiongkok.[1]
Referensi
- ^ Ota, Atsushi (2023). ""Perniagaan Haram" di Lampung: Respons Masyarakat Setempat terhadap Perluasan Perdagangan, Sekitar 1760-1800". Dalam Saputro, Christian Heru Cahyo (ed.). Lampung Tempo Doeloe. Semarang: Cipta Prima Nusantara. hlm. 58. ISBN 978-623-380-035-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



