Sayo' Keladi

Sayo' keladi adalah hidangan tradisional yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat.[1] Hidangan ini diperkirakan telah dikenal sejak masyarakat mulai membuka lahan di sekitar kawasan tiga sungai besar di wilayah tersebut, termasuk Sungai Kapuas. Sayo' keladi dikenal memiliki cita rasa asam, pedas, dan gurih, serta biasanya disajikan sebagai pelengkap dalam hidangan nasi dan sampai saat ini masih menjadi salah satu makanan yang digemari oleh masyarakat setempat.[2]

Kehadiran berbagai jenis keladi di daerah ini diduga juga dipengaruhi oleh interaksi dengan pendatang yang singgah atau menetap di kawasan timur Pontianak. Tanaman keladi pun banyak dibudidayakan dan mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional di Pontianak.[2]

Jenis keladi yang umum digunakan untuk sayur adalah Keladi pangku anak,[1] yang dipilih karena tidak menimbulkan rasa gatal saat dikonsumsi. Adapun bagian tanaman yang dimanfaatkan menjadi sayur meliputi umbi, batang, dan daun. Umbi keladi pangku anak memiliki tekstur yang lebih lunak dan halus dibandingkan jenis keladi lainnya. Batangnya juga cepat menjadi lunak saat dimasak sehingga mampu menyerap bumbu dengan baik.[2]

Selain nilai kuliner, sayo' keladi juga memiliki nilai budaya dan historis bagi masyarakat Pontianak, serta berkontribusi sebagai sumber pangan lokal yang bergizi. Sayo' keladi ditetapkan sebagai Warisan budaya takbenda Indonesia pada 2018.[3]

Referensi

  1. ^ a b Herlina, Yuni. "Khas Pontianak, Cobain Resep Sayur Keladi dan Sambal Belacan, Nikmat Untuk Makan Siang". Kalbar Terkini. Diakses tanggal 2026-04-01.
  2. ^ a b c Katalog Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2018 (Buku 1) (PDF). Jakarta: Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. 2018. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ "Sayo` Keladi Pontianak". kemendikdasmen.go.id. Diakses tanggal 2026-04-01.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement